HASRAT CEO BERISTRI

HASRAT CEO BERISTRI
KECUPAN MANIS


__ADS_3

"Hmm, ya baik.


Tapi sepertinya ada yang kurang deh, ujar Devan mengernyitkan keningnya.


"Yang kurang ? Apaan itu?" tanya Leah keheranan.


"Sebentar ucap Devan sembari menatap Leah dengan serius.


Tanpa basa-basi lagi, Devan pun melangkahkan kakinya menuju Leah yang sedang berdiri tegak ke arah dirinya. Melihat Devan akan menghampirinya,


jantung gadis itu mulai berdetak dengan kencang.


Lalu, belum juga Leah sempat berkata lagi, Devan sudah langsung mengecup


bibir Leah yang mungil itu dengan lembut tanpa ada perlawanan sedikitpun dari sang pujaan hatinya.


Kecupan itu begítu lama,sehingga membuat gadis itu terperangkap dalam lautan hasrat yang menggebu. Leah


mengalungkan tangannya ke atas bahu Devan, dan ia pun membalas ciuman Devan dengan begitu bergairah.


Dan hal itu membuat Leah semakin geli dan bergairah.


"Emmm racau Leah.


Kedua sejoli itu masih berpagutan dalam hasrat yang membara, gejolak birahinya


semakin memuncak. Bahkan,


lama-kelamaan Devan mendorong Leah ke atas ranjangnya dengan pelan.


Gadis itu langsung terperanjat kaget dan tersadar karena Devan sudah berada di


atas tubuhnya.


"De-devan!" pekik Leah sembari membulatkan matanya.


Akan tetapi, laki-laki itu semakin beringas dan terus menyentuh dinding-dinding kontrakan itu dan membuat hasrat gadis itu semakin tidak bisa berpikir jernih


lagi. Leah telah terbuai oleh nikmatnya sentuhan lembut dari Devan. Erangan-erangan kenikmatan yang tiada hentinya


telah keluar dari mulut kecilnya


milik Leah.


Dan rintihan kecil yang ia lontarkan begitu mempesona.


Sehingga, gairah Devan kian memuncak dan sudah tidak bisa terkendalikan lagi.


Ketika Devan akan melucuti pakaiannya milik Leah, tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintu kos annya Leah.


Tok tok tok


"Leah! Kamu ada di dalam kah?"


Seseorang itu terus saja mengetuk pintu karena ia yakin Leah sudah ada di dalam kos- annya. Apalagi ditambah adanya


mobil mewah yang terparkir tepat di depan kamar kos-annya, membuat orang itu semakin penasaran.


Orang itu yang tak lain adalah Anggi, tetangganya sendiri.


Dan ketika itu pula mereka berdua langsung menghentikan aksinya. Mereka berdua sangat gelagapan. Bahkan menjadi gugup entah apa yang harus

__ADS_1


mereka lakukan disaat sedang panas-panasnya.


"Leah!" sahut anggi lagi.


"Aduh, bagaimana ini, Devv?" bisik Leah dengan panik.


Devan yang masih diatas tubuhnya Leah, hanya bisa menatap sorot matanya tanpa


berkedip sama sekali. Bagi Devan, ketika Leah sedang panik, ia terlihat sangat lucu


dan menggemaskan. Sehingga, ia enggan untuk beranjak dari posisinya yang sudah terlanjur diatas tubuhnya Leah.


"Sebentar, ya Sayang. Aksi kita belum tuntas bisik Devan ke telinga Leah.


"A-apa kau bilang?"Leah membelalakkan matanya. Devan pun menyeringai.


la langsung mendaratkan bibirnya


ke bibir Leah dengan lembut. Leah pun semakin ingin protes, dan berusaha mendorong tubuh Devan agar segera menyingkir dari tubuhnya.


Akan tetapi, Devan semakin buas dan melahap terus- menerus bibirnya dengan rakus. Sehingga fantasi liarnya pun ikut


tergugah kembali. Kecupan demi kecupan yang Devan berikan, membuat Leah tidak bisa berkutik lagi. Bahkan kecupan


itu merembet turun ke leher jenjangnya dan menetap di area buah dadanya.


Leah pun mengerang keras sembari menutup mulutnya.


la takut terdengar ke luar karena


tidak tahan dengan permainan yang telah Devan berikan. Apalagi, Devan berhasil menyentuh benda yang terasa kenyal dan seperti gunung kembar yang terbungkus


oleh kain tipis.


sehingga Leah hanya memakai bra pink yang dihiasi renda bordiran bunga yang sangat cantik.


la terlihat sangat seksi sekali dan disaat itulah, Devan semakin menginginkan sesuatu yang sangat diidam-idamkan


nya.


Devan pun kembali beraksi dan secara paksa tangannya masuk ke dalam kain yang menutupi kedua gunung kembar itu. Dan ia pun terus-terusan


mempermainkan area sensitif itu yang selalu membuat Leah terlihat menikmatinya. Apalagi, Erangan Leah selalu membuat Devan semakin bergairah.


Berhubung nafsunya semakin memuncak, Devan pun sudah tidak bisa menahannya. la langsung menggerayangi tubuh


yang paling bawah, yang tak lain adalah area terlarangnya Leah.


"Sayang, aku sangat menyukaimu bisik Devan sembari mengecup lagi bibirnya


yang sudah terlihat basah oleh air liur keduanya yang sudah menyatu.


Mereka berdua terus saja berpagutan tapi tangan Devan yang nakal itu berusaha ingin masuk ke area terlarangnya Leah.


"Devan, hentikan!" ucap Leah dengan melepaskan pagutannya secara paksa. Leah terbangun dan berusaha untuk beranjak dari tempat tidurnya.


"Sabar, Sayang. Aku sudah tidak bisa menahannya lagi" mohon Devan dengan menarik Leah lagi sehingga gadis itu tertidur kembali.


Dan Devan pun melakukan aksinya lagi dengan mencium lehernya Leah secara


paksa.

__ADS_1


"Devan! Hmm, ini ... bu-bukan saatnya untuk... hmm' racau Leah dengan memejamkan matanya.


Devan pun tidak memedulikannya, ia terus- terusan menggerayangi seluruh


tubuh Leah dengan sangat liar.


Ketika sedang panas-panasnya, orang yang bernama Anggi itu mengetuk pintu kamar kos-annya lagi.


Leah kamu sudah pulangkan? Apa kamu sedang mandi?" tanya Anggi dari luar.


Dan seketika itu pula, keduanya semakin tidak bisa berkonsentrasi pada aksinya itu.


"A-aku bukain pintu dulu ya" ucap Leah dengan gugup. Lalu, mau tidak mau Devan dengan terpaksa melepaskan Leah yang sudah hampir telanjang bulat.


Leah pun segera merapikan pakaiannya kembali. Sedangkan Devan, ia terlihat sangat kecewa karena aksinya selalu gagal terus.


Tapi ia berusaha untuk tidak marah karena memang hal itu seharusnya tidak boleh terjadi.


"Orang itu siapa sih?" tanya Devan sembari mendekap kan tangan di dadanya.


"Dia teman ku, sekaligus tetangga ku; jawab Leah tersenyum manis.


"Oh, ya sudah kalau begitu, aku sekalian pulang saja, deh; ucap Devan sambil manggut-manggut.


"Maaf ya, aku-"


Kenapa minta maaf?"


Devan langsung memotong pembicaraannya Leah.


"Aku.. aku .. ah sudahlah, lupakan. Aku mau buka pintu dulu!" ucap Leah salah tingkah.


Devan pun terkekeh-kekeh melihat tingkah laku Leah yang tidak seperti biasanya. Pada saat Leah membukakan pintu, seketika itu pula anggi tercengang


dan kaget.


Bagaimana tidak, selama dirinya bertetanggaan dengan Leah, baru kali ini dia melihat sosok laki-laki bersama Leah di dalam kamar kos-annya.


"Eh, a-ada tamu ya, maaf mengganggu ya Le" ucap anggi yang terkesima melihat


ketampanan Devan.


Leah hanya bisa terdianm dan tidak ingin berkata sesuatu karena malu.


Namun, untung saja Devan langsung menjawab dengan ramah.


"Gak apa-apa kok, santai saja.


Lagian aku mau pulang, ujar Devan dengan santainya.


"Leah, aku pulang dulu ya, nanti aku kabari jika sudah sampai kantor"


"lya, hati-hati, jawab Leah tersenyum ma


Jangan lupa tinggal kan jejak ya guys


seperti Like ,vote dan kasih hadiah ya.


Biar author makin semangat buat up terus .


Sebelumnya makasih buay yg sudah Mengomentari karya saya ,agar saya tau apa kekurangan di Novel saya 🤗😉

__ADS_1



__ADS_2