
Warning : cerita berikut adalah untuk orang dewasa 17 tahun keatas .
So buat yang masih dibawah umur harap jangan dibaca .
Kalau masih ngak mau dengarkan
ya itu bukan tanggung jawab author .
*Happy reading
Leah langsung menggenggam adik kecilnya Devan yang sudah menegang sembari berkata, " Siapa yang tidak berani? Aku atau malah itu dirimu ?"
Sekarang giliran Devan yang tengah gugup, ia tidak bisa mengeluarkan kata-kata lagi dia diam membisu bagaikan batu karena tindakan Leah yang begitu tidak terduga .
Apalagi genggaman leah yang kuat itu,
membuat adik kecilnya Devan semakin mencuat.
"Oh tidak! Kenapa aku seceroboh ini!" batin leah yang mulai menyadari apa yang dia perbuat.
Leah pun melepaskan genggamannya, namun Devan langsung menarik tangannya Leah lagi dan menuntun melanjutkan kembali apa yang sudah Leah lakukan tadi.
Leah menatap Devan dengan tatapan tajam, "Dev, aku_"
Devan langsung ******* bibir Leah dengan rakus.
Dan tangan kanannya meraih wajah Leah agar ciumannya tidak terlepas.
Sekitar Iima menit mereka tidak bergeming sama sekali.
Sementara napas leah sudah mulai tersengal-sengal.
Setelah beberapa menit kemudian, Devan memberi jeda pada leah , dia melepaskan Leah yang sudah terengah-engah karena
sulit bernapas, mereka saling menatap lagi tanpa ada kata yang terucap dari kedua insan itu.Hanya mata mereka saja yang bicara lewat tatapan mata
Devan mulai meyentuh wajah
Leah lagi dan berkata, "Leah Aku mulai menyukaimu! Dan kamu adalah milikku ,mine forever !"
Leah Seketika tercengang mendengar penuturan Devan yang tiba-tiba itu.
Dia tidak tau harus mengatakan apa lagi sekarang ,tenggorokan nya kering dan berat seperti ada batu yang lengket disana.
Cupp..
Devan mengecup bibir Leah lagi.
Dan gadis itu masih belum bereaksi sama-sekali.
Cupp..
Devan pun mengecup bibirnya lagi yang masih merah merekah nan segar itu .
Namun lagi-lagi Leah tetap tidak memberontak perlakuan itu , apalagi berbicara kepada Devan.
Dia hanya menatap Devan seolah tengah mengagumi laki-laki itu.
Devan tersenyum melihat Leah yang tengah diam membisu , ia langsung memakaikan handuknya lagi, setelah itu
meraih gagang telepon yang ada disamping tempat tidur.
"Apa kamu tahu? Aku kesini hanya untuk menelepon staff hotel untuk memesan pakaian baru.
__ADS_1
Masa iya aku harus memakai baju yang tadi lagi, kan gak mungkin" ucap Devan
sembari menunggu teleponnya diangkat oleh staff hotel.
"Apa! Dasar brengsek! Leah merutuki kekesalannya pada pria yang baru saja
dikenal nya itu .
Sampai-sampai gadis itu mendadak diam
membisu dengan apa yang telah
terjadi.
Dia benar-benar tidak tahu apa yang seharusnya ia lakukan, sebab rasanya begitu beda dan terasa mengganjal dalam hati nya.
LEAH duduk di tepi ranjang sembari menatap telapak tangannya yang sudah berani memegang adik kecilnya
Devan.
la tidak habis pikir, bisa- bisanya berani memegang area terlarang itu, tanpa ada rasa malu sedikitpun.
Sementara, Devan masih sibuk berbicara dengan staff hotel yang di teleponnya
sudah terhubung dengan pihak tersebut.
"Apa yang sudah terjadi? Ya ampun, ini sulit dipercaya!" kata Leah dalam hatinya.
Leah mengingat kejadian- kejadian bersama Devan mulai dari telanjang di depan Devan, dan disentuh area sensitifnya oleh Devan hingga membuat dirinya terbuai oleh hasratnya yang
sudah membara.
Dan kini dirinya malah berani membangunkan adik kecilnya Devan yang seketika menegang dan siap untuk
Seumur hidupku, aku tidak pernah melakukan hal seperti ini, Dev, ucap Leah lirih.
Dan hal itu terdengar oleh Devan, setelah
menutup teleponnya.
Devan terdiam dan merasa bersalah terhadap Leah.
Dia pun langsung menghampiri Leah
yang masih duduk di tepi ranjang.
Tanpa basa-basi lagi, ia berlutut di depan Leah, dan meraih tangan Leah dengan lembut.
"Ya, aku tahu, aku minta maaf atas kelancanganku ini" ucap Devan menatap Leah yang mulai mengeluarkan air matanya.
Devan menyeka air mata Leah yang tiba-tiba saja terjatuh tanpa Leah sadari.
Leah menatap wajah Devan dan mulai
memberanikan diri untuk meraih
pipinya Devan.
"Dev, meskipun pertemuan ini sangat singkat, aku merasakan perasaan yang aneh pada hatiku.
Dan ini sulit untuk aku ungkapkan. Namun, aku yakin kamu adalah laki-laki yang berhati baik, dan itu sudah kamu buktikan sendiri dengan menahan hasratmu untuk tetap menjaga kesucian ku" tutur Leah sembari mengelus pipinya Devan.
Devan pun memegang tangan Leah yang sedang meraih pipinya, "Ya, aku juga merasakan hal yang sama, dan ini pertama kalinya aku langsung jatuh cinta
__ADS_1
pada pandangan pertama, dan itu hanya pada dirimu, Leah.
Aku bisa saja membuat dirimu hancur dalam sekejap, tapi aku bukan laki- laki yang seperti itu.
Aku sudah nyaman bersamamu, aku takut kamu menjauhi aku, Leah" kata
Devan lirih.
Ya memang Devan adalah tipe orang yang sulit untuk menyukai seseorang.
Bahkan untuk menyukai Kara saja, butuh
bertahun-tahun untuk bisa membuka hatinya agar bisa mencintai Kara sepenuh nya.
Namun, Kara membuat dirinya kecewa, dan rasa cintanya mulai pudar.
Bahkan sudah tidak ada lagi cinta dalam pernikahan nya setelah hadir nya leah . Dan kini hanya Leah lah yang mulai
mengisi hatinya dan mewarnai hari-harinya dengan penuh sukacita.
Yang tadinya sudah tidak ada semangat untuk hidup, kini rasa semangat itu semakin bergelora dan yang tadinya
sudah rapuh, kini menjadi kuat kembali, karena adanya gadis yang sangat dicintainya.
"Leah, sejujurnya aku sulit untuk jatuh cinta, tapi entah kenapa saat mulai
mengenali dirimu, rasa cinta itu tumbuh dengan cepat tanpa memedulikan perasan orang lain, termasuk diri kamu!" kata Devan lagi.
Deg..
"Benarkah?" kata Leah terperangah dengan penuh rasa syukur.
"lya, aku mencintaimu! Aku sungguh mencintaimu! Kamu mau kan menerima cintaku apa adanya?" tambah Devan sembari menatap Leah dengan mata
yang berkaca-kaca.
Deg..
Jantung Leah berdegup kencang dan tidak tahu harus bagaimana lagi, karena hal ini sungguh mendadak dan begitu
cepat sehingga Leah sulit untuk mengutarakannya.
Akan tetapi, hatinya tidak bisa dibohongi,
karena Leah juga merasakan hal yang sama dengan hatinya Devan yang juga merasakan jatuh cinta .
Apalagi, Leah percaya jika Devan adalah
orang yang terbaik untuk hidupnya.
Leah segera menyeka air mata Devan, dan menarik lengannya agar duduk di
sebelahnya.
Dia pun menatap Devan dan langsung berkata, "lya, aku juga mencintaimu, Dev.
Tapi tolong beri aku waktu untuk membenahi rasa ini, yakinkan aku dengan cinta tulusmu itu, agar aku semakin percaya padamu karena pertemuan yang
singkat ini rasanya membuatku merasa bingung.
JANGAN LUPA LIKE ,VOTE ,DAN MASUKKAN FAVORITE YA BIAR KALAU UP DAPAT PEMBERITAHUAN
TO BE CONTINUE
__ADS_1