HASRAT CEO BERISTRI

HASRAT CEO BERISTRI
CUTI DARI KERJA


__ADS_3

Seperti biasa , Tukang bubur itu menyajikan bubur ke dalam mangkuk yang dibawa Leah tadi . ketika hendak akan membayar, "Leah pesan satu lagi bubur nya kang "ucap nya leah buru-buru.


Tukang bubur itu pun menatap heran Leah yang tidak seperti biasa nya.


" Eh Tumben beli dua bungkus neng Leah emang mau buat siapa lagi ? Apa Ada tamu yang datang?"tanya akang tukang bubur itu penasaran.


"Ti-tidak ada kok! Yang satunya buat


nanti kalau mau berangkat kerja biar ngak usah beli di jalan kang"ucap Leah gelagapan.


"Oh, kirain ada tamu neng " ngomong-ngomong itu mobil siapa ya, bagus amat pasti orang kaya tuh celetuk tukang.


Maaf kang saya ngak tau mah ,oh ya kang saya buru-buru nih nanti terlambat kerja loh ,tolong percepat kang "ucap leah Buru-buru agar tidak ditanyai terus oleh tukang bubur itu.


Melihat tingkah Leah membuat tukang bubur itu mempercepat memasukkan bubur itu kedalam mangkuk yang dibawa leah tadi.


"Ini neng ,makasih ya neng udah beli "ucap tukang bubur itu menyerahkan mangkuk bubur itu kepada Leah sambil tersenyum.


"Iya ,sama-sama kang "balas nya sambil berlari masuk kedalam kost-an dan menutup nya dengan hati-hati.


"Untung saja aku cepat pergi dari sana kalu tidak aku bahkan habis ditanya-tanyain sama mereka perkara mobil itu"gumam nya lega.


Sementara itu di dalam kamar


mandi..


"Ya Tuhan! Apa yang sudah aku lakukan?"kata Devan sembari menatap dirinya lewat cermin.


"Apa dia akan marah atas


semua yang aku lakukan ini?Semoga saja tidak! Aku takut dia bakalan menjauhiku. Meski rencana ini baru dimulai,namun aku sudah mulai nyaman dengannya, ucap Devan dalam hatinya yang masih menatap dirinya lewat cermin.


Sementara itu, Leah duduk terdiam di tepi ranjangnya, Dia kembali terbayang-bayang tentang apa yang sudah terjadi saat bersama Devan. la tidak menyangka akan terbuai dengan ulahnya yang dilakukan Devan tersebut.


Namun ia tidak bisa pungkiri jika ulah Devan tadi membuat dirinya terhanyut dalam dekapannya yang hangat .


Tidak ada penyesalan dalam dirinya sebab hal itu baru kali pertama ia rasakan yang begitu nikmat. Karena dia selalu melakukannya sendiri, namun tidak senikmat sentuhan Devan tadi .


"Sudah lah aku tidak mau mengingatnya , ini kejadian yang sangat memalukan dalam hidupku! Mendingan makan saja, aku juga sangat lapar!'batin Leah yang perut nya sudah keroncongan minta diisi.


"Si pria aneh itu kok gak keluar keluar sih ! Apa dia main sendiri di kamar mandi?atau lagi main air bodo amat deh , mendingan makan duluan'ucap Leah dalam hatinya sembari meletakkan bubur yang dua mangkuk itu diatas lantai .


Tidak lama kemudian Devan pun keluar dari kamar mandi dan langsung menghampiri Leah yang sedang duduk di lantai sembari memakan bubur dimangkuk yang satu nya.


Perlahan-lahan Devan duduk di sebelah Leah dan berkata, Kamu ngak marah kan pada aku , ?"Ucapan Devan begitu lirih danpelan .


Dia seperti ketakutan jika Leah akan memarahinya.


Namun Leah hanya diam saja.


Ekspresi Leah tidak menunjukan marah

__ADS_1


atau tidaknya, karena ia masih menikmati bubur kesukaan nya itu.


"Aku minta maaf atas kejadian


tadi, aku sudah menyesal.


Aku mohon, tolong jangan marah padaku, aku tidak mau kita-"


Seketika Leah memotong pembicaraan Devan,"Jangan banyak bicara Makan lah,


nanti keburu dingin, gak enak


kalau makan bubur yang sudah dingin!"


"Apa! Jadi dia tidak marah?


Ah syukurlah!"kata Devan dalam hatinya.


Tanpa berkata-kata lagi, Devan


langsung mencicipi bubur yang sudah dibeli Leah.


Dia pun mengucapkan rasa terima


kasihnya kepada Leah karena masih peduli dengan dirinya dan tidak marah pada nya .


Sekarang waktu sudah menunjukan tengah sembilan pagi, saat itu pula ponsel Devan berdering terus tanpa henti.


Meskipun suaranya tidak begitu kencang,


Dan benar saja,ternyata yang menelepon Devan adalah Kara, istrinya sendiri.


Devan benar-benar malas untuk mengangkatnya, dan pada akhirnya, ia langsung mematikan ponsel miliknya agar Kara tak dapat menghubunginya lagi.


"Kenapa dimatikan? "tanya Leah sembari membereskan mangkuk yang sudah kotor dan hendak mencucinya.


"Gak penting!'jawab Devan dengan singkat.


"Kalau kamu mau pulang ya pulang saja! Barangkali pihak keluarga mencarimu,


kan semalaman kamu tidak pulang tutur Leah.


Tidak kok, santai saja. Lagian aku bukan anak kecil lagi yang harus terus di jagain, ucap Devan yang masih menatap layar


ponselnya.


"Maksud aku itu, kamu pulang saja, barangkali mau kerja atau ada urusan kamu yang belum kamu selesaikan,selesaikan dulu lah.


Lagipula, hari ini aku mau pulang, mau


cuti dua hari, tutur Leah .

__ADS_1


Dia pun segera menyelesaikan mencuci mangkuk yang sudah dipakainya.


"Cuti? Memangnya kamu mau kemana?'tanya Devan penasaran.


"Kan, sudah aku katakan sama kamu! Masa lupa?'kata Leah mengernyitkan keningnya.


"Eh, iyakah? Aku lupa!" Jadi, uang yang kamu berikan itu, mau aku berikan


lagi sama keluargaku yang di kampung, jadi otomatis aku harus pulang hari ini, ucapLeah.


Dia langsung mengambil dompet kesayangannya.


Dia menghitungnya di depan Devan.


"Kenapa tidak pakai via transfer saja dari bank gitu? Memangnya Kampung kamu dimana? tanya Devan sembari memperhatikan Leah yang sedang menghitung sejumlah uang pemberian dariDevan.


"Di kampung pare, kalau


uangnya ditransferkan, aku nya gak bisa pulang! Percuma dong,soalnya aku lagi rindu-rindu nya pengen ketemu mereka! "tutur Leah dengan santainya.


"Kampung pare? Aku mesti kasih tau bodyguardku nih'ucap Devan dalam hatinya.


"Jauh tidak? Kalau tidak, bagaimana kalau aku anterin kamu pulang? tawar Devan dengan sumringah.


"Dia mau nganterin aku? Gimana ya? Kalau aku bawa laki- laki ke rumah, apa kata tetangga? Pasti mereka menyangka kalau aku bawa calon suami.


Tapi bagus juga sih, dia kan bawa mobil mewah, cocok untuk dipamerkan'ucap Leah dalam hatinya.


Dia senyam-senyum sendiri dengan hayalan nya tanpa memedulikan Devan yang sedang berada dihadapan nya sambil memandang dirinya.


"hey , malah senyam-senyum lagi?'kata Devan sambil mencolek hidung Leah.


Seketika lamunan Leah buyar karena dikagetkan oleh Devan .


Wajahnya kian memerah karena malu Devan tau kalau dia lagi menghayal tadi .


"Hmmm, kamu serius mau anterin aku ke kampung?"tanya Leah dengan bersungguh-sungguh.


"Serius!"jawab Devan tegas. "Di kampung aku itu, tetangganya pada kepo loh!


Emak-emak tukang ngegosip! Nanti kamu malah jengah kalau udah ada disana. Lagian buat apa kamu ikut aku pulang? Disana tidak ada fasilitas yang mewah,


makan pun ala kadarnya, dan" Belum juga Leah selesai bicara, Devan langsung


memotong pembicaraannya


dan berkata Ayo kita berangkat


sekarang!"


*Maaf karna author baru up ya semoga kalian tidak kecewa

__ADS_1


selamat membaca


jangan lupa tinggal kan Like,komen ,vote dan favorite kan ya guys 😷(author masih sakit guys)


__ADS_2