HASRAT CEO BERISTRI

HASRAT CEO BERISTRI
MENGUNJUNGI KELUARGA DI KAMPUNG


__ADS_3

Mendengar itu Leah jadi tercengang,


mendengar ucapan dariDevan.


Dan Devan pun terlihat begitu semangat untuk mengantarkannya pulang.


Sehingga, Leah tidak bisa berkata apapun lagi, karena ini atas kemauannya dia sendiri.


Dan disisi lain, Leah begitu senang jika melihat Devan merasa kegirangan.


Entah kenapa, Leah sudah nyaman dengan Devan , meski dia baru mengenal nya tidak selama perkenalan teman lelakinya, tapi Devan begitu menyenangkan.


Apalagi Devan. sangat ahli membuat Leah bahagia, dan itu membuat dirinya percaya seutuhnya kepada Devan.


"Kalau begitu, aku akan beres- beres dulu, oh iya kamu kan belum mandi? Dan aku tidak punya baju pria buat kamu! Nanti badan kamu gatal-gatal kalau ngak mandi bagaimana?kata Leah mengernyitkandahinya.


"Bukan gatal-gatal lagi sih


tapi, udah kayak bau kambing kecebur ke


Empang ucap Leah lagi sembari


tertawa kecil.


"Kalau soal itu sih gampang!


Aku bisa mandi dimana saja dan beli baju dimanapun yang penting toko itu menjual pakaian pria dan ukuran nya cocok padaku!'ucap Devan dengan


pedenya.


"Terserah kamu aja deh ,aku pergi nyusun barang-barang aku dulu kamu tunggu di mobil saja ya 'kata Leah sembari menyusun barang nya kedalam tas besar.


Sementara itu Devan pun pergi ke mobil menuruti kata-kata Leah tadi.


Setelah dua puluh tiga menit berlalu akhir nya semua barang sudah tersusun rapi dan Leah juga sudah berganti pakaian untuk kembali ke kampung halaman nya di kampung pare bersama Devan.


Leah mengangkat tas besar itu kedalam mobil dan langsung masuk kedalam mobil ,Leah terkejut melihat Devan yang malah tertidur karena menunggui nya di kemudi setir.


"Hey Devan ,bangun..... kamu ngak jadi kah nganterin aku pulang kampung"ucap nya sambil berusaha membangun kan Devan yang masih tertidur pulas.


Karena merasa terganggu akhirnya Devan pun terpaksa membuka mata nya ,dan betapa terkejut nya dia saat melihat Leah ada dimobil nya .


"Maaf ya aku ketiduran Kamu sih lama banget siap-siap nya,barang- barang yang mau dibawa mana ?tanya Devan lembut kepada Leah.


"Oh itu aku udah buat itu di kursi belakang sana ,karna tadi kamu ketiduran aku lanhsung saja memasukkan tas besar itu ke jok belakang biar kamu ngak repot"kata leah santai menjelaskan pada devan.


Karena semua barang telah siap ,Devan langsung menjalankan mobil nya dengan kecepatan yang maksimal.


Setelah dua puluh dua menit berlalu Devan menghentikan mobil nya di sebuah toko pakaian semua gender .


Dia memarkirkan mobil nya di samping toko itu dan mengajak Leah untuk masuk kedalam toko bersama nya.


"Ayo kita keluar ,aku ngak tau pakaian yang cocok untuk aku pakai jadi aku akan memakai pakaian yang sesuai selera kamu"minta nya memelas kepada Leah.


"Ayo ,aku juga bosan kalau terlalu lana di dalam mobil 'ucap nya menyetujui permintaan devan.

__ADS_1


Saat mencoba baju , Devan pergi mencoba nya ke kamar mandi .


Saat di kamar mandi pria tampan itu segera menelepon bodyguardnya.


Dia ingin memberitahukan bahwa,


ia sudah mengetahui alamat,tempat dimana Leah berasal.


"Halo Tio! Aku sudah tau dimana


wanitaku berasal, dia-" ."Dari Kampung pare kan Bos?"Tiba-tiba saja Tio langsung memotong pembicaraan Bosnya itu.


"Kok tahu?"


"Tentu saja lah Bos! Apalagi sekarang, kiita sudah berada di desa kampung pare! Tapi masih mencari-cari letak rumahnya itu ada di mana, nanti juga mau sekalian nanya ke orang-orang disekitar saja siapa tau ada yang tahu!"


"Bagus! Kalian berdua memang bodyguard yang terbaik, Gak sia- sia aku punya bodyguard seperti kalian.


Aku juga sekarang-" Belum juga selesai bicara, Devan sudah mendengar suara ketukan pintu .


"Eh sudah dulu ya, nanti aku telepon lgi.


"Oke Bos! Tapi jangan lupa bonusnya ya hehe!".


"Tenang saja, aku pasti akan segera meneransfer uang beserta hadiah buat kalian berdua!"


"Horey makasih bos!"


Beni dan Tio begitu kegirangan setelah mendengar akan diberi hadiah.


yang seperti biasanya.


Setelah menyimpan ponselnya dia pun memakai pakaian itu dan keluar dari bilik mandi.


Setelah Devan datang dari kamar mandi,Leah merasa jika pakaian itu sangat sempurna melekat ditubuh Devan.


"Oke ini sangat cocok ,itu saja pakai untuk sekarang biar keburu nih waktu'ucap nya sambil memandangi devan dengs tatapan kagum.


"Jangan dipandangi terus dong ,nanti luntur nih ketampanan abang 'ucap nya sambil menahan tawa melihat ekspresi Leah yang malu yang menurut nya sangat lucu .


"Bodo ah ayo cepat bayar biar nanti ngak nyampe malam hari di kampung' kata Leah sambil menahan malu karena ketahuan memandangi devan.


Setelah Devan membayar belanjaan nya itu ke kasir, merekapun keluar dari toko fan pergi menuju parkiran mobil.


Setelah Mereka masuk kedalam mobil , devan langsung melajukan mobil nya.


Didalam mobil yang hening Leah masih tidak menyangka jika dirinya sedang berada di dalam mobil mewah, dan bersama pria ganteng yang baru saja


dikenal nya itu.


Biasanya kalau kemana-mana, Dia hanya naik bus atau angkot.


Dan ini pertama kalinya Leah membawa seorang pria ke kampung halaman nya dengan mengendarai mobil mewah,


yang pasti sangat wow luar biasa dimata orang-orang kampung,

__ADS_1


termasuk keluarga Leah.


Selama di perjalanan, mereka saling


melontarkan candaan-candaan dan lama-kelamaan sudah tidak ada kecanggungan lagi diantara mereka berdua.


"Nanti, kalau bapak aku nanyain


yang tidak-tidak dan aneh-aneh , kamu tidak usah menjawabnya.


Bilang saja, aku dan kamu sudah lama kenal, biar mereka tidak khawatir dan tidak ragu saat bertemu dengan


kamu!"kata leah mengawali pembicaraannya.


"Baik lah Nona Leah, aku akan mengingat


perkataanmu ini !'ucap Devan sembari fokus menyetir.


"Hm, anak yang baik!l'kata Leah tersenyum manis.


Devan dan Leah saling tersenyum dan saling berpandangan.


Tapi untungnya, Devan masih bisa menjalankan mobilnya dengan begitu lihai.


Mungkin ini kedua kalinya, Devan merasakan hal yang tidak bissa dan tidak bisa diungkapkan hanya dengan kata-kata saja.


Sama halnya seperti waktu menyukai Kara sebelum ia mempersuntingnya. Entah apa jadinya, jika Devan dan Leah


saling jatuh cinta, sementara


Kara masih menyandang status sebagai istri sahnya Devan.


Sementara itu di sebuah rumah besar


Nyonya besar Celia dan Tuan Dimas sudah bersiap- siap untuk menuju ke ruang makan.


Mereka hendak pergi sarapan


pagi, setelah mereka selesai olahraga


di taman belakang.


Mereka berdua adalah orang tuanya


Devan.


Seperti biasa, di atas meja makan sudah tersedia begitu banyak makanan yang telah dihidangkan oleh para asisten


rumah tangga yang bertugas. Ada sekitar enam orang asisten yang tugasnya


menyiapkan segala makanan untuk majikannya di pagi hari .


Sementara itu, Kara sang menantu masih terlelap dalam tidurnya.


Meskipun dia serumah dengan mertuanya, Kara tidak pernah merasa malu akan sikapnya kepada sang mertua.

__ADS_1


*Jangan lupa Like,komen dan favorite kan ya


__ADS_2