
"iya, Mah, kalau itu sih sudah pasti aku akan menjaganya dengan semampu aku, tapi... apa mama mau menerimaku sebagai menantu mama?"tanya Leah lirih.
"Tentu saja, Sayang. Apa yang Devan sukai, berarti mama juga suka. Dan itu pastinya kamu diterima di rumah ini," ucap Nyonya Celia dengan penuh kasih sayang.
"iya, Mah, terima kasih. Tapi... aku anak piatu, miskin lagi, nanti mama malu punya menantu miskin seperti aku," tanya Leah lagi.
"Ya ampun, Sayang. Mama tidak memandang kamu miskin atau kayanya. Yang penting kamu menjadi istri yang baik untuk Devan, dan selalu bersikap sopan dan sayang sama keluarga, itu aja sih yang mama harapkan tidak lebih. Oh iya, anggap saja mama ini, adalah mama kamu, kamu boleh curhat atau cerita apapun sesuka hatimu, mama pasti akan menjadi pendengar yang baik untuk kamu," ucap mertuanya ,celia.
"Iya, Mah. Makasih atas semuanya," tukas Leah tersenyum manis.
"Ya, Sayang. Kebetulan mama juga tidak punya anak perempuan,hehe jadi...."
Belum juga selesai bicara, Devan dan dokter pribadi keluarga Devan datang menghampirinya.
"Ah, mereka sudah datang. Ayo sayang, jangan malu-malu, kamu harus diperiksa dulu, biar kita tidak cemas Dan tau apa yang sebenarnya terjadi sama kamu," ucap Celia.
"Baiklah Mah," balas Leah ragu-ragu.
Leah pun bersedia diperiksa oleh dokter. Dari mulai cek darah hingga dokter menyarankan untuk tes urine untuk memastikan gejala apa yang sedang di alami oleh Leah sekarang. Setelah melewati pemeriksaan, dokter itu pun menyimpulkan bahwa Leah tengah mengandung. Sontak saja, keluarga pak sanjaya begitu gembira mendengar kabar jika Leah sedang hamil anaknya Devan.
"Ya ampun, Devan! Selamat! Kamu akan menjadi seorang ayah,"puji Tuan Dimas terharu.
"Iya, Pa! Akhirnya harapan kita semua terkabul juga ya Pa,"ucap Devan sembari meneteskan air mata bahagianya.
Tuan Dimas pun memeluk anak semata wayangnya, ia sangat bahagia atas karunia Tuhan yang begitu indah kepada keluarga besarnya.
__ADS_1
Begitu juga dengan Nyonya Celia, ia langsung memeluk Leah dengan erat dan berkata sembari menangis dipelukan Leah, "Akhirnya penantian selama 10 tahun, mama akan menjadi seorang nenek, huhuhu. Makasih, Sayang! Makasih banget, kehadiranmu membuat kami begitu bahagia. Ini benar benar sebuah kejutan yang tidak terduga."
"Iya, Mah. Aku juga sangat bahagia," ucap Leah ikutan menangis karena terharu
melihat keluarga Devan saling meneteskan air mata bahagianya. Tidak lama kemudian, dokter memberikan resep vitamin untuk Leah dan juga untuk
kandungan Leah agar tetap sehat dan kuat. Karena usia kehamilan Leah terhitung masih muda. Jadi harus hati-hati tidak boleh kelelahan. Dan setelah tugasnya selesai dengan baik, dokter itu pun pamit untuk pulang.
"Akhirnya aku akan menjadi seorang ayah, semoga hari hariku untuk menanti sang buah hati berjalan dengan baik dan menyenangkan "ucap Devan dalam hatinya.
^^^^^
Semenjak Anggi dituduh sebagai perebut suami orang oleh orang orang disekitarnya, kini beritanya sudah tersebar luas di sosial media. Hari-hari yang anggi lalui begitu menjadi tidak berarti. Dan akibatnya, ia juga di usir oleh ibu kos yang dulu pernah mengusir Leah dari kos-kosannya.
Kini, anggi hidup menjadi wanita yang tertutup dan tidak menjadi wanita matre lagi. Ia bahkan mencari tempat yang jauh lebih sepi dari sebelumnya. Mantan-mantan pacarnya hanya tertawa sinis menatapnya, karena sudah tidak berhubungan lagi dengan anggi bahkan mereka memandang rendah anggi sebagai wanita pelakor. Dan kini anggi memilih hidup menyendiri dari orang-orang yang sudah mengenalnya.
Bahkan, Ria semakin mengusik kehidupannya anggi. Sampai-sampai, anggi kehilangan semuanya termasuk mata pencahariannya. Sehingga, wanita malang itu semakin terpuruk dan bernasib malang.
Akan tetapi, ria masih saja belum puas meski ia tahu kondisi anggi saat ini. Anggi juga sudah menjelaskan berkali kali jika dirinya bukan lah yang menyebabkan rumah tangga kakak sepupunya hancur. Namun, Adik sepupu kara masih saja tidak mempercayainya.
Hingga suatu saat, Anggi baru saja hendak mencari pekerjaan, tiba-tiba saja ia bertemu dengan Ria di sebuah taman. Dan hal itu membuat keduanya bertengkar lagi dan lagi.
"Sebenarnya mau kamu itu apa sih? Apa pernah selama ini aku mengusik kehidupan kamu?"geram Anggi murka.
"Kamu memang tidak pernah mengusik kehidupan saya. Tapi kamu sudah menghancurkan rumah tangga kakak saya. Jadi..."
__ADS_1
Belum juga ria selesai bicara, tiba-tiba saja anggi menyentaknya, Sudah ku katakan, aku itu bukan perusak rumah tangga kakak kamu! Kamu orang pintar, kenapa tidak menyelidikinya orangnya langsung sih?"
"Buat apa aku menyelidikinya, sementara kamu lah yang pertama kali aku lihat sedang makan malam bersama kakak iparku, apa itu tidak mencurigakan juga?"ucap ria geram.
"Hanya sekedar makan malam, apa itu bisa dikatakan merebut suami orang? Cih, menyebalkan sekali. Lama-lama aku laporkan aja kamu ke pihak yang berwajib biar tahu rasa," ancam Anggi cetus.
"Oh, silahkan saja. Saya tidak takut. Pelakor, tetap saja pelakor. Orang lain pun pasti akan memahaminya," ucap Ria menyeringai.
"Sudah ku katakan bukan aku, tapi Leah! Kenapa sih kamu tidak mencari si Leah saja, tidak malu kah kamu menyangka orang lain yang merebut suami kakakmu itu? Kalau mau nuduh, pakai logika dong," tambah anggi.
Ketik mereka sedang panas panasnya bertengkar, tiba tiba saja ada sosok yang baru saja menguping pembicaraan keduanya. Sosok laki-laki yang tahu betul dengan nama yang sudah di sebutkannya tadi. Siapa lagi kalau bukan Kevin, teman masa kecilnya Leah .
Setelah pertikaian yang sengit itu berakhir, Kevin langsung menghampiri Anggi yang sedang menangis tersedu-sedu. la menangis bukan karena di pukul atau dijambak oleh Ria, tetapi menangis karena tidak ada satupun yang mempercayai apa yang dia Katakan.
"Kamu... orang yang sedang viral di sosial media sekarang itu kan?"
Tiba-tiba saja suara Kevin membuat terkejut hati Anggi. Dan tentu saja gadis itu langsung terperanjat kaget.
"Siapa kamu? Mau menghina aku juga kah?"ucap anggi sembari menyeka air matanya.
"Tidak, aku hanya ingin tahu saja, kenapa kamu bisa bisanya menyebut nama Leah, sementara-"
"Sudah lah, tidak perlu dibahas lagi, lagi pula kamu juga tidak akan mempercayai apa yang akan aku katakan?"sela anggi sembari beranjak dari tempat duduknya. "Tunggu, jika aku percaya, bagaimana?"ucap kevin. Sejenak Anggi terdiam, ia memandangi Kevin dengan serius. Hatinya terasa damai karena baru kali ini ada orang yang mempercayai ucapannya itu.
Anggi duduk kembali dan bercerita mengenai masalah yang sedang dihadapi nya itu. Sementara Kevin, mendengarkannya dengan serius. Ada raut penyesalan yang dirasakan oleh anggi, dan ia sangat ingin meminta maaf kepada Leah atas keiriannya dimasa lalu itu.
__ADS_1
^^^Jangan lupa Vote Dan kasih hadiah ya