HASRAT CEO BERISTRI

HASRAT CEO BERISTRI
JANGKA WAKTU


__ADS_3

Hari demi hari telah Leah lewati dengan begitu hampa. Meski Devan tidak pernah lagi menemuinya, Namun dua orang bodyguardnya selalu mengawasi gerak-gerik kemana Leah melangkah.


Leah juga menjadi pribadi yang tertutup. Sehingga komunikasi dengan Kevin pun tidak pernah berjalan dengan baik. Bahkan Leah mengganti nomornya agar tidak ada lagi orang yang datang menemuinya termasuk Devan. Leah juga telah menemukan sebuah kontrakan yang cukup dikatakan layak bagi Leah yang penting ia bisa berteduh dari terik panasnya matahari dan dinginnya air hujan. Namun, meskipun begitu, tetap saja Devan selalu mengetahu dimana pun Leah berada.


Berhubung uang yang dipinjamkan oleh Pak Doin harus segera dilunasi dalam waktu dua Minggu, Leah pun bertekad untuk mencari uang tambahan meskipun jalan yang ia tempuh dengan cara yang salah. Tentu saja dengan cara melayani para lelaki hidung belang.Karena bagi Leah ini lah satu-satunya cara agar dia bisa secepatnya melunasi semua hutang-hutangnya kepada managernya itu.


Saat malam tiba, kedua sosok bodyguardnya Devan sudah berada di dalam bar itu. Mereka masih terus menjalankan tugas dari Devan untuk memantau gerak-geriknya Leah yang sedang melayani para laki-laki meminum-minuman yang beralkohol.


"Setiap kali kita ke sini, pasti dia sedang melayani para lelaki itu. Dan ini yang ketiga kalinya kita melihat dia bersama laki laki asing," ujar Beni sembari menatap Leah dari kejauhan.


"Ayo kita lapor saja sama bos, sebelum sesuatu terjadi pada gadis itu. Aku yakin, si bos pasti tidak akan terima jika dia terus-terusan melayani para lelaki hidung belang itu," ucap Tio dengan tatapan yang sangat tajam.


"Baik lah, biar aku saja yang menghubungi dia!" tukas Beni sembari merogoh ponsel di dalam kantung celananya.


Ketika Tio hendak menelepon, tiba-tiba saja Tio melihat sosok laki-laki yang pernah mereka lihat saat bersama dengan Leah. Siapa lagi kalau bukan Kevin.


"Eh Ben ,lihat deh bukankah itu adalah laki-laki yang pernah bersama dengan Leah ?apa mungkin Leah masih berhubungan dengan pria itu ? tanya Tio sembari menatap serius kearah Kevin.


Pada aaat itu, Leah masih menemani para pria yang sedang berpesta minuman. Ia bahkan tidak mengetahui bahkan tidak menyadari jika Kevin datang menghampirinya. Leah juga sedikit terlihat mabuk karena para pria itu terus-terusan meminta Leah untuk menemani dirinya meminum-minuman yang beralkohol itu. Bahkan tanpa Leah sadari, ada seseorang yang memasukan obat perangsang ke dalam gelasnya, ketika Leah sedang mengambil stok minuman.

__ADS_1


"Greyy..!" panggil Kevin dengan mata yang siap meloncat keluar dari tempatnya.


Rupanya Kevin sangat nekad ingin bertemu dengan Leah karena sudah hampir beberapa hari ini, ia kesulitan untuk menemui Leah lagi. Bahkan ia tidak bisa menghubungi Leah lagi karena nomornya sudah tidak aktif sama sekali.


Saking nekadnya, ia menghampiri kos-kosannya yang dulu pernah Leah tempati, disitulah Kevin tahu, jika Leah bekerja di sebuah bar yang sama sekali belum pernah ia datangi. Orang-orang yang berada di kosannya pun memberitahukan jika Leah sudah tidak tinggal di kosannya itu.


"Kevin!" ucap Leah kaget. Mukanya semu memerah karena menahan rasa malu dan rasa yang sudah tidak beraturan dan rasa panas .


"Jadi ... benar ya, kamu bekerja di sini?" tanya Kevin yang masih tidak percaya atas apa yang sudah dilihatnya itu.


Dengan cepat Leah pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Kevin yang sedang berdiri tegak di hadapannya. Dengan sedikit malu-malu dan pipi yang memerah, Leah pun memberitahukan jika apa yang Kevin lihat semuanya memang benar begitu nyatanya.


Satu-satunya pekerjaan yang Leah lakukan seperti ini lah di setiap harinya. Dan hal itu bukan karena kesenangan semata, tapi hanya untuk menambah penghasilan agar utangnya pada sang manager secepatnya terlunasi.


"Ayo kita pulang saja! Aku tidak bisa melihat kamu seperti ini!" ajak Kevin dengan penuh rasa kasihan.


"Bagaimana aku bisa pulang, sementara pekerjaanku masih belum selesai, vin," tukas Leah dengan ekspresi datar.


"Memangnya sampai kapan selesainya?" tanya Kevin penasaran. "Apa pekerjaanmu harus seperti ini, Leah? Coba kamu lihat bartender lainnya, mereka juga bekerja, tapi tidak duduk-duduk dengan para lelaki seperti itu!"

__ADS_1


Mendengar ucapan dari Kevin, otomatis Leah pun merasa tersinggung. la bahkan masih bisa merasakan dan mencerna apa yang sedang dibicarakan oleh Kevin. Memang ini bukan lah keinginannya, tapi apa boleh buat uang lah yang menggelapkan semuanya. Hanya demi uang, Leah rela menjadi wanita yang menurut Kevin sangat tidak baik.


"Terus, apa urusannya dengan kamu? Kalau kamu tidak mau melihat aku seperti ini, lebih baik kamu pulang saja. Lagi pula aku tidak mengundang kamu datang kesini kan?" cetus Leah dengan tatapan yang tidak menyenangkan.


"Tentu saja ini urusanku, kamu kan teman baikku, Grey!" tegas Kevin.


"Aku butuh uang, Kevin! Kalau kamu memang teman aku, harusnya kamu mendukung pekerjaan aku dong!" ucap Leah dengan kesal.


"Tapi Grey..-"


Namun, belum juga Kevin selesai bicara, Leah sudah tidak mau mendengarkannya lagi. Ia langsung melangkah menuju para laki-laki itu dan beberapa teman wanitanya yang sudah terbiasa melayani para lelaki hidung belang.


Kevin yang melihat Leah seperti itu menjadi semakin kasihan. Dan ia juga menyesal karena tidak bisa membantu Leah untuk meminjamkan uangnya, karena memang kevin tidak punya uang sebesar itu.


"Aku memang bukan siapa siapanya kamu, Grey. Aku hanya teman masa kecil kamu, dan entah mengapa aku tidak ingin kamu menjadi wanita liar seperti teman-teman kamu itu," ucap Kevin dalam hatinya.


Kevin hanya bisa menatap Leah dari kejauhan, sama halnya seperti kedua Bodyguardnya Devan. Mereka begitu memedulikan Leah, sehingga gadis itu masih aman walau dirinya tidak tahu ada yang sedang memperhatikannya juga melindungi nya diam-diam.


Sementara di sisi lain, kedua bodyguard-nya Devan masih tetap siaga untuk memantau gerak geriknya Leah. Mereka berdua bahkan berusaha menebak-nebak pembicaraan Leah dan Kevin walaupun hanya dengan melihat ekspresi dari wajahnya saja.

__ADS_1


"Sepertinya mereka sedang bertengkar ya, Tio? Apa perlu kita menghubungi Bos Devan, kalau laki-laki yang kemarin-kemarin itu sedang bersama dengan Leah?" ucap Beni yang masih memandang Leah dengan serius.


Jangan lupa LIKE , VOTE DAN favorite kan ya guys author Love


__ADS_2