He'S My Husband

He'S My Husband
CHAPTER01


__ADS_3

Seorang laki-laki berwajah tampan sedang berdiri disamping mobil mewahnya. Dia terlihat kesal, sesekali dia mengecek benda pipih berlogo apel digigit itu. Masih sama tidak ada notif apapun, dia melihat sekelilingnya yang sangat ramai. Tetapi, tidak ada orang yang ia tunggu. Akhirnya dia memutuskan untuk menunggu di dalam mobil, merasa bosan disana dia segera menghidupkan mobilnya. Pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang sangat kesal, bagaimana tidak kesal? dia sudah menunggu hampir dua setengah jam disana. Tetapi, orang yang dia tunggu tidak memperlihatkan batang hidungnya. Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, masa bodo dengan para pengemudi lain yang mengumpatinya. Mobil mewah itu kini terparkir sempurna di depan masion bernuansa putih yang kelihatan mewah, masion style Eropa yang memiliki tiga tingkat lantai itu terlihat sangat elegan.


Laki-laki itu keluar dari mobil, dia melangkahkan kakinya memasuki masion. Didalam masion mewah itu sangat sepi, langkah kakinya terhenti saat melihat seorang laki-laki sedang tertidur di sofa ruang keluarganya. Kakinya melangkah mendekati orang itu, dia berkacak pinggang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Kepalanya menoleh ke meja yang ada disana, dia melihat banyak makanan dan minuman disana. Lengan kokohnya mengambil segelas air putih, dia menumpahkan air itu kewajah laki-laki yang sedang tidur. Laki-laki itu melompat dari sofa, dan terjun ke lantai dengan mata terpejam.


"BANJIR WOI BANJIR. TOLONG GUE WOI, GUE GAK MAU MATI, GUE BELUM KAWIN! GUE MASIH PENGEN PUNYA ANAK. SIAPAPUN YANG NOLONGIN GUE, KALO CEWEK BAKAL GUE JADIIN BINI DAH ASALKAN CAKEP KALO BURIK GUE JADIIN BABU. KAN ENAK LO PUNYA MAJIKAN GANTENG KAYAK GUE. KALO COW-"teriakannya terhenti ketika ia menyadari tidak ada yang basah selain wajahnya, dia membuka matanya dan mengerjapkan nya beberapa kali.


Laki-laki itu langsung menatap orang yang sedang berdiri sambil berkacak pinggang, dan menatapnya tajam. Tetapi, ia membalasnya dengan cengiran dan tampang watadosnya. "Udah?"tanya laki-laki itu, sembari menatap tajam orang yang berada di depannya.


"Oh, ayolah Ren, hari ini gue kan lagi cuti berarti bisa santai-santai dong,"ucapnya dengan tampang songongnya. "Eh, gue lupa tadi bokap lo nyuruh kita kerumahnya,"sambungnya dengan santai dia berdiri dan melangkahkan kakinya untuk duduk di sofa, belum sempat duduk orang yang dia panggil dengan sebutan 'ren' itu mencegahnya.


"Aji, bersihin sampah-sampah lo,"ucapnya sebelum pergi melangkah, baru beberapa langkah orang itu berbalik. "Oh satu lagi, sekalian lo cuci mobil gue,"sambungnya dan melanjutkan langkahnya.


Dia Aji Zaraka teman kerja sekaligus sahabatnya, mereka bersahabat sedari SMA. Aji adalah anak tunggal dari sepasang suami istri, Ibu dan Ayahnya adalah pengusaha sukses.


Aji melotot tidak terima. "WHAT! GUE YANG GANTENGNYA MELEBIHI MANU RIOS DI SURUH NYUCI MOBIL? OH, NO! ARE YOU CRAZY DARREN!"pekik Aji dengan suara yang super duper cempreng, walaupun seorang laki-laki Aji memiliki suara cempreng layaknya seorang perempuan.

__ADS_1


Dia Aldarren Grissham Alando laki-laki berwajah tampan dan bertubuh atletis. Darren adalah anak sulung dari seorang Grissham Hermawan, pengusaha sukses dan terpandang. Mama nya bernama Diajeng Sekar Arum, Darren memiliki Adik laki-laki yang bernama Agam Grissham Samudra. Darren adalah pengusaha muda sukses menggantikan Papa nya di perusahaan Grissham, dia adalah lulusan terbaik di Harvard University.


Darren menghentikan langkahnya dipijakan tangga terakhir, saat mendengar suara cempreng berasal dari Aji. "Apa lo? Gak terima,"ucap Darren dengan tidak santai.


Aji maju kedepan, dengan tangan yang ingin menonjok orang. "Jelas! Seorang Aji Zaraka, orang terganteng dan kaya harus nyuci mobil? Yang benar aja!"jawab Aji ngegas.


Darren menunjukkan smirknya. "Oh, yes. You are sure? I can spread your disgrace and drop your self-esteem in front of women,"ucapnya dengan santai.


"Please. I have no disgrace,"jawab Aji dengan bangga sembari menepuk dadanya.


Darren menatap iba kearah Aji. "Ck, yakin gak punya aib? Setiap malam tidur pake celana kolor hello kitty siapa?"jawab Darren membuat Aji diam, wajah cowok itu memerah karena menahan malu. Sekedar info ya, Aji itu sangat menyukai kolor bergambar hello kitty yang menurutnya sangat imut agar dia terbawa menjadi imut.


'Sialan' umpatnya dalam hati.


Darren yang melihat itu tersenyum penuh kemenangan, dia kembali melangkah menuju kamarnya. Tangan kokohnya membuka pintu bercat cokelat itu, kakinya melangkah masuk. harum aroma kopi menjadi ciri khas kamar bernuansa abu-abu itu menyambut indera penciumannya. Darren langsung membaringkan tubuh atletisnya di kasur kingsize miliknya, matanya terpejam menikmati aroma kopi yang sangat ia sukai. Hari ini dia sangat lelah dan kesal, semua orang membuatnya jengkel. Mencoba menghilangkan kelelahan dan kekesalannya hari ini, Darren memutuskan untuk tidur. Tetapi, suara nada dering ponsel membuat dia mengurungkan niatnya. Darren merogoh saku celananya, dia mengambil ponselnya dengan malas.

__ADS_1


"Mama is Calling...."


Darren menatap layar ponselnya tanpa minat, dengan malas ia menekan tombol hijau itu. Baru saja dia menempelkan ponselnya ketelinga, dia langsung mendapatkan ocehan sang Mama.


"Darren! Kenapa kamu gak jemput Adik kamu hah! Mama kan udah bilang, jemput dia,"ucap Ajeng ngegas. "Kamu itu udah besar Darren! Mama suruh kamu buat jemput dan nunggu Adik kamu. Bukan buat ninggalin Adik kamu! Mau Mama sumpahin kamu hah? Mama nyuruh kamu buat jemput Adik kamu apa susahnya Aldarren Grissham Alando! Lama-lama Mama sumpahin juga kamu jadi jelek. Bosan Mama lihat wajah tampan kamu terus, sekali-kali mama pengen lihat wajah jelek kamu! Mama heran deh sama kamu, wajah tampan tapi belum nikah juga! Cih, dasar gak laku. Umur udah tua belum punya calon juga. Mama capek nyeramahin kamu terus, tapi kamu gak pernah dengerin omongan Mama! Mau jadi anak durhaka kamu hm? Mau Mama masukin lagi kedalam perut hah!"sambung Ajeng dengan suara yang tinggi.


Ingin rasanya Darren menyumpal mulut Mama nya, tetapi ia masih ingat dosa. Bukannya bangga memiliki anak tampan, tapi Mama nya? Malah menyumpahinya menjadi jelek. Kadang dia bingung dengan Mama nya, kalo ngomong suka tajam dan pedas. Apakah dulu Nenek nya saat sedang mengandung Mama nya suka memakan cabe rawit dengan pisau-pisaunya. Darren sangat lelah di permainkan oleh semua orang hari ini, hari ini banyak kekacauan terjadi yang membuatnya kesal.


"Assalamu'alaikum,"ujar Darren.


"Darren kamu ya, gak sopan sama orang tua! Bukannya minta maaf,"jawab Ajeng.


Darren menghela napas berat, apa salahnya dia hanya mengucapkan salam? Toh tadi Mama nya tidak mengucapkan salam sebelum bicara. Berbicara dengan Mama nya yang sedang marah seperti ini akan membutuhkan stok kesabaran yang banyak.


"Darren capek Ma,"ujar Darren.

__ADS_1


"Malam ini kamu sama Aji harus datang kesini. Ngerti!"balas Ajeng, sambungan telepon langsung di putuskan secara sepihak oleh Darren, masa bodo mau dianggap anak durhaka. Intinya sekarang dia hanya ingin istirahat, tidur untuk menghilangkan rasa lelah dan kesalnya.


Dia kembali memejamkan matanya, tetapi suara nada dering terdengar kembali dari ponselnya membuat dia kembali membuka matanya. Dengan kesal Darren mengambil ponselnya dan mematikanya, setelah itu dia membanting ponselnya ke lantai. Darren kembali memejamkan matanya, baru beberapa menit dia sudah terlelap.


__ADS_2