He'S My Husband

He'S My Husband
CEO arrogant


__ADS_3

Sedangkan Haikhal dia benar benar memperhatikan istrinya dengan bibir yang tanpa henti membentuk senyuman. "Bahagia banget kalo orang yang kita sayang jadi milik kita." guman Haikhal dengan senyumnya sebab mendapatkan perlakuan sangat baik dari istrinya.


"Kenapa ngelamun gitu? Mikirin apa?." tanya Hana dengan menoleh sekejap namun kembali membersihkan meja makan dengan mengelapnya.


"Mikirin kenapa gak dari dulu aja kamu jadi istri aku." jawab Haikhal dengan senyumnya dan masih menatap istri tercintanya itu. Hana menatapnya sekejap namun kemvali mengabaikannya.


Haikhal hanya tersenyum lebar dan mengikuti istrinya yang mencuci piring itu. Lelaki itu memeluk istrinya dari belakang, Hana sama sekali tidak menolak namun dia nampak gugup akan kelakuan suaminya tersebut. "Haikhal lepasin." ucap Hana dengan meletakkan piring ketempatnya.


"Bentar aja." balas Haikhal. Hana tidak menjawabnya dan berjalan meninggalkan dapur dengan diikuti oleh Haikhal yang masih setia memeluknya dari belakang.


"Aku mau mandi, Kamu masih belum mau ngelepasin aku?." tanya Hana dengan wajah datarnya. Haikhal kembali berdiri tegak dan membuat Hana membalikkan tubuh menatapnya


"Mandi bareng." ucap Haikhal dengan senyum anak kecilnya.


"Dih." Hana menatap kesal dan meninggalkan suaminya tersebut dan langsung masuk kedalam kamar mandi.


"Dia gak bawa handuk." guman Haikhal dengan senyum senangnya saat istrinya tidak membawa handuk kekamar mandi.


Hana bersantai dengan merendamkan tubuhnya dudalam bath uo dengan mata yang terpejam, Hingga hampir satu jam dia brendam dia memilih untuk selesai dan mandi seperti biasa. "Eh handuk lupa dibawa." ucap Hana yang nampak sedikit panik sebab lupa membawa handuk.


"Gimana gue keluarnya kalo gini." ucap Hana dengan wajah bingungnya. Wanita itu membuka perlahan pintu kamar mandi dan melihat kekamar dan terlihat suaminya tengah berbaring santai diatas ranjang.


"Cih Haikhal ada dikamar lagi." umpat Hana yang kembali menutup pintu kamar mandi. Sedangkan Haikhal dia tersenyum senang saat sadar akan istrinya yang mengintip.


"Sayang udah mandinya?." teriak Haikhal yang berpura pura tidaj mengetahui bahwa istrinya tidak membawa handuk.


"Belum." jawab Hana dari dalam.


"Lama banget, Aku juga mau mandi loh." balas Haikhal pula.


"Gimana gue bilangnya." guman Hana yang tidak tau bagaimana harus meminta pertolongan.

__ADS_1


"Gas aja deh." Hana membuka pintu perlahan dan menampakkan kepalanya kepada Haikhal.


"Udah?." tanya Haikhal. Hana hanya diam sehingga membuat Haikhal hendak membuka pintu kamar mabdi tersebut namun dihadang oleh Hana.


"Eeh, Jangan." ucap Hana.


"Kenapa? Kamu kan udah mandinya." ucap Haikhal dengan memasang wajah bingungnya.


"A-aku lupa bawa handuk." jawab Hana dengan langsung menutup pintu kamar mandi sebab malu.


"Kamu lupa bawa handuk?." teriak Haikhal dari luar.


"Iya." balas Hana dengan nada lembutnya. Handuk istrinya yang sudah berada ditangannya membuat Haikhal membuang nafas panjang.


"Ini handuknya, Udah aku ambil." ucap Haikhal. Hana kembali membuka pintu kamar mandi dan meraih handuk yang ada ditangan suaminya namun Haikhal tidak mau memberikannya sehingga membuat Hana menatap tajam kepadanya.


"Lepasin." ucap Hana dengan wajah kesalnya.


"Haikhal kesiniin handuknya."


Bammmm.....


Haikhal yang mempermainkannya membuatnya terjatuh sebab lantai yang basah membuatnya terasa licin. Mata Haikhal membulat dan masuk kedalam kmar mandi tanpa memperdulikan apapun. "Keluar." teriak Hana yang saat ini tidak memakai apapun dan berusaha menutup tubuhnya menggunakan tangannya.


Haikhal tidak memperdulikannya dan langsung menggendong tubuh kecil tanpa sehelai kainpun itu dan membawanya keluar dan mendudukkannya diranjang. Tubuh yang panas membuat Hana masuk kedalan dekapannya sebab dia benar benar kedinginan.


Haikhal mendudukkan perlahan tubuh istrinya tersebut diatas ranjang namun Hana tidak melepaskannya sehingga perut Haikhal yang terbuka bisa merasakan sentuhan tubuh istrinya. "****." umpat Haikhal saat kedua tonjolan milik istrinya menyentuh miliknya.


"Sayang turun." ucap Haikhal yang masih bisa menahannya.


Hana masih tidak menjawab sehingga Haikhal mengulangi beberapa kali ucapan yang sama kepada istrinya namun tidak di ubris sama sekali. "Jangan salahin aku." Haikhal langsung menggenggan erat kedua tangan istrinya dan mencium bibir wanita tersebut.

__ADS_1


Hana nampak sedikit memberontak hingga akhirnya dia menerima serangan yang sangat lembut dari suaminya. Keduanya menikmati malam pertama mereka setelah menikah setelah satu bulan menikah, Meskipun bukan malam pertama bagi keduanya melakukan hal tersebut.


Dua jam berlalu.


Hana yang terlihat kelelahan menyandarkan kepalanya didada suaminya sambuil memainkan perut kotak lelaki itu. "Hem, Aku pikir kamu polos, Ternyata enggak." bisik Haikhal dengan senyum senangnya akan istrinya yang sudah semakin terbiasa dengannya.


"Maksud kamu apa." Hana menatap tajam dirinya. Haikhal kembali melebarkan senyumnya kepada istrinya dan mencium pucuk kepala istrinya tersebut.


"Enggak, Aku makin suka sama kamu yang lebih berani sama aku." jawab Haikhal dengan senyumnya. Hana hanya diam dan kembali menatap kebawah.


"Oh iya, Tadi kamu bilang isu CEO perusahaan kamu kejam? Maksudnya apa?." tanya Haikhal dengan wajah bingungnya.


"Em, Denger denger dia lebih kejam dari pak Devan, Dia ketat dan disiplin sama seluruh karyawannya." jawab Hana.


"Terus?." tanya Haikhal.


"Terus ada yang bilang juga dia pemalas dan jarang masuk kantor, Dia cuma ngandalin pak Devan aja, Tapi kayaknya bener deh, Masa iya hari pertama aku jadi asistennya dia gak dateng, Kan gak mungkin, Aku juga gak dikasih kerjaan sama pak Devan, Pak Devan juga gak ngejelasin apapun sama aku, Gak tau ntar betah apa enggak kerja jadi asisten dia." jelas Hana dengan serius.


"Oh gitu ya." balas Haikhal singkat.


"Em, Mungkin aja karna dia udah tua makanya jarang kekantor dan malas, Tapi kalo denger denger kata orang dia masih muda, Cuma kalo masih muda gak mungkin malas kan." sambung Hana dengan wajah kesalnya.


"Terus apa lagi?." tanya Haikhal dengan senyum geramnya akan seluruh isi kantor yang berpikir tentangnya seperti itu.


"Terus ada yang bilang dia itu sombong, Menakutkan, Ya kayak CEO arrogant gitu." jawab Hana. Haikhal nampak geram akan jawaban yang keluar dari mulut istrinya.


"Sabar Haikhal, Dia istri kamu." guman Haikhal dengan senyumnya dan mengusap kepala istrinya tersebut.


"Tapi kamu gak takutkan kalo jadi asisten dia?." tanya Haikhal.


"Kalo sekarang enggak soalnya belum pernah ketemu, Gak tau nanti kalo udah ketemu." jawab Hana. Haikhal hanya diam saja begitupun dengan Hana yang hanya merenung saja menatap kedepan dengan mata yang sedikit mengantuk.

__ADS_1


"Kamu kenapa mau nikah sama aku? Padahal kan kita ketemu cuma malam itu, Gak mungkin kan kamu jatuh cinta sama aku abis cinta satu malam itu" tanya Hana dengab mata yang terbuka tutup sebab sangat mengantuk.


__ADS_2