
Hana langsung melepaskan tangannya yang digenggam oleh Haikhal. "Kenapa dilepas?." tanya Haikhal dengan senyumnya, Hana hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan tersebut sebab dia dan Haikhal kembali menjadi pusat perhatian.
"Silahkan masuk calon istriku." ucap Haikhal dengan senyumnya sambil mempersilahkan wanita itu masuk kedalam mobilnya. Hana hanya diam dan langsung masuk kedalam mobil itu.
Haikhal masuk dibagian kemudi dan langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang namun saat baru saja meninggalkan rumah sakit Hana menatapnya dan itu sangat disadari olehnya. "Kenapa?." tanya Haikhal dengan senyumnya.
"Buat apa nyari gaun pernikahan? Kitakan nikahnya cuma sementara, Nanti kalo mama gua udah sembuh status pernikahan kita selesai kan?." tanya Hana dengan wajah polosnya.
"Dan kontraknya....."
"Tapi gak ada salahnya kan kalo kita bikin pesta." potong Haikhal dengan wajah tulusnya.
"Kalo ujung ujungnya kita pisah mending gak usah aja, Mubazir duitnya, Ditambah lagi......"
"Kamu gak liat tadi wajah mama kamu sama mama aku? Mereka ngedukung banget kita nikah, Gapapa ya bikin pesta, Kecil aja juga gapapa kok." bujuk Haikhal.
"Tapi........" Hana terdiam saat melihat wajah tulus dari lelaki dihadapannya itu, Lelaki yang memikirkan kebahagiaan orang tuanya.
"Perjanjian pranikahnya." sambung Hana dengan membuang nafas panjang.
"Mau buat pesta?." tanya Haikhal.
"Pesta kecil aja tapi." jawab Hana.
"Iya, Pesta kecil." balas Haikhal dengan senyum senangnya.
"Perjanjia pranikahnya mana?." Hana menengadahkan tangannya meminta surat perjanjian pranikah yang harus ia tanda tangani.
"Nanti kita buat sama sama, dengan kesepakatan bersama gimana?." tanya Haikhal dengan mengusap kepala wanita itu. Hana langsung menjauh dan kembali diam sedangkan Haikhal yang awalnya senang seketika menjadi kebingungan.
Haikhal tidak mengeluarkan suaranya lagi begitupun dengan Hana dan mobil kembali berjalan perlahan. "Kok agak aneh ya Hana kalo sama aku." guman Haikhal yang terlihat benar benar kebingungan akan sikap wanita itu.
"Masalah malam itu, A-aku minta maaf." ucap Haikhal sedikit ragu. Hana masih belum menjawab ucapan lelaki itu dan masih diam saja.
"Kamu kalo......"
"Masih lama ya sampe butiknya?." tanya Hana dengan wajah datarnya. Haikhal menatap kedepan dan menghentikan mobilnya sebab mereka sudah sampai.
__ADS_1
"Ini udah sampai." jawab Haikhal dengan senyumnya. Hana tidak mengeluarkan suaranya lagi dan langsung turun dari mobil tersebut.
"Hana, Tunggu." teriak Haikhal yang langsung memberikan kunci mobil kepada satpam dan berlari menyusul calon istrinya. Hana menghentikan langkah kakinya saat ditatap tidak wajar oleh pelayan. Haikhal menghentikan kakinya yang berlari dan menatap tajam para pelayan yang menatap istrinya dengan tatapan sinis.
"Sayang kenapa berenti?." tanya Haikhal yang langsung menggandeng tangan wanita itu.
"Pindah aja yuk." ajak Hana dengan memegang balik lebgan kekar Haikhal itu.
"Kenapa?, Pelayannya gak ramah ya?." tanya Haikhal debgan menatap tajam para pelayan.
Kaki Hana menjinjit menyesuaikan tingginya dan juga Haikhal. "Tatapan para pelayannya aja keliatan gk sopan, Apa lagi nanti kalo gua masuk pasti di anggep remeh ntar." Hana menurunkan kakinya.
"Ya meskipun emang gak mampu beli." sambungnya dengan melepaskan tangan Haikhal.
"Iya juga ya sayang, Kita belum masuk aja udah kayak gitu pelayannya, Yaudah ayo kita pindah butik aja." Haikhal sedikit meninggikan suaranya saat mengatakan hal tersebut. Hana tidak sadar akan panggilan dari Haikhal itu dan langsung menganggukkan kepalanya dengan tersenyum lebar.
"Tuan, Nona silahkan masuk terlebih dahulu." saat Haikhal dan Hana membalikkan tubuh baru para pelayan nulai berinisiatif memanggil namun Haikhal tidak memperdulikannya dan mengajak Hana pergi.
Haikhal meminta penjaga mengambilkan kembali mobilnya dan penjaga mengiyakannya dan menuruti perintahnya tanpa banyak bicara.
"Loh tuan Haikhal." manager keluar dan saat melihat Haikhal yang membukakan pintu untuk Hana dia langsung bergegas menghampiri Haikhal.
"Mati kita, Bakal dipecat ini." bisik dua pelayan dengan sedikit takut sebab dia tau siapa Haikhal..
"Tuan kenapa tidak mampir?." tanya manager dan melirik kepada Hana yang mengurungkan niat untuk masuk kedalam mobil.
"Sayang kenapa belum masuk?." tanya Haikhal kepada wanita yang masih memasang wajah polos dan benar benar polos.
Manager menatap kepada Hana dengan bingung. "Ah nona ini kekasih tuan?." tanya manager dengan senyum ramahnya.
"Sayang ayo masuk." ucap Haikhal kembali tanpa memperdulikan ucapan manager butik.
"Ah tuan bukankah lebih baik mampir terlebih dahulu, Ada banyak jenis pakaian, gaun untuk nona dan model terbaru didalam dan....."
"Kau menawarkan itu padaku?." Haikhal seketika memasang wajah datar dan seriusnya, ya itu adalah wajah sehari harinya sehingga membuat Hana yang diam tambah diam.
"I-iya tuan, Mungkin pacar anda....."
__ADS_1
"Lebih baik kamu tanya langsung sama pegawai kamu kenapa saya sama istri saya gak jadi masuk."
"Ayo sayang masuk, Kita cari butik lain aja." nada bicara yang sangat berbeda. Keduanya langsung masuk kedalam movil dan mobil labgsung melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan butik tersebut.
Manager yang dari tadi tersenyum sehingga mobil Haikhal tidak terlihat langsung memasang wajah kesal dan mendekat kepada para pelayan yang menyambut tamu. "Ikut saya." manager dengan wajah kesal masuk kedalam dan menuju keruangannya dengan dua pegawai yang ketakutan mengikuti dibelakangnya.
"Lo sama manager disana kayak orang saling kenal." ucap Hana saat dimobil hanya ada suara mesin.
"Iya, Mama sering beli baju ataupun gaun disana, Makanya tau." jawab Haikhal dengan tersenyum lebar.
"Tapi pelayannya buruk sama kamu, Nanti aku tutup aja butiknya kalo emang......"
"Emang lo siapa main tutup tutup aja butik segede itu." balas Hana yang meremehkannya. Haikhal langsung terdiam dan menatap kepadanta namun kembali pokus kedepan.
"Iya bukan siapa siapa, Tapi kalo kamu mau butik itu tutup, Aku bisa tutup butik itu buat selamanya." jawab Haikhal dengan tersenyum lebar menyombongkan diri.
"Cih, Coba aja kalo bisa." tantang Hana.
"Oke, Nanti sore atau besok kita balik kesana liat butiknya udah tutup atau belum." terima Haikhal dengan senang hati.
"Awas aja enggak." tantang Hana kembali. Haikhal hanya tersenyum tipis dan menghentikan mobil dibutik kedua. Hana turun terlebih dahulu.
"Silahkan masuk nona." pelayan melayani dengan sangat baik namun Hana terdiam dan menatap gedung tersebut.
"Gedung nya kayak....." wanita itu mengingat ingat gedung tersebut sebab merasa pernah kesana.
"Nanti gue kalo nikah mau gaun yang ini." Hana melihat gaun pajangan dijendela sangat indah.
"Nona silahkan masuk, Lihat lihat dulu." pelayan melayani dengan baik dan ramah.
Hana menoleh kearah tempat dimana gaun yang ia kagumi dahulu terletak. Haikhal ikut melihat kemana mata wanita itu melihat. "Mau gaun itu?." tanya Haikhal dengan senyumnya.
"Tuan." pelayan menyapa Haikhal dengan ramah. Haikhal hanya mengangguk.
"Liat liat didalam dulu aja gimana?." tanya Hana dengan senyumnya.
"Jelas aja boleh, Ayo." Haikhal menggandeng tangan wanita itu dan membawanya masuk kedalam butik dengan disambut sangat baik oleh para pelayan butik tersebut.
__ADS_1