
"Tapi lo......"
"Gue punya sopir pribadi." potong Haikhal yang langsung masuk kedalam ruangan tersebut dan menutup pintunya.
Haikhal berjalan mendekat kearah istrinya tersebut, Dia berjongkok dihadapan wanita yang tengah terlelap itu dan menatap lekat wajahnya. Tangannya terangkat dan menyingkirkan rambut yang menghalanginya menatap wajah cantik sang istri.
"Aku gak ada niat nyembunyiin ini semua dari kamu." ucap Haikhal dengan wajah bersalahnya sebab tidak memberitahu istrinya tentang dirinya.
"Belum sempat aja ngasih taunya bukan mau nyembunyiin." sambung Haikhal dengan memberikan ciuman didahi istrinya.
Mata Haikhal beralih menatap kepada makanan yang sama sekali tidak disentuh oleh istrinya. Haikhal mengambil telponnya didalam sakunya dan menghubungi sopir dan meminta sopir agar menjemputnya di cafe yang sedamg ia pijaki saat ini.
"Eyang gimana ini, Haikhal sama sekali gak ada kabar, Rumahnya juga gak boleh Shindi masuk." Shindi mengeluh dengan wajah kesalnya sebab sudah tidak pernah melihat Haikhal sejak hari dimana Eyang memanggil Haikhal in ntuk kerumah itu.
"Sabar ya sayang, Eyang bakal cari cara buat kamu ketemu sama dia........"
"Sama pisahin Haikhal dari si ****** itu." potong Shindi dengan nada bicara yang sedikit meninggi akibat kesal. Eyang membuang nafas panjang sebab bentakan dari Shindi sudah biasa diterima olehnya namun biarpun Shindi meminta hal tersebut dia masih belum menemukan identitas dari wanita yang dinikahi oleh Haikhal beberapa bulan lalu.
"Siapa sih yang berani ngerebut Haikhal dari gue." guman Shindi dengan wajah kesalnya.
"Em." Hana mengalihkan tubuhnya sebab kepalanya sedikit sakit. Haikhal sadar akan hal tersebut dan mengusap lembut kepala wanitanya tersebut.
"Sayang." panggil Haikhal dengan suara yang sangat lembut sambil tangannya mengusap kepala istrinya tersebut. Hana tidak menjawabnya dan malah menangkap tangan Haikhal dan meletakkannya diwajahnya.
Tangan hangat itu begitu nyaman dan sangat nyaman baginya sehingga dirinya mengusapkan wajah kesana. Haikhal hanya tersenyum gemas akan istrinya yang tertidur seperti itu dan cara tidur seperti itu sudah menjadi kebiasaan sang istri. "Pasti nyaman ya." ucap Haikhal yang semakin gemas akan wanita itu.
Biarpun Hana mengusapkan wajahnya ketangan Haikhal seperti orang normal namun Haikhal tau jika istrinya itu benar benar tertidur sebab hampir setiap malam saat istrinya sudah tertidur nyenyak selalu melakukan hal tersebut sehingga membuat dirinya terbangun.
Driiitttttt
__ADS_1
Ponsel berdering sehingga membuat Haikhal melihat siapa yang menelpon dan ternyata yang menelpon adalah sopirnya. "Halo tuan, Saya sudah didepan." ucap sopir dengan sopannya.
"Oke." jawab Haikhal dan langsung mematikan telpon tersebut.
Matanya kembali memperhatikan istrinya dan terlihat wanita itu sudah tidur dengan tenang dan melepaskan tangannya perlahan. Saat tangannya sudah terlepas dia langsung menggendong wanita itu.
"Itu dia."
Ckrekkkk
Seseorang mengambil poto Haikhal yang tengah menggendong seorang wanita dan melihat hasil potonya, Namun dipoto, Wajah wanita tidak terlihat sebab wajah wanita yang berada didada atau tertutup oleh dada Haikhal. Haikhal sadar akan hal tersebut dan menatap ke mobil hitam dibelakang.
Mobil hitam dibelakang menganggukkan kepalanya dan memundurkan mobilnya semakin jauh. Haikhal masuk kedalam mobil dengan Hana yang tidak mau melepaksan lehernya. "Shut, Shut." Haikhal mengusap bahu wanitanya dan kembali menenggelamkan wajah istrinya didadanya sebab dia bisa melihat orang yang masih mencoba memotret dirinya dan istrinya.
Sopir menjalankan mobil untuk kembali Keapartemen. Oranh yang memotret tadi dengan segera masuk kedalam mobil dan hendak mengikuti mobil Haikhal, Namun hanya berjarak beberapa meter dari cafe mobil penguntit dihadang oleh mobil hitam pengawal Haikhal yang di pekerjakan semenjak dia dekat dengan Hana dan keluarga.
"Cih mobil siapa ini." teriak penguntit dengan mengklakson terus menerus kepada mobil yang menghadangnya namun tidak di ubris.
Hari yang sudah malam membuat Haikhal membawa istrinya langsung pulang ke apartemen, Dia membaringkan perlahan tubuh kecil itu dan melepaskan sepatu yang dikenakannya dan juga jas kerjanya.
"Makanya gak usah terlalu rajin, Ke kantor pagi pagi sampe kecapean gini karna gak cukup tidur." ucap Haikhal dengan dirinya yang meletakkan barang varang istrinya pada tempatnya dan beralih kepada barang barangnya pula.
Haikhal mengecek pekerjaannya sebentar, Sekiranya sudah dikerjakan semua dia kembali keranjang dan ikut berbaring disebelah istrinya. "Perutnya belum diisi dari tadi siang." ucap Haikhal dengan mengusap perut istrinya yang belum mendapatkan makanan dari siang.
"Bangunin aja kali ya." ucap Haikhal yang sedikit ragu.
"Yaudah bangunin aja." ucap Haikhal yang tidak mau terjadi apa apa kepada istrinya sebab tidak makan dari tadi siang.
"Sayang." Haikhal membangunkan istrinya dengan begitu lembut. Hana belum merespon.
__ADS_1
"Sayang, Bangun, Makan dulu." ucap Haikhal dengan menatap lekat wajah wanitanya tersebut.
"Gak laper." jawab Hana yang sudah sedikit sadar dan memeluk tubuh kekar yang ada disampingnya.
"Yaudah, Nanti kalo laper bangunin aku ya." ucap Haikhal dengan nada bicara begitu rendah. Hana hanya menganggukkan kepalanya dan kembali melanjutkan tidurnya.
"Gapapa lah, Ikut tidur aja." Haikhal merebahkan tubuhnya disebelah istrinya tersebut dan memeluk erat tubuh wanita itu dengan cukup erat karna takut wanitanya pergi tanpa sepengetahuannya lagi.
Besoknya jam lima pagi.
Hana yang sudah puas tidur membuka matanya perlahan dan sangat perlahan. "Loh." matanya langsung membulat saat ada lelaki dihadapannya dengan menggunakan kemeja abu abu.
Dengan panik dia menatal sekeliling dan setelah itu baru menatap keatas dan terlihat itu adalah suaminya. "Hah, Kirain siapa." ucap Hana yang kembali menenggelamkan wajahnya didada suaminya.
"Eh tapi kok gue ada di......" Hana melihat sekeliling dan itu benar benar apartemen yang ia tinggali.
"Kok ada di apartemen? Bukannya kemaren rapat dan....." Hana mengingat apa yang terjadi kemarin.
"Ah iya, Gue diruangan terpisah abis itu ketiduran dan....."
Kryuukkkkk~
Perut Hana berbunyi sehingga membuatnya berhenti berbicara. "Gue belum makan dari kemaren sianh." ucap Hana dengan wajah sedihnya sebab laar dan berusaha melepaskan diri namun pelukan Haikhal yang cukup erat membuatnya susah untuk beranjak.
"Kok erat banget." ucap Hana yang kembali berusaha lepas dari suaminya namun tidak bisa.
"Haikhal lepasin aku." ucap Hana dengan wajah kesalnya namun tidak tega membangunkan suaminya.
"Em." Bukannya melepaskan istrinya Haikhal malah mempererat pelukannya sehingga Hana sedikit susah bernafas dan memukul tangannya yang berotot dan besar itu.
__ADS_1
"Em." Hana sedikit memberontak dan membuat Haikhal kaget dan langsung terbangun.
"Ada apa? Kenapa." dengan panik dan mata yang memerah Haikhal langsung duduk. Matanya membulat saat melihat wajah istrinya yang sudah memerah dibadapannya saat ini.