
"Udah selesai kan ngobrolnya? Sekarang lanjut makan, Kamu laper loh tadi." ucap Haikhal dengan senyumnya. Hana menganggukkan kepalanya dengan tersenyum juga dan melanjutkan makannya.
"Seenggaknya dengan Ara yang sok sibuk tadi bisa ngilangin pikiran dia tentang Devan tadi." guman Haikhal dengan senyumnya menatap istrinya yang tengah makan itu.
"Nanti kita jalan jalan ya." ucap Hana disela sela makan mereka. Haikhal menatap istrinya dan menghentikan makannya sejenak.
"Jalan jalan kemana sayang?." tanya Haikhal.
"Keliling aja daerah ini, Abis makan kita kelilingnya." jawab Hana dengan senyumnya.
"Boleh, Tapi abisin dulu makannya." balas Haikhal dengan senyumnya menyetujui keinginan istrinya.
"Tenang." jawab Hana dengan senang dan melahap dengan lahap makanan miliknya. Haikhal tersenyum dan dengan segera menghabiskan makananya tersebih dahulu.
Saat sudah makan, Keduanya meninggalkan ruang makan. "Ayo." ajak Hana dengan menggandeng tangan suaminya.
Haikhal diam sejenak dan tidak mengikuti langkah kaki istrinya sehingga Hana menatapnya. "Kayak gini aja kita jalan jalannya?." tanya Haikhal yang masih menggunakan celana pendek dan Hana yang mengenakan dres tidur dengan jaket.
"Iya, Gapapa, Nanti abis jalan jalan baru kita mandi, Ayo." ajak Hana kembali dengan girangnya dan menarik tangan suaminya.
Haikhal tidak memperdulikan penampilannya dan mengikuti istrinya tersebut dan keluar dari vila. "Kalo pagi di sekitar sini seger ya." ucap Hana dengan menghirup udara pagi itu.
Haikhal hanya tersenyum menatapnya dan Hana membawanya kembali untuk melihat lihat pemabdangan sekitar dan menjauh dari pantai. Hana nampak tersenyum menikmati pemandangan disana dengan Haikhal yang juga ikut tersenyum melihat senyum istrinya.
Saat berjalan jalan mereka melihat banyak toko untuk oleh oleh, Hana memasuki toko tersebut dengan di dampingi Haikhal yang selalu berada disampingnya dan tangan yang terus saja bergenggaman. "Wah cantik banget." ucap Hana dengan raut wajah kagumnya menatap isi toko tersebut.
"Selamat datang nona." pelayan menyambut dengan hangat dan dibalas senyuman oleh Hana namun tidak dengan Haikhal yang langsung memasang wajah datarnya.
"Cantik kan?." tanya Hana dengan memegang pajangan yang ada disana.
"Iya cantik." jawab Haikhal dengan senyumnya. Hana menerima jawaban tersebut dan mengambil pajangan lainnya mencoba memilih mana yang bagus di antara dua pilihan itu.
"Cantikan yang mana?." tanya Hana dengan menunjukkan keduanya kepada Haikhal.
"Cantikan kamu." jawab Haikhal dengan senyumnya dan perkataan yang jujur.
Hana langsung menurunkan kedua pajangan tersebut dan menatap datar kepada suaminya. Haikhal tertawa kecil dan mengambil kedua pajangan itu. "Kamu itu paling cantik." Haikhal mencium pucuk kepala wanita itu.
"Bungkus keduanya." ucap Haikhal dengan wajah datarnya memberikan pajangan kepada pelayan.
__ADS_1
"Baik tuan." jawab pelayan dan menuruti perintah dari Haikhal.
"Satu aja belinya, Gak usah dua duanya." ucap Hana saat Haikhal membelikan keduanya.
"Kenapa? Kamu kan suka yang itu, Dari pada bingung milih mending keduanya, Atau kamu mau semuanya?." goda Haikhal kembali dengan membungkuk menyama ratakan tinggi nya dan istrinya.
"Dih, Mentang mentang punya duit banyak sombong." balas Hana dengan wajah kesalnya.
"Kalo buat kamukan apapun aku turutin." jawab Haikhal.
"Ini tuan." ucap Pelayan dan memberikan pajangan itu kepada Haikhal. Haikhal membayarnya dengan pelayan yang sudah memberikan harga dan baru menerima barang beliannya tersebut.
Setelah selesai keduanya keluar dan berjalan kembali memasuki toko toko lain dengan Hana yang selalu tertarik dengan beberapa barang saat masuk toko sehingga Haikhal membelikan semua yang di tunjukkan Hana kepadanya meskipun Hana sudah marah marah dan menolak untuk membelikannya, Namun Haikhal tetap saja ingin membelikannya.
"Masih ada yang kurang gak?." tanya Haikhal memastikannya dengan melihat banyaknya barang bawaannya.
"Udah, Ayo keluar." ajak Hana saat Haikhal mengecek barang yang dibeli.
"Em, Lain kali gak usah minta pendapat sama dia." guman Hana dengan wajah ngerinya melihat dan mengingat Haikhal yang langsung membelikan apapun yang ia bandingkan dan di minta pendapat.
"Kita istirahat dulu gimana sayang?." tanya Haikhal.
"Yaudah ayo." ajak Haikhal dengan senang dan menggandeng tangan istrinya menuju ketempat tersebut.
Haikhal meletakkan barang barang bawaannya diatas salah satu meja kosong dan Hana membawanya menuju ke dekat penjual. "Kelapa botak sayang, Kamu mau?." tanya Haikhal saat melihat penjual memotong seluruh kulit kelapa dan hanya tinggal isi kelapa yang berisi air dan belum di buka.
"Mana, Liat." ucap Hana yang ingin melihat juga. Haikhal merangkul bahunya dan Hana melihat proses pembutannya.
"Mau." ucap Hana.
"Dua ya pak sekalian sama susu." ucap Haikhal. Penjual hanya menganggukkan kepalanya.
"Ayo." ajak Haikhal untuk menuju kursi mereka.
"Kamu aja kesana, Aku nunggu di sini." ucap Hana dengan senyumnya.
"Yaudah aku nunggu disini juga." balas Haikhal.
"Loh kok gitu, Kamu pasti capek, duduk disana aja." ucap Hana.
__ADS_1
"Kamu aja gak capek masa aku cape." jawab Haikhal.
"Loh Hana."
"Pak Haikhal." suara sapaan memanggil mereka membuat keduanya menoleh kearah suara.
"Tio? Bu Jia." ucap Hana sedabgkan Haikhal hanya menatap datar keduanya.
"Kamu ngapain sama......." Tio menatap Haikhal namun Haikhal menatap tajam kearahnya sebab dia mengetahui bahwa lelaki itu menyukai istrinya.
"Ah, G-gue kan asistennya pak Haikhal makanya bisa sama dia." jawab Hana dengan senyum canggungnya sedangkan bu Jia rekan kerja dilantai yang sama dan termasuk orang kepercayaan Haikhal hanya tersenyum.
Meskipun mereka seumuran namun Jia terlihat lebih dewasa dari Hana, Jia mengetahui tentang Haikhal yang sudah menikah dengan Hana dan malah menghadiri pernikahan mereka.
"Udah ayo Tio, Orang orang udah nungguin kita, Ayo." ajak bu Jia yang tidak ingin menganggu waktu pengantin baru itu.
"Tapi......"
"Ayo." paksa Jia hingga akhirnya Tio mengikutinya dan keduanya meninggalkan Hana dan Haikhal.
"huh." Hana membuang nafas legq saat keduanya pergi dan menatap kebelakang namun Haikhal sang suami sudah tidak ada.
"Sayang disini." teriak Haikhal saat istrinya yang terlihat mencarinya.
Hana melihat minuman pesanan sudah ada pada Haikhal dan diapun langsung menyusul suaminya itu dan duduk dihadapannya.
Haikhal membuka kelapa milik istrinya. "Langsung pake susu gak?." tanya Haikhal.
"Murni aja dulu." jawab Hana yang ingin mencoba kelapa segar terlebih dahulu.
Haikhal memberikan minuman itu. "Kenapa gak bilang sama dia kalo kita suami istri makanya barengan?." tanya Haikhal dengan membukakan kelapanya pula setelah sudah membuka kelapa milik istrinya.
"Kan orang di kantor gak ada yang tau kalo kita udah nikah." jawab Hana dengan meminum minumannya.
"Nanti pas kita masuk aku bakal umumin semuanya." balas Haikhal.
"Jangan." salip Hana dengan cepat.
"Kenapa?." tanya Haikhal dengan wajah bingungnya.
__ADS_1