
Disini Alea berakhir, membersihkan seluruh toilet sekolah. Hukuman yang tidak pernah Alea dapatkan, menurutnya lebih baik lari memutari lapangan daripada membersihkan toilet. Ya, ini adalah hukuman karena Alea terlambat dan hukuman karena terlibat masalah dengan guru. Bu Ratri guru itu kini sudah dipecat sebagai guru di SMA Grissham, dan tidak akan ada sekolah yang menerimanya lagi. Sedangkan bu Vanya, guru yang memiliki seribu wajah itu dipindahkan ke sekolah lain.
'Seorang Alea Syafanni yang cantik ini harus membersihkan seluruh toilet di SMA Grissham. Oh, no. Gue harus kabur, iya gue harus kabur. Tapi gimana caranya, guru ganteng sialan. Awas aja tuh guru berani bangat ngasih hukuman kayak begini sama gue,' ucapnya dalam hati. Ya, Darren lah yang telah memberikan hukuman ini kepada Alea. Bukan karena apa-apa, dia hanya ingin mengetahui seperti apa sifat gadis itu.
Alea celingukan untuk mencari keberadaan Darren, setelah dipastikan olehnya bahwa Darren tidak ada ditempat ini, dia langsung berlari keluar dari toilet itu. Lari nya terhenti di depan kelas XII IPS 2, dia langsung memasuki kelas itu. Senyumnya mengembang saat melihat tiga orang remaja laki-laki yang sedang terfokus pada ponselnya.
BRAK!
Dengan semangat Alea memukul meja guru menggunakan penggaris besi yang ada disana, sontak membuat tiga remaja laki-laki itu kaget dan refleks menjatuhkan ponselnya.
"Hai Agam! Mantan gue yang paling ganteng,"ucapnya sembari tersenyum manis membuat tiga remaja itu menoleh kearahnya.
Agam menganga tidak percaya, melihat gadis yang sedang tersenyum manis itu membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Dengan menghela napas berat Agam mencoba menetralkan detak jantungnya.
"Lo apa-apaan sih, Le! Untung hp gue gak hancur,"balas Agam dengan ketus.
Alea memasang wajah polosnya. "Agam, kok ketus bangat sih sama Lea. Agam marah ya sama Lea,"ucapnya dengan nada yang dibuat sesedih mungkin dan mata yang sudah berkaca-kaca. Ck, dasar ratu drama.
'Gam lo harus kuat, ini ujian Gam lo kuat. Gak boleh peduli Gam gak boleh,' ucap Agam dalam hati.
Agam menghela napas panjang. "Udah deh. Mau apa lo ke kelas gue?"tanya Agam dingin.
"Aaaaaaa Gama marah sama Lea hiks,"tangis Alea pecah.
Gama adalah panggilan Agam yang diberikan oleh Alea sewaktu mereka berpacaran dulu, dan Lea pun adalah panggilan Alea yang diberikan oleh Agam.
Agam gelagapan, dia segera menghampiri Alea dan membawanya kedalam dekapannya. "Cup, cup, cup. Lea cantik gak boleh nangis ya, Gama gak marah kok sama Lea. Sekarang Lea ngapain masuk ke kelas Gama?"tanya Agam dengan lembut.
Alea tersenyum di dalam dekapan Agam. 'Pelukan mantan emang enak,' ucapnya sembari terkekeh dalam hati.
"Lea mau ngumpet dikelas Gama, Lea gak mau dihukum. Ta-tapi Gama malah ketus sama Lea hiks,"jawabnya dengan sesegukkan.
"Emang Lea buat masalah apa lagi hm?"tanya Agam lagi.
Dalam hati Alea bersorak kegirangan karena mendapat pelukkan dan perlakuan lembut dari Agam mantan pacarnya. Ya, Alea dan Agam pernah berpacaran saat kelas sepuluh sampai kelas sebelas semester satu. Hubungan mereka terjalin kurang lebih selama satu tahun, entah apa yang membuat mereka mengakhiri hubungannya itu.
"Gak ada,"jawabnya dengan polos sembari menggelengkan kepalanya.
Agam melepas pelukan itu dan menatap Alea lekat. "Sekarang Agam mau ke kantin, Lea mau ikut?"tanya Agam.
Alea menggeleng polos. "Gak ah. Lea takut ketemu guru ganteng itu,"jawabnya.
Agam menganggukkan kepalanya. "Emang Lea mau kemana?"tanya nya lagi.
__ADS_1
"Lea mau ngumpet di kantin,"jawabnya dengan polos.
Mendengar jawaban dari Alea, Agam menghela napas berat. "Tadi, kan Gama udah bilang mau ikut ke kantin. Tapi Lea jawab nggak katanya takut ketemu sama guru, kok sekarang malah mau ngumpet di kantin. Kalo gitu bareng Gama aja,"ujarnya.
Alea menggeleng cepat. "Gak! Kalo sama Gama nanti banyak yang lihat, terus kalo banyak yang lihat nanti ketemu sama guru gantengnya lagi. Lea mau sendiri aja,"balasnya sembari berlari keluar dari kelas Agam.
Agam hanya menggelengkan kepalanya sembari tersenyum melihat tingkah mantan pacaranya yang tidak pernah berubah itu, selalu membuat masalah dan tidak mau bertanggung jawab.
"Aduh gagal muve on nih,"celetuk Reyhan yang sedari tadi diam memperhatikan reunian mantan itu.
"Sakit itu udah putus tapi masih cinta,"imbuh Rayhan.
Agam segera keluar dari kelas tanpa memperdulikan dua sepupunya, tidak akan ada habisnya jika Agam meladeni dua orang gila itu.
°^•^°
Suasana kantin saat ini sangatlah ramai, banyak siswa dan siswi yang sedang beristirahat dikantin. Dikantin juga saat ini terdapat beberapa guru yang sedang menghabiskan waktunya disana.
Alea celingukan untuk mencari keberadaan para sahabatnya, mata hanzelnya tertuju pada bangku kantin yang berada paling pojok. Dengan semangat Alea menghampiri bangku itu, sesampainya disana Alea langsung meminum minuman yang ada disana sampai habis tanpa meminta izin kepada pemiliknya.
"Apa-apaan sih, Le! Itu minuman gue astaga!"pekik seorang gadis pemilik minuman itu.
Gadis itu membulatkan matanya. "Heh, lo bilang dikit? Itu minuman gue habis gila!"bentaknya.
"Lily, kan bisa beli lagi. Katanya orang kaya tapi kok cuma minumannya habis aja marah,"ucap Alea dengan polos.
Gadis itu adalah Lilyana Ajrina, sahabat Alea sedari kecil. Lily adalah anak dari seorang pengusaha sukses, dia memiliki kembaran yang bernama Lucki Michael. Lily dan Lucki adalah blasteran Belanda-Jawa, Ayahnya berasal dari belanda dan Ibunya berasal dari Jawa.
"Ya-ya, uang jajan gue dipotong selama satu minggu. Jadi gue harus hemat,"balasnya dengan gelagapan.
"Syukurin! Mainnya malam mulu sih,"celetuk gadis dengan pakaian yang jauh dari kata rapi.
Alea langsung menoyor gadis itu. "Heh, Marbuah! Lo juga suka main malam gila,"pekik Alea.
Gadis itu menatap Alea tajam. "Marpuah! Nama gue Monica bukan Marbuah ataupun Marpuah,"ucap gadis itu tidak santai.
Alea mengedikan bahunya acuh. "Terserah gue dong. Gue sukanya manggil lo Marbuah gimana dong,"balasnya dengan polos.
Dia Monica Lauren Louis, anak dari seorang Louis keano. Pengusaha sukses yang memiliki darah campuran antara Spanyol dan Indonesia. Monica adalah anak tunggal, Ibunya tidak bisa memiliki anak lagi dikarena, kan rahimnya diangkat setelah melahirkan Monica.
__ADS_1
"Kalian bisa diam gak sih? Gue lapar mau makan, bukan mau dengerin omongan unfaedah kalian!"bentak gadis yang sedari tadi diam, dia adalah Renata.
Ketiga gadis itu langsung menatap Renata dengan polos, Renata yang melihat itu menghela napas panjang. "Duduk terus makan!"perintahnya yang di angguki ketiga gadis itu.
Monica dan Lily langsung memakan makanannya, sedang kan Alea hanya diam karena dia belum memesan makanan ataupun minuman. Alea hendak memprotes, tapi suara Renata menghentikan niatnya.
"Udah gue pesenin lo bakso,"ujar Renata dan di Angguki oleh Alea.
°^•^°
Bel pulang yang ditunggu oleh anak SMA Grissham telah berbunyi. Banyak yang berlalu lalang menuju tempat parkir, begitu juga dengan Alea dan ketiga sahabatnya.
"Le, lo pulang sama siapa?"tanya Monica kepada Alea.
"Dijemput,"jawab Alea seadanya.
Monica menganggukkan kepalanya, kemudian dia menoleh kearah Liliy. "Kalo lo, Li?"tanya Monica.
"Sama gue juga dijemput,"jawab Lily.
"Yaudah gue sama Renata duluan ya. Kalian berdua hati-hati,"ujar Monica diangguki keduanya.
"Hati-hati lo berdua. Terutama si Ale nih, jangan mampir ketempat cowok ganteng mulu. Gue duluan,"ucap Renata sebelum melenggang pergi.
Alea dan Lily saling pandang. "Lo gak apa-apa gue tinggal sendiri, Le?"tanya Lily.
Alea mengangguk yakin. "Iya paling bentar lagi juga datang,"jawab Alea.
"Yaudah gue duluan ya. Hati-hati lo,"ujar Lily melenggang pergi dari hadapan Alea.
Dengan semangat Alea melangkah keluar gerbang sembari bersenandung kecil, bunyi notif yang berasal dari ponselnya menghentikan langkah kakinya. Setelah melihat isi pesan yang ternyata dari supirnya itu, Alea memasukkan kembali ponselnya kedalam saku seragamnya.
Dengan semangat Alea berlari tanpa melihat kedepan dan sekelilingnya. Dia berlari sembari melihat awan yang mendung.
BRUK!
Alea terjatuh karena menabrak seseorang, dia menoleh kearah orang yang telah ditabraknya itu. Seketika matanya membulat, melihat orang yang sedang menatapnya tajam. Alea segera berdiri dari jatuhnya itu.
"Kamu tidak punya mata, hah!"bentak orang itu yang tak lain adalah Darren.
Alea menunduk saat mendengar bentakan dari Darren, seketika matanya berkaca-kaca saat melihat buku-buku dan juga kertas yang sepertinya untuk ulangan berserakan dijalan. Ada beberapa buku dan kertas yang basah karena terkena genangan air dijalan itu.
__ADS_1
Takut mendengar bentakan dari Darren lagi, Alea segera berlari pergi meninggalkan Darren yang sedang marah itu dengan menahan tangisnya.
Dengan kesal Darren mengambil beberapa buku dan juga kertas yang masih bersih dan bagus. 'Bocah gila. Masa bocah ceroboh kayak dia mau dijodohin sama gue. Yang bener aja,' ucap Darren dalam hati.