He'S My Husband

He'S My Husband
Sayang


__ADS_3

Haikhal mencium dalam dalam aroma parfum yang sudah tidak asing dihidungnya itu. "Tapi parfumnya kebanyakan." bisik Haikhal yang memang sangat menyukai bau tubuh istrinya tersebut meskipun baru mengenal dengan jelas bau tubuh itu dalam dua minggu terakhir.


Hana langsung menjauh saat Haikhal terus saja mendengus dibahunya. "Lo kalo dibiarin makin lancang." ketus Hana dengan melototkan matanya.


"Kan kita udah sah sayang." jawab Haikhal. Hana yang kesal dan tidak tau ingin menjawab apa langsung berlalu meninggalkan ruang ganti sedangkan Haikhal hanya tersenyum lebar menatap kepergiannya dan dengan segera mengenakan pakaiannya dan menghampiri sang istri.


"Ayo sayang." ajak Haikhal dengan senyumnya. Hana tidak menjawab dan berdiri dari duduknya. Keduanya keluar bersamaan dari kamar tadi.


Haikhal menggenggam tangan istrinya tanpa ada penolakan sedikitpun, Keduanya menuju ketempat makan dan dihidangkan oleh pelayan seluruh makanan yang ada disana dengan dua posri setiap jenis hidangan. "Kenapa banyak banget mesennya." ucap Hana saat melihat makanan yang sangat banyak dihadapannya.


"Kenapa? Kitakan belum makan dari tadi malem." jawab Haikhal dengan mengambil makanan yang ia inginkan dan mulai memakannya.


"Tapi ini kebanyakan." balas Hana sebab dirinya tidak pernah melihat makanan sebanyak itu.


"Gapapa, Makan aja apa yang kamu mau." ucap Haikhal dengan senyumnya. Hana tidak menjawabnya dan membalikkan piring dan mengambil beberapa jenis makanan yang dia inginkan.


"Gak usah banyak banyak, Nanti gak abis." guman Hana yang tergoda dengan banyaknya makanan itu namun berpikir bahwa jika dia mengambil apa yang ia inginkan takutnya tidak akan habis.


Haikhal hanya memperhatikannya dengan mulut yang terus mengunyah sebab dia juga cukup kelaparan. "Pak Haikhal." Hana menoleh kearah suara namun tidak dengan Haikhal yang masih menatap istrinya setelah itu baru melihat siapa yang memanggilnya.


Haikhal nampak bingung akan orang yang menyapanya sebab dia merasa tidak mengenalinya. "Saya Martin dari perusahaan F." ucap lelaki yang menyapa tadi.


"Perusahaan F?, Perusahaan yang ngajuin proposal ke kantor kan?." guman Hana dengan menatap lekat wajah orang tersebut.


"Ah iya, Pak Martin pemilik perusahaan F yang terkenal dibidang pelokasian untuk syuting bukan?." Hana ingat namun dia tidak mengeluarkan suaranya sedikitpun.


"Bukan pelokasian tapi lebih kearah tanah bukan sih?." gumannya yang sedikit kebingungan.


"Maaf, Saya tidak tau siapa anda." ucap Haikhal sopan.

__ADS_1


"Hah? Masak iya Haikhal gak tau dia, Tapi dia keliatan sopan sama Haikhal, Emang Haikhal siapanya dia?." guman Hana dengan wajah bingungnya.


"Ah mungkin karna kemarin yang rapat bersama kami hanya perwakilan bapak makanya bapak tidak kenal dengan saya." balas Martin dengan senyumnya dan melirik kepada Hana.


"Kemarin saya datang dan........"


"Diluar jam kerja saya tidak akan membahas pekerjaan." Haikhal berdiri dari duduknya dan menghampiri istrinya.


"Ayo sayang." dengan senyum ketulusannya Haikhal meraih tangan istrinya.


"Tapi makanannya belum abis." balas Hana dengan wajah sedihnya sebab belum terlalu kenyang.


"Pelayan." Haikhal memanggilkan pelayan dan pelayan dengan segera menghampirinya.


"Bawa semuanya kekamar saya."


"Ayo." ajak Haikhal kembali. Hana tidak menjawabnya dan hanya mengikuti kemana suaminya mengajaknya.


Hana tidak menjawabnya dan masuk kedalam lift saat lift sudah terbuka. "Lo emang gak kenal sama orang yang nyapa lo tadi?." tanya Hana saat keduanya berada didalam lift.


"Em, Emang aku keliatan kenal sama dia?." tanya Haikhal.


"Y-ya emang gak keliatan kenal, Tapi masa iya lo gak kenal sama dia." balas Hana dengan wajah bingungnya.


"Kenapa emangnya? Emangnya dia siapa?." tanya Haikhal dengan wajah benar benar bingung sebab tidak mengetahui orang tadi.


"Orang tadi itu namanya Martin Furhanto, Pemilik perusahaan F yang terkenal dibidang lokasi dalam masalah pembuatan vidio ataupun film, Semua perusahaan entertainment pasti rebutan buat kerja sama sama perusahaan dia karena emang sebagus itu semua lokasi yang perusahaan itu punya dan juga properti properti yang emang berkualitas, Sebelum ambil cuti perusahaan tempat gue kerja didatangin sama dia dan dia ngajuin kerja sama sama perusahaan tempat gue kerja, Gak tau deh sekarang gimana kelanjutannya apa diterima tawarannya atau enggak." jelas Hana panjang lebar.


"Oh inget, Yang kemarin seharusnya gue dateng rapat tapi diwakilin sama Devan." guman Haikhal yang ingat akan hal tersebut.

__ADS_1


"Kalo gak diterima apa perusahaan tempat kamu kerja bakal rugi? Emang keuntungan kerja sama sama perusahaan mereka apa?." tanya Haikhal.


"Ya cukup rugi, Dengan harga yang segitu udah dapat fasilitas banyak dari perusahaan itu dan perusahaan tempat aku kerja cuma nyiapin kamera, Script sama para pemainnya, Kalo keuntungan mungkin banyak, Bakal untung bagi perusahaan karna setau gue perusahaan entertainment yang kerja sama sama perusahaan F itu bakal membeludak atau jadi trending." jelas Hana kembali dengan wajah polosnya tanpa memikirkan bahwa Haikhal adalah pemilik perusahaan tempat dirinya bekerja.


"Oh gitu ya, Kamu tertarik kerja sama sama perusahaan mereka?." tanya Haikhal.


"Jelaslah, Cuma tertarik atau enggaknya kan bukan tergantung aku melainkan tergantung pak Devan." jawab Hana.


"Okee, Nanti aku bilang sama Devan buat setuju dengan kerja sama yang dikasih perusahaan F dan kamu penanggung jawab atas proyek ini." balas Haikhal dengan senyumnya.


"Dih paan, Emangnya lu siapanya pak Devan, Bos nya, Gak mungkin." balas Han dengan senyum enteng meremehkan suaminya.


"Oh gak tau rupanya." guman Haikhal dengan senyumnya. Keduanya keluar dari lift dan berjalan menuju kekamar mereka.


Saat masuk kedalam kamar terlihat makanan yang tadi terhidang dihadapan mereka sudah ada dikamar. "Wah cepet juga pelayanan disini." ucap Hana dengan senyumnya.


"Yaudah ayo dilanjutin makannya." ucap Haikhal pula dengan tersenyum lebar kepada istrinya tersebut.


"Lo juga." ucap Hana dengan mendudukkan tubuhnya dan mengambil makanan yang dia inginkan. Haikhal tersenyum lebar dan mendudukkan tubuhnya disamping istrinya dan ikut melahap dengan perlahan makanan yang ada dihadapannya.


Setelah makan keduanya termenung dihadapan piring bekas makan mereka hingga Haikhal sadar akan dirinya saat ini hidup tidak sendiri lagi dan menoleh kepada istrinya yang masih nampak termenung. "Besok atau lusa kita pergi honeymoon gimana?." tanya Haikhal dengan wajah penuh harapan berharap istrinya menyetujuinya.


"Gak bisa, Gue udah mau sebulan cuti dikantor ntar kalo gue dipecat gimana." balas Hana dengan wajah tidak inginnya.


"Gapapa, Kamu gak bakal dipecat." jawab Haikhal dengan senyumnya.


"Gak bisa, Minta izin aja kemarin buat ngurusin mama dirumah sakit bukan karna alasan nikah, Nanti gue dipecat sama pak Devan, Dia orangnya galak." jelas Hana.


Haikhal diam. "Berani banget Devan ngegalakin bini gue." guman Haikhal dengan wajah kesalnya akan Devan saat mendengarkan penjelasan dari Hana.

__ADS_1


"Gapapa, Intinya mau kamu libur sampe kapanpun kamu gak bakal dipecat, Iyapun dipecat aku yang bakal nafkahin kamu secarakan aku ini suami kamu." jelas Haikhal dengan senyum menggoda istrinya.


__ADS_2