He'S My Husband

He'S My Husband
Apa


__ADS_3

"Siapa cewek ini? Masa iya pak Haikhal ngebuka pintu mobil buat dia?." guman sopir dengan wajah bingungnya. Sopir tidak terlalu memperdulikannya dan melajukan mobil dengan jecepatan sedang menuju tempat rapat lara bosnya.


Sesampai mereka di cafe tujuan semuanya turun dengan pintu mobil dibukakan oleh sopir. Haikhal berjalan terlebih dahulu dengan Hana dan Devan yang mengikutinya dari belakang. "Kamu diruangan ini." ucap Haikhal dengan menghentikan langkah kakinya sehingga membuat Hana menabrak punggungnya.


"Apa?." tanya Hana dengan wajah bingungnya.


"Kamu tunggu diruangan ini." balas Haikhal yang kembali mengulangi ucapannya. Hana tidak menjawab dan tidak menatap suaminya sedikitpun hingga dia menuruti ucapan suaminya dan masuk kedalam ruangan berbeda tanpa banyak tanya.


"Pak kenapa dia diruangan berbeda?." tanya Devan dengan wajah bingung dan tidak sukanya.


"Dia belum mempelajari apa yang harus dirapatkan." jawab Haikhal dengan wajah datarnya dan masuk kedalam ruangan rapatnya.


Rapat dimulai, Setelah klien menjelaskan kerja sama Haikhal menyanggah dengan tidak menyetujui beberapa kontrak yang tertera.


"Ngapain ngajak gue kalo dipisahin gini." guman Hana dengan wajah kesalnya.


Cklekk

__ADS_1


Hana langsung berdiri saat berpikir yang datang itu adalah Haikhal dan juga Devan namun yang masuk bukan dari keduanya melainkan pelayan dengan membawa banyak makanan. "Maaf menganggu nona, Kami hanya mengantarkan makanan." ucap pelayan dengan sopannya dan menyusun makanan diatas meja dihadapan Hana.


"Kok banyak banget." ucap Hana dengan wajah bingungnya dan merasa jika makanan dihadapannya terlalu banyak.


"Saya permisi." pamit pelayan yang langsung pergi meninggalkan Hana kembali sendiri diruangan tersebut.


"Perlu gue makan?." guman Hana dengan wajah bingungnya.


"Kalo ada yang nganter makanan keruangan kamu, Dimakan." Haikhal mengirimkan pesan kepada istrinya tersebut dan kembali melanjutkan rapatnya.


Hana membaca pesan tersebut. "Cih." Hana yang awalnya tidak ingat akan suaminya kembali teringat.


"Dia gak bilang apapun sama gue kalo dia itu adalah pemilik perusahaan tempat gue kerja." Hana menundukkan kepalanya, Dia benar benar kecewa akan apa yang terjadi saat ini. Suaminya telah menyembunyikan sesuatu yang sangat penting darinya.


"Apa jangan jangan kayak di cerita cerita, Yang cowoknya nyembunyiin identitas asli buat nguji ceweknya matre atau enggak, Tapi kok Haikhal setega itu sih sampe nyembunyiin ini semua, Gue kalo tau dia pemilik perusahaan tempat gue kerja gak bakal gue mau nikah sama dia." Hana nampak kesal.


"Tapi..... Gue sekarang asisten dia, Dan..... Otomatis gue bakal everyday sama dia."

__ADS_1


"Haiiiisssss." Hana nampak prustasi memikirkan hal tersebut.


"Mana gue sering lagi ngomongin atasan gue sama dia dan otomatis gue ngomong depan orangnya langsung." guman Hana yang nampak lrustasi namun kembali berpikir.


"Tapi gue beneran kecewa sama dia, Masa iya nyembunyiin hal kayak gini dari gue,Gimana entar, Atau jangan jangan dia nikahin gue punya maksud dan tujuan lain lagi dan itu dia sembunyiin dari gue dengan ngebaik baikin gue." ucap Hana dengan wajah sedihnya saat menebak hal tersebut. sedangkan Haikhal yang sudah selesai rapat hanya mendengarkannya begitupun dengan Devan.


"Cih, Sosoan lu Hana, Gegara lu belum tau Haikhal kaya kan makanya lu ninggalin dia dulu." umpat Devan dengan wajah kesalnya.


"Iya gak salah sama dia yang bener bener kecewa sama gue." guman Haikhal yang sadar akan apa yang ia sembunyikan tersebut.


Huaaaa...


Hana menguap. "Gue beneran ngantuk, Gue kurang tidur." ucap Hana dengan bersandar dikursi yang sangat nyaman itu dan langsung tertidur nyenyak.


"Lo pulang duluan sama sopir yang bareng kesini." ucap Haikhal saat sudah cukup lama berdiri disana dan mendengar istrinya berbicara sendiri.


"Tapi lo......"

__ADS_1


"Gue punya sopir pribadi." potong Haikhal yang langsung masuk kedalam ruangan tersebut dan menutup pintunya.


__ADS_2