
"Kamu hampir kecelakaan tadi?." tanya Zahra yang sama sekali tidak mengetahui akan hal tersebut.
"Hah?." Devan langsung berjongkok untuk mengecek keadaan adiknya tersebut.
"Apa yang luka sayang?, Siapa yang nyelamatin kamu?." tanya Devan dengan wajah paniknya dan untungnya adiknya tidak ada luka sedikitpun.
"Kakak cantik." jawab Clay dengan polosnya.
"Mana dia sayang?." tanya Zahra.
"Tadi yang dikejar sama kak Haikhal." jawab Clay yang sadar akan hal tersebut.
"Hah? Dia juga yang nyelamatin kamu?." tanya Zahra yang tidak percaya akan jawaban adiknya tersebut.
"Em." Clay menagnggukkan kepalanya.
"Hana maksud kalian?" tanya Devan dengan wajah bingungnya dan tidak percaya jika yang dimaksud oleh kedua adiknya adalah Hana.
"Gak tau namanya kak, Soalnya aku belum sempet ngobrol sama dia." jawab Zahra sedangkan Clay sibuk dengan eskrimnya.
"Yaudah kamu ajak Clay masuk ruangan kakak, Kakak nyusul orang yang kamu bilang tadi ya." ucap Devan dengan senyumnya dan langsung masuk kedalam lift.
"Hah, Hah." Lift sudah terbuka dan malah tertutup lagi, Dia langsung menatap keluar dan terlihat istrinya berjalan keluar dari kantor dan dia langsung menyusulnya dengan berlari kencang.
Hana berjalan cepat sehingga Haikhal sedikit kesusahan untuk meraihnya. Hana terus saja berjalan di area perusahaan tersebug.
"Haisss kenapa harus ke perusahaan sih." ketus Ara yang kesl saat disuruh ke perusahaan.
"Heh, Ini saatnya." Shindi langsung tancap gas saat melihat Hana sudah keluar dari perusahaan.
"Mana Hana sama Haikhal." ucap Devan saat tidak menemukan Hana maupun Haikhal.
"Sayang berhenti dulu, Jangan kayak gini." ucap Haikhal saat menemukan istrinya namun wanita itu sama sekali tidak mengubrisnya.
"Mati lo Hana."
__ADS_1
Brakkkkkkk
Mata Haikhal membulat saat wanita yang sangat ia cintai tertabrak oleh mobil. Tubuh wanita itu terpental ke atas dan terlempar kebelakang mobil dan itu menandakan tabrakan tersebut sangatlah kencanga. "Hahahahaha." Shindi yang sudah menyelesaikan keinginannya tertawa kencang.
"Hana." Haikhal langsung berlari menghampiri istrinya tersebut. Tubuh lelaki itu langsung mengambil tubuh wanita yang dipenuhi oleh darah itu, Matanya terpejam dengan darah yang bercucuran dari kepalanya.
Seluruh orang yang melintas dan melihat kejadian langsung menghampirinya sehingga Devan yang baru keluar dari kantor sadar dan menghampirinya. "Cepat ttelpon ambulance." teriak Haikhal saat orang orang hanya menyaksikan.
"Ambulance sudah dihubungi pak." ucap salah satu pekerja.
"Sayang tahan ya, Kamu pasti baik baik aja." ucap Haikhal dengan mengusap dahi istrinya tersebut dengan tangan dan bajunya yang ikut berlumuran darah.
Devan menerobos kerumunan orang sehingga dia sampai didepan, Matanya membulat saat melihat Hana yang sudah dilumuri oleh darah begitupun dengan Haikhal.
Wiuuu.... Wiuuuu..... Wiiiiuuuu
Ambulance datang dan kerumunan memberikan jalan kepada ambulance. Para perawat langsung menurunkan ranjang dan Haikhal langsung mengangkat tubuh istrinya tersebut keatas ranjang dan ranjang dimasukkan kedalam mobil begitupun dengan Haikhal yang ikut masuk kedalam tanpa memperdulikan sekitarnya.
Tio yang sudah mengetahui hubungan Hana dan Haikhal membiarkannya dan mengurus mobil penabrak yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.
"Jadi Hana hilang ingatakan gegara kecelakaan dan itu karna dia nyelametin Zahra." ucap Devan yang dapat memecahkan kenapa Hana menghilang beberapa tahun lalu. Dia tidak memikirkan apapun lagi dan berfokus kepada ambulance.
Jalanan cukup padat sehingga membuat ambulance kurang cepat, Devan mengambil alih jalanan dan mengklakson seluruh mobil yang menghalangi jalan sehingga ambulance dapat melaju dengan cepat dan lancar.
"Sayang bangun." Haikhal menggenggam tangan istrinya tersebut, Air matanya sudah menetes sedari tadi saat dirinya melihat tubuh berlumuran darah itu dikenakan oksigen.
Hati nya benar benar hancur saat melihat kecelakaan yang mengakibatkan istrinya terluka parah dihadapan mata kepalanya sendiri. Air matanya terus saja menetes perlahan dengan terus mencium tangan istrinya tersebut.
"Kenapa tuh rame rame." ucap Ara saat melihat kerumunan di depan.
"Ayo." ajak manager saat Ara hanya diam. Ara tidak menjawabnya dan mengikuti manager yang menuju keruangan anak CEO.
Keduanya keluar dari lift dan berjalan menuju keruangan Devan. "Pak Devan sedan tidak ada diruangannya kak." ucap Asisten Devan saat Ara dan manager hendak masuk.
"Kemana pak Devan?." tanya manager sedangkan Ara dia sibuk dengan ponselnya.
__ADS_1
"Pak Devan dia mungkin mengikuti pak Haikhal kerumah sakit sebab istri pak Haikhal tadi....."
"Hana." ucap Ara saat melihat postingan orang orang yang membahas kecelakaan Hana.
"Iya ibu Hana maksud saya, Dia kecelakaan dan......"
"Ara." teriak manager saat Ara berlari dan langsung masuk kedalam lift. Lift membawanya turun kebawah sehingga manager langsung menyusulnya namun sebelum itu mengucapkan terima kasih dahulu kepada asisten Devan baru menyusul Ara.
"Ara." manager hanya membuang nafas kesal.
Ara keluar dari lift dan berlari masuk kembali kedalam mobil yang belum sempat diparkir. Wanita itu mengemudi sendiri. "Ara." teriak manager saat ditinggalkan oleh Ara sendiri.
Ara membawa mobil dengan kecepatan tinggi menuju kerumah sakit terdekat yang dimana ia yakini rumah sakit yang menampung Hana.
Ambulance berhenti dan perawat membawa Hana yang ada diranjang masuk dengan terburu buru begitupun dengan Haikhal yang terus saja mengikuti. Lelaki itu saat ini masih saja meneteskan air mata kecilnya sehingga istrinya dimasukkan kedalam ICU dan dojter melarangnya untuk masuk kedalam.
"Hana." ucap lelaki itu dengan berdiri dihadapan ruangan istrinya. Haikhal langsung mematung saat suster menutup pintu ruangan, Matanya menatap kosong dengan pikiran yang hawatir akan istrinya.
Devan berhenti dan menatap Haikhal yanga hanya mematung didepan ruanga. Tubuh lelaki itu benar benar tidak bergerak sedikitpun begitupun dengan matanya yang tidak berkedip namun berbinar dengan air mata yang benar benar hendak menetes.
"Khal." Devan mencoba menyadarkannya.
"Lepasin gue." ketus Haikhal dan langsung menjauh dari Devan. Tubuh lelaki itu benar benar lemah saat ini, Dia langsung terduduk diatas kursi tunggu didepan ruangan itu.
"Hana, Mana Hana?." tanya Ara dengan wajah hawatirnya menatap Devan.
"Hana masih di dalem." jawab Devan dengan wajah bersalahnya.
Ara menatap keruangan dan tidak dapat melihat kedalam namun dia tidak dapat melihat kedalam dan malah melihat Haikhal. Dia langsung menghampiri Haikhal dan berdiri dihadapannya. Haikhal menatap sayu kearahnya. "Lo....."
Plakkkk
Ara langsung menampar Haikhal sedangkan Haikhal hanya diam dan tidak menjawab ataupun kembali menatap Ara. "Masih gak bisa jaga Hana dengan baik? Gak cukup dulu lo gak pernah jagain dia dengan baik hah? Sekarang kenapa malah ngebiarin dia sampe kecelakaan lagi." teriak Ara dengan wajah kesalnya dan hendak menampar Haikhal kembali.
"Udah Ra." Devan langsung memeluk wanita itu yang hendak mengamuk kepada Haikhal.
__ADS_1
Haikhal hanya diam dan kembali menundukkan kepalanya. "Lo kenapa tahan gue, Lo juga bersalah dalam ini, Lo juga gak bisa ngejaga dia dengan baik dari musuh musuh lo, Udah cukup dulu dia kecelakaan karna urusan bisnis lo dan nyelamatin adik lo, dan sekarang dia kecelakaan lagi pasti karna kalian semuaaaa." teriak Ara yang histeris dan langsung menangis dipelukan Devan.