
"Liat liat didalam dulu aja gimana?." tanya Hana dengan senyumnya.
"Jelas aja boleh, Ayo." Haikhal menggandeng tangan wanita itu dan membawanya masuk kedalam butik dengan disambut sangat baik oleh para pelayan butik tersebut.
Kedunya masuk dengan mata Hana yang melirik keseluruh sudut ruangan sedangkan para pekerja sedikit membungkuk saat kedatangan keduanya. Haikhal hanya berfokus menatap sang calon istri yang tengah memperhatikan sekeliling butik.
"Nanti kalo ada yang suka bilang aja ya, Dicoba, Kalo emang mau kita beli." ucap Haikhal dengan senyumnya.
"Tampan sekali tuan Haikhal jika tersenyum." para pelayan berdecak kagum saat Haikhal yang dengan mudah menebarkan senyumannya.
"Iya, Udah dari awal butik buka sampai sekarang baru ini pertama kalinya gue liat tuan Haikhal senyum." Hana hanya membalas dengan senyum tipisnya dan mencari gaun yang mungkin diinginkan olehnya dengan Haikhal yang mengikuti setiap langkah kakinya.
"Ini kayaknya cocok samu kamu sayang." ucap Haikhal dengan menunjukkan satu gaun sebab Hana sama sekali tidak memilih dari tadi.
Hana melihatnya. "Enggak." balas Hana dengan menggelengkan kepalanya saat merasakan jenis kain untuk gaun yang ditunjukkan Haikhal, Dan itu bukanlah kain biasa.
Pelayan melayani dengan baik dengan memberikan rekomendasi kepada Hana, Dari bahan hingga modelnya sangat teliti mereka menjelaskannya kepada Hana, Namun Hana masih tampak ragu.
Haikhal mengerutkan dahinya. "Coba aja semuanya yang ada disini kalo ragu." ucap Haikhal dengan senyumnya.
"Mana boleh, Emang butik ini punya kamu." balas Hana dengan wajah sedikit kesal.
"Hah? Bisa bisanya dia bilang gitu, Inikan emang butik milik tuan Haikhal." guman pelayan namun dia hanya tersenyum dan melayani dengan baik.
"Gapapa, Bolehkan mbak dicoba sepuasnya?." tanya Haikhal dengan menatap pelayan.
"Iya nona, Sangat boleh dicoba semuanya jika anda mau." jawab pelayan dengan senyumnya. Dahi Hana kembali mengerut kebingungan.
"Aneh." ucapan kebingungan itu terdengar jelas oleh Haikhal.
"Udah sana coba, Yang ada didalam sana juga kamu boleh coba." ucap Haikhal dengan mendorong calon istrinya tersebut masuk kedalam ruang ganti dengan beberapa pelayan yang ikut masuk untuk membantunya.
Manager butik mendekat saat Hana sudah masuk sebab dipanggil oleh Haikhal karna tadi belum sempat menyapa karna Haikhal tidak ingin. "Kalo belum ada yang dia suka, Keluarin gaun yang saya suruh simpan." pinta Haikhal.
"Oh ternyata gaun itu untuk nona tuan, Nona itu kekasih anda?." tanya manager yang antusias senang.
__ADS_1
"Kamu ngerti gak sama perintah saya?." tanya Haikhal dengan melototkan matanya.
"Ah baik tuan, Saya akan membantu nona." ucap manager dan masuk kedalam ruang ganti ikut merias Hana.
Puluhan menit kemudian Hana keluar dengan tangan yang diletakkannya didada. Haikhal tersenyum manis melihat calon istri yang sudah berdandan cantik dengan gaun silver yang melekat ditubuhnya. "Aiish dia memang selalu cantik." ucap Haikhal dengan senyumnya dan berdiri.
"Bagaimana tuan?." tanya Manager.
"Bukannya terlalu kebuka?." tanya Hana dengan wajah polos dan tangan yang masih didadanya.
"Gak suka?." tanya Haikhal.
"Suka, Cuma gak nyaman." jawab Hana.
"Yaudah ganti, Cari yang lain." balas Haikhal dengan senyumnya.
"Akhirnya tuan mendapatkan kebahagiaannya." manager ikut senang dan kembali membantu Hana memilah gaun.
Hingga Hana sudah mencoba belasan gaun namun masih tidak menemukan yang cocok. Haikhal yang sebenarnya prustasi begitupun dengan manager hanya tersenyum dan mengikuti kemauan Hana. "Capek." Hana nampak mengeluh kelelahan.
"Tapi......"
"Satu lagi, Gak lebih, Kalo emang gak cocok juga, Besok kita cari yang lain." Haikhal mengusap kepala wanita itu.
"Beneran satu lagi?." tanya Hana yang memang kelelahan.
"Iya." jawab Haikhal dengn senyumnya.
"Yaudah." Hana hanya pasrah saja saat ini.
"Sebelah sini nona." manager mengarahkan Hana menuju keruangan khusus dengan diikuti oleh Haikhal. Hana terdiam saat tirai dibuka, Gaun yang dilihatnya dua tahun lalu saat ini berada dihadapannya, Gaun yang memang sangat ia sukai pada pandangan pertama berada tepat didepan matanya.
"Ini....."
"Kamu suka?." tanya Haikhal. Hana hanya melihat Haikhal tanpa mengeluarkan suaranya sedikitpun.
__ADS_1
"Coba dulu, Keliatannya kamu suka." bisik Haikhal dengan senyum tulusnya.
"Mari nona." manager kembali mengarahkannya.Hana menatap Haikhal dan Haikhal menganggukkan kepalanya mencoba meyakinkannya dan Hanapun langsung masuk kedalam ruangan tersebut.
"Gak jauh beda Hana sama mama, Milih baju lama banget." Haikhal nampak mengeluh sebab dia juga kelelahan mencoba membujuk dan meyakinkan sang calon istri akan gaun yang sudah dicoba bahwa itu cocok.
Sudah menunggu setengah jam akhirnya Hana keluar. Haikhal terdiam, Matanya tidak berkedip satu kalipun saat calon istrinya keluar dengan mengenakan gaun putih nan elegan dan mewah itu, Benar benar cantik itu yang ada dipikiran seluruh orang yang menatapnya saat ini. Hana nampak sedikit gugup dan malu saat Haikhal memperhatikannya dengan seksama dan hanya menunduk saja.
"Tuan bagaimana?, Apakah cocok?." tanya manager dengan senyumnya.
"Dia pake gaun apapun bakal tetep cantik, Asalkan dia mau dan ngerasa nyaman saya seneng." jawab Haikhal dengan berjalan mendekat kearah calon istrinya sedangkan Hana masih saja diam dan semakin malu saat mendengarkan ucapan Haikhal.
"Gimana sayang? Kamu suka?." tanya Haikhal dengan menatap lekat wajah wanita itu. Dengan masih malu malu Hana langsung menganggukkan kepalanya mengiyakan pertanyaan lelaki itu sebab dia benar benar suka dengan gaun itu.
Haikhal, Manager dan para pekerja yang membantu Hana ikut tersenyum senang sebab semuanya juga kelelahan mengikuti keinginan Hana. "Yaudah yang ini ya gaunnya." ucap Haikhal.
Hana hanya kembali menganggukkan kepalanya dan masih tidak bersuara. "Yaudah saya mau yang ini sama setelan yang tadi." ucap Haikhal.
"Baik tuan, Akan kami bungkus." ucap pelayan dan segera membantu Hana melepaskan gaun dan membungkusnya.
Setelah selesai dan mendapatkan gaun keduanya meninggalkan butik tersebut. "Kamu mau makan apa?." tanya Haikhal dengan sedikit melirik kepada wanita yang tengah duduk disampingnya itu.
"Hem." Hana menoleh tanpa sadar akan apa yang ditanyakan oleh Haikhal kepadanya.
"Kamu mau makan apa?." tanya Haikhal kembali dengan senyumnya.
"Ah makan, Apa aja." jawab Hana dengan senyumnya.
"Makan disana mau?." tanya Haikhal dengan menunjuk kerestoran yang ada didepan mereka. Hana hanya menganggukkan kepalanya, Haikhal menuju kerestoran tersebut dan menghentikan mobilnya.
"Mama dirumah sakit sendirian, Ini udah malem." Hana meraih tangan Haikhal saat Haikhal hendak memarkirkan mobil.
"Gapapa, Disanakan juga ada mama aku." jawab Haikhal yang terus saja menebarkan senyumannya kepada Hana.
"Tapi ini udah malem, Udah lumayan lama juga ninggalin mereka, Gimana kalo mama kamu mau makan atau semacemnya." balas Hana. Haikhal memperhatikan wanita itu dan setelah itu membuang nafas panjang.
__ADS_1