He'S My Husband

He'S My Husband
CHAPTER06


__ADS_3

Saat ini Alea sedang berada didekat toilet guru, dia berencana ingin mengerjai pak Zaky guru sejarah. Bukan tanpa alasan Alea ingin mengerjai guru itu, sebab pak Zaky guru yang berumur sekitar tiga puluh limaan itu memberi Alea cokelat dan bunga. Alea ingin membuat hati pak Zaky terbang, lalu menjatuhkanya. Pak Zaky memang tampan, namun Alea tidak menyukainya. Alea tidak menyukai pak Zaky, karena guru itu sangat sering mempermainkan hati para wanita.


Senyum Alea mengembang saat melihat pak Zaky keluar dari toilet. "Pak Zaky,"ucapnya setengah berteriak


Pak Zaky guru itu langsung melangkah mendekati Alea sembari tersenyum. "Iya, ada apa, Le?"tanya nya lembut dengan senyum yang tidak pernah luntur itu.


Alea tersenyum manis, sangat manis. "Pak Zaky yang udah ngasih Alea cokelat dan bunga, kan?"bukannya menjawab Alea malah balik bertanya.


Pak Zaky terkejut, namun sedetik kemudian dia tersenyum. "Iya, gimana kamu suka?"


Alea mengangguk. "Suka, bunganya bagus. Cokelat nya juga kesukaan Ale,"ujar Alea.


Pak Zaky tersenyum senang. "Syukur kalo kamu suka,"balasnya.


Alea tersenyum. "Iya suka. Tapi, lebih suka kalo yang ngasih itu pak Darren ganteng bukan Bapak jelek. Ah, tapi gak apa-apa kan lumayan cokelat sama bunganya buat dikasih ke Vino. Biar Alea bisa pdkt sama Vino,"ucap Alea dengan polos.


Guru itu memandang Alea tidak percaya. Tanpa membalas ucapan Alea, guru itu langsung melenggang pergi dari hadapan Alea dengan wajah merahnya. Alea yang melihat itu tertawa puas, tapi tawanya itu terhenti saat mata hanzelnya melihat seseorang yang sedang menatapnya tajam. Orang itu melangkah mendekat kearah Alea.


"Sedang apa kamu di toilet guru?"tanya orang itu yang tak lain, dan tak bukan adalah Darren. Sebenarnya Darren sejak tadi ada disana, saat Alea berbicara dengan pak Zaky pun Darren tahu.


Alea menyengir. "Mau ketemu Pak Darren ganteng, kan lumayan buat cuci mata."


"Mau ketemu saya? Ngapain di toilet. Kalo mau ketemu saya harusnya keruang guru,"ucap Darren.


"Iya juga. Tapi, kan disini juga ketemu sama Pak Darren. Jadi gak apa-apa,"balasnya dengan polos.


"Sebentar lagi bel, sekarang sebaiknya kamu kembali ke kelas. Jangan bolos,"ujar Darren.


Alea mengangguk, kemudian dia melangkah pergi. Tetapi, baru beberapa langkah dia berbalik. Darren yang melihat itu mengernyit heran.


"Pak Darren ganteng. Maafin Ale ya soal yang kemarin sore,"ucapnya.


Darren mengangguk. "Saya maafkan, lain kali jika berbuat salah harus bertanggung jawab. Jangan kabur seperti kemarin,"balas Darren.


Alea mengangguk kemudan dia melanjutkan langkahnya. Tetapi, dia berbalik lagi.

__ADS_1


"Apa lagi?"tanya Darren.


"Pak Darren, udah nikah?"tanya Alea dengan polos.


Darren menggeleng, hal itu membuat Alea tersenyum. Tetapi, sedetik kemudian senyum Alea pudar saat mendengar jawaban dari Darren.


"Saya memang belum menikah. Tapi saya sudah dijodohkan,"jawab Darren.


"Ya, gagal deh. Kalo Pak Darren belum nikah, kan nanti siapa tahu Alea bisa daftar jadi calonnya. Tapi gak apa-apa deh, kalo nanti Pak Darren cerai Alea mau kok nikah sama Bapak. Walaupun duda tapi ganteng,"ucap Alea dengan polos.


Darren menatap Alea tajam. "Kembali kekelas kamu sebelum saya hukum,"ujar Darren tanpa membalas ucapan dari Alea.


Alea langsung berlari, dia tidak ingin terkena hukuman dari Darren. Menurutnya hukuman dari Darren adalah hukuman terberat bagi Alea. Darren yang melihat Alea berlari hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


°^•^°


Kini Alea dan para sahabatnya sedang berada di dalam kelas, mereka sedang merencanakan rencana untuk membolos. Karena sekarang adalah pelajaran sejarah, jam pelajaran terakhir. Tetapi, pak Zaky guru itu akan datang telat karena sedang ada sedikit urusan.


"Lily sama Renata duluan ya, bawa mobilnya si Marbuah. Nanti kalian nunggunya jangan di warung teh Dian, kalian nunggunya di warung bu Inah aja. Nanti gue sama si Marbuah nyusul,"ucap Alea.


"Cepetan kalian berdua keluar, nyari alesan sama si Deni nya yang bener. Soalnya rajin nya lagi kumat,"ujar Monica.


"DENI! GUE SAKIT ANTERIN KE UKS DONG,"teriak Lily membuat semua murid kelas XII IPA 3 menatapnya.


"Heh, Lilin! Jangan alesan mulu deh, gue tau lo mau bolos. Diam aja. Gue ada kejutan,"ucap Deni sembari tersenyum penuh arti.


Semuanya menatap Deni bingung dan juga penasaran, namun tidak dengan Alea. Kejutan apa yang Deni maksud, mereka tidak mengerti. Alea tersenyum senang mendengar ucapan Deni.


"Apa nih Den ceritanya. Butuh bantuan Ale cantik gak lo,"celetuk Alea.


"Wah, butuh bangat neng Ale. Sini deh, agak deketan sama Aa Deni. Ini rahasia kita berdua neng,"ujar Deni sembari tersenyum senang.


Dengan semangat Alea mendekati Deni, kemudian mereka berdua saling berbisik membuat semuanya semakin bingung dan penasaran.


"WOI LO! Kutil badak. Kagak usah bisik-bisik tetangga mending kasih tahu kita semua biar seru,"teriak Renata yang disetujui semuanya.

__ADS_1


"Ck, kalian semua gak perlu tahu sekarang. Nanti juga tahu, yang penting nanti turuti permainan gue sama neng Ale. Dan untuk lo Kudanil! Nanti siapin cibiran terpedas lo,"ucap Deni.


"Siap Bos,"balas Daniel dengan semangat.


"WOI PAK ZAKY DATANG. BURUAN DUDUK LO SEMUA,"teriak seorang laki-laki dengan penampilan bad. Dia adalah Agtio Ramadhan, seorang bad boy sama seperti Daniel dan Deni.


"Yang bener Tayo,"ucap Daniel dengan setengah berteriak.


Tio mengangguk. "Iya! Cepetan duduk,"balas Daniel.


Pak Zaky memasuki kelas XII IPA 3 dengan wajah cool nya, dia menatap Alea yang tengah menatapnya. Rasanya dia sangat senang saat Alea menatapnya, namun laki-laki yang duduk disamping Alea membuatnya kesal. Sejak kapan laki-laki itu duduk dengan Alea? Dia harus memindahkannya. Dia tidak ingin Alea dimiliki oleh siapapun, hanya dia yang boleh memiliki Alea. Laki-laki yang duduk dengan Alea, adalah Deni.


"Deni! Siapa yang mengizinkan kamu untuk duduk disana. Cepat pindah tempat duduk sekarang!"perintah Pak Zaky.


Deni memasang wajah polosnya. "Lah, lah. Salah saya dimana? Jelas dong yang izinin saya duduk disini neng Ale. Siapa anda? Saya duduk sama pacar saya gak salah dong? Jangan-jangan Bapak suka sama Ale, ya. Aduh udah tua jangan suka sama yang muda,"ucap Deni dengan santainya.


Mendengar ucapan Deni, membuat Pak Zaky marah. "Kamu! Cepat kembali ketempat duduk kamu, atau saya akan membawa kamu ke bk!"


"Pak! Alea masih muda, jadi sadar umur. Eh, sadar diri maksud saya. Bapak udah tua, pantasnya jadi Om nya Alea. Ini apa-apaan coba, udah tua ngasih cokelat sama bunga buat Alea. Nyadar Pak! Nyadar,"celetuk Daniel.


"Om-om Zaman sekarang doyannya daun muda,"imbuh Tio.


"Maklumin aja om tua gak laku yang kurang belaian,"celetuk Renata.


"Yakin kurang? Menurut gue nggak. Kan udah dibelai sama tante-tante, eh ralat cabe maksudnya. Mana doyan dia sama tante-tante,"ucap Monica dengan sangat santai.


Pak Zaky mulai tersulut emosi, saat mendengar ucapan para muridnya. Dia sangat tidak suka jika ada orang yang mengejeknya, dia hanya ingin orang-orang memujinya.


BRAK!


Pak Zaky memukul meja guru dengan sangat keras. "KALIAN SEMUA IKUT SAYA KERUANG BK!"bentak Pak Zaky, sebelum melenggang pergi keluar dari kelas XII IPA 3 dengan wajah merahnya.


Melihat Pak Zaky yang sedang emosi, membuat siswa dan siswi kelas XII IPA 3 senang. Sedari dulu mereka sangat tidak suka kepada Pak Zaky, guru itu tidak pernah mengajar dengan benar. Dia datang kekelas bukan untuk mengajar, namun untuk menggoda para siswi cantik.


Siswa-siswi kelas XII IPA dengan senang mengikuti Pak Zaky, mereka sangat senang jika masuk keruang bk secara berjamaah seperti ini. Mereka sudah tidak sabar untuk memojokkan guru itu, mereka ingin membongkar semua kebusukkan Pak Zaky kepada kepsek. Berbeda dengan teman-temannya yang bahagia, karena ingin memojokkan dan membongkar semua kebusukkan Pak Zaky. Justru Alea bahagia karena akan bertemu dengan Darren, dia akan mengadu pada Darren. Dia sangat suka bersikap manja dan lugu saat bersama Darren, intinya Alea nyaman saat dekat dengan Darren. Saat ini Alea tidak peduli pada Darren yang sudah dijodohkan, kan baru dijodohkan bukan sudah dinikahkan. Alea pikir masih ada kesempatan untuknya, dia harus mendapatkan Darren. Dia tidak ingin mempermainkan perasaan lagi, sekarang dia hanya ingin setia dan serius kepada Darren. Akan Alea pastikan jika dia sudah memiliki Darren, dia tidak akan memainkan perasaan kaum adam lagi.

__ADS_1


'I am coming, my handsome teacher. Nanti bukan my handsome teacher lagi, kan nanti jadinya my handsome husband. Tapi kapan ya? Ah, nanti kalo pak Darren ngajakin nikah gue terima aja. Gak apa-apa deh halu aja dulu, siapa tahu jadi kenyataan. tapi pak Darren pasti jadiin gue istrinya, secara gue kan cantik. Tapi kalo calon istri yang dijodohin sama dia lebih cantik dari gue, gimana ya? Ah, bodoh amat sih Le. Tinggal gue do'ain itu cewek jelek, dakian, ingusan, kalo tidur suka ileran, pokoknya gue do'ain dia jelek bangat deh. Biar pak Darren ogah sama dia,' ucap Alea dalam hati.


__ADS_2