
"Abis ini kita ke rumah sakit, Kamu udah janji tadi." ucap Hana dan membereskan bekas makannya dan juga suaminya tadi.
Haikhal masih saja diam sehingga Hana mengerutkan dahinya kebingungan sebab lelaki itu tidak pernah diam dan datar seperti saat ini kepadanya.
"Kamu gak suka makanannya ya?." tanya Hana dengan menghentikan tangannya yang tengah membereskan bekas makan mereka tadi.
"Enggak sayang." jawab Haikhal.
"Jadi kenapa diem dari tadi? Aku ada bikin salah?." tanya Hana dengan wajah bingung dan sedihnya saat di acuhkan oleh suaminya.
"Enggak, Gapapa, Yaudah siap siap ya kitakan mau ke rumah sakit." ucap Haikhal dengan senyumnya dan langsung berlalu masuk ke dalam untuk bersiap siap menuju kerumah sakit.
Hana tidak menjawabnya dan ikut bersiap siap untuk menuju ke rumah sakit. Setelah keduanya selesai dan barang bawaan nya sudah ada semua keduanya langsung turun menggunakan lidt dan masuk ke dalam mobil. Dengan kecepatan sedang mobil melaju menuju ke rumah sakit dengan Haikhal yang sesekali memperhatikan iatrinya.
"Aku beneran gapapa loh sayang, Gak usah dipikirin." ucap Haikhak saat sadar jika jawabannya tidak dapat membuat istrinya itu tenang.
"Tapi kamu dari tadi diem." balas Hana dengan wajah kesalnya akibat di diamkan oleh Haikhal.
__ADS_1
"Yaudah maaf, Tapi aku beneran gapapa." jawab Haikhal.
"Terserah deh." balas Hana dan langsung turun dari mobil. Dia langsung masuk ke dalam ruamh sakit dan menuju keruangan ibu nya, Dia langsung masuk ke dalam ruangan dan terlihat ada Herlin di sana.
"Mama." sapa Hana dengan senyum cerahnya kepada ibu dan mertuanya tersebuf.
"Eh sayang." balas Herlin dengan semangat dan menghampiri keduanya yang baru saja datang.
"Kok langsung ke sini, Kan capet baru pulang liburan." ucap Herlin.
"Mama Dewi baru tidur ya ma?." tanya Haikhal.
Tut... tutt....tutt
pemberitahuan detak jantung yang awalnya membentuk gambar rumput sekarang menjadi lurus saja. Mata Hana menoleh ke sana begitupun dengan Herlin. "Mama." Hana langsung menghampiri ibunya itu dan menggoyangkan tubuh wanita itu.
Haikhal langsung berlari keluar ruangan. "Dokter." teriak Haikhal sehingga membuat dokter langsung menghampirinya.
__ADS_1
"Cepat periksa mertua saya." teriak Haikhal dan menarik tanagn dokter ke dalam.
"Mohon keluar." ucap suster meminta semuanta untuk keluar. Semuanya mengiyakannya dan Hana terlihat hawatir kepada ibunya dan berusaha menatap ke dalam.
"Mama tadi kenapa? Mama bakal baik baik aja kan?." tanya Hana yang semakin menghawatirkan ibunya yang masih berada di dalam ruangan itu.
"Mama bakal baik baik aja kok sayang, Tenang ya." ucap Haikhal yang langsung memeluk erat tubuh istrinya dengan perasaan cemas juga.
"Gak, Mama Hana harus baik baik aja." ucap Herlin dengan mondar mandir juga di depan ruangan itu.
"Pasien tidak bisa di selamatkan." ucap dokter yang memang tidak bisa menyalamatkan pasien.
"Jam xx, tanggal xx, waktu xx, menit xx, detik xx, tempat xx." ucap dokter dan berjalan menuju ke pintu ruangan, Dokter membukakan pintu ruangan tersebut dan membukakan masker yang dikenakannya.
"Maaf tuan, Nona dan nyonya, Pasien tidak terselamatkan." ucap domter dengan menundukkan kepalanya.
"Hah? Mama tadi baik baik aja." ucap Hana meskipun dia tidak tau kondisi ibunya bagaimana.
__ADS_1