
"Tapi ini udah malem, Udah lumayan lama juga ninggalin mereka, Gimana kalo mama kamu mau makan atau semacemnya." balas Hana. Haikhal memperhatikan wanita itu dan setelah itu membuang nafas panjang.
"Yaudah kita beli makan dulu ya." ucap Haikhal dengan nada rendah.
"Gak makan disini tapi." balas Hana.
"Iya." jawab Haikhal dan mengemudi ketempat drive true dan memesankan makanan yang diinginkan dan membayarnya. Setelah pesanan selesai mobil kembali melaju dengan kecepatan sedang untuk kembali kerumah sakit yang memang cukup jauh jaraknya dari butik yang mereka singgahi tadi.
Saat diperjalanan jalanan terlihat cukup padat dan membuat mobil susah untuk melaju dengan cepat. "Macet nih kayaknya." ucap Haikhal sedangkan Hana yang tau sedikit panik sebab meninggalkan ibunya seharian dirumah sakit meskipun ada mama Haikhal bersamanya, Namun dia baru mengenal Haikhal dan ibunya.
"Gak usah panik, Mama pasti ngejaga mama kamu dengan baik." ucap Haikhal saat melihat wajah wanita tersebut.
"Enggak panik." balas Hana dengan wajah kesalnya.
"Jadi apa kalo gak panik?." tanya Haikhal dengan nada menggodanya.
"Gak usah banyak ngomong, Mending liat kedepan." balas Hana dengan kesalnya.
Haikhal hanya tersenyum akan kemarahan wanita tersebut. "Oiya makan aja makanan yang dibeli tadi, Udah larut loh ini, Kamu belum makan dari tadi." ucap Haikhal dengan melihat jam yang ada dimobilnya yang hampir menunjuk jam sebelas malam.
"Enggak." balas Hana. Haikhal tidaj menhawabnya dan melajukan dengan sangat pelan mobilnya sebab mobil didepan juga maju dengan perlahan. Hingga beberapa menit Haikhal nulai kesal akan kemacetan tersebut.
"Udah jam sebelas masih juga macet." umpat Haikhal sedangkan Hana memperhatikan kedepan sebab itu terlalu lama menurutnya.
Haikhal menoleh kearah Hana. "Kamu kalo capek istirahat aja, Nanti aku bangunin sampe dirumah sakit." ucap Haikhal.
"Enggak." Hana memegang perutnya.
Kryuukkkkk...
Haikhal menoleh dengan menatap lekat wanita itu. "Kan tadi udah dibilang, Makan aja makanan yang dibeli tadi." ucap Haikhal dengan diiringi oleh tawa saaat bisa mendengar suara perut Hana.
"Mana makanannya." balas Hana dengan nada rendah sebab malu akan perutnya yang mengeluarkan bunyi.
__ADS_1
Haikhal kembali tersenyum oleh kelakuan wanita tersebut dan mengambil makanan yang ia beli tadi dibelakang. "Ini." Haikhal memberikan makanan makanan tersebut semuanya kepada Hana.
"Kamu juga harus makan." ucap Hana dengan melihat makanan yang baru saja ia buka.
"Makan kamu dulu, Nanti sisa kamu baru aku makan." jawab Haikhal dengan mengusap kepala wanita itu.
"Ini banyak, Makan barengan." balas Hana dengan memberikan makanan kepada Haikhal. Haikhal langsung melahapnya meskipun Hana tidak berniat sedikitpun untuk menyuapunya. Hana terdiam saat Haikhal memakan makanan yang ada ditangannya sedangkan Haikhal tersenyum senang menatapnya.
"Enak." ucap Haikhal dengan senyum tulusnya.
"Dih makan sendiri." ketus wanita itu dengan memberikan makanan kepada Haikhal.
"Akukan lagi nyetir." jawab Haikhal, Hana menatap kedepan dan terlihat jalanan kembali lancar.
"Yaudah makan nanti aja." balas Hana pula.
"Tapi aku laper." balas Haikhal pula. Hana langsung menatap tajam lelaki itu dengan tatapan kesalnya.
"Suapin." ucap Haikhal dengan membuka lebar mulutnya agar Hana menyuapinya. Hana yang kesal langsung memasukkan makanan dengan suapan besar kedalam mulut Haikhal.
Haikhal terbatuk sebab makanan yang terlalu banyak masuk kedalam mulut. Hana langsung memberikan air dan membantunya untuk minum dengan keadaan panik Hana meraih tisyu dan mengusap bibir yang sedikit ada bekas makanan dan minuman. "Kamu gak ikhlas ya nyuapin aku." ucap Haikhal dengan wajah yang memerah.
"Ya maaf, Gak liat." balas Hana.
Haikhal hanya diam tanpa menjawab pertanyaan wanita itu dan malah menatap tajam wanita tersebut. "Makanya makan sendiri gak usah manja." ucap Hana dengan wajah kesalnya saat Haikhal yang terus memperhatikannya dan berpikiran bahwa Haikhal memarahinya.
"Buka pintunya." ketus Hana kembali saat Haikhal masih menatap tajam dirinya.
"Emang kamu mau kemana?." tanya Haikhal yang masih memasang wajah datarnya.
"Mau keluar, Mau nyari ojek buat kerumah sakit." balas Hana yang masih mencoba membuka pintu mobil tersebut.
"Gak boleh, Bareng kerumah sakitnya, Jam segini juga ojek udah gak ada." jawab Haikhal.
__ADS_1
"Yaudah biar gue jalan kaki aja, Buka pintunya." Hana kembali meminta dibukakan mobil oleh Haikhal.
"Gak boleh sayang, Ini udah malem,Bentar lagi macetnya berenti kok." ucap Haikhal dengan senyumnya. Hana langsung diam dan amarahnya mereda saat melihat senyum diwajah lelaki itu.
"Gapapa ya nunggu sebentar lagi, Bentar lagi jalanannya balik lancar kok." ucap Haikhal dengan senyumnya.
"Yaudah, Maafin gue." balas Hana. Haikhal hanya membalasnya dengan senyuman dan kembali menatap kedepan.
"Makan lagi makanannya." ucap Haikhal dengan senyumannya. Hana tidak menjawabnya dan kembali memakan makanan yang tersisa dengan menyuapi Haikhal sesekali hingga dirinya tertidur sebab kelelahan.
Saat jalanan sudah lancar Haikhal menoleh kesebelah dan terlihat bahwa sang calon istri sudah tertidur dengan makanan yang ada dipangkuannya. Haikhal menghentikan mobil dilampu merah dan membereskan bekas makanan yang ada dipangkuan istrinya, Lelaki itu menatap lekat wanita yang tengah tertidur itu.
Wajahnya mendekat dan bibirnya langsung mencium dahi wanita itu dengan penuh ketulusan setelah itu tersenyum lebar menatapnya. Mobil yang masih terparkir dipinggir jalan sebab calon istrinya tertidur membuat Haikhal mengeluarkan ponselnya dan enghubungi ibunya.
"Halo ma." ucap Haiikhal saat telpon sudah terhubung.
"Oh kamu sayang." balas Herlin dengan suara berat sebab terbangun dari tidurnya saat mendengar ponselnya berbunyi.
"Mama kebangun gara gara Haikhal nelpon mama?." tanya Haikhal.
"Iya sayang, Kenapa emangnya? Hana mana?." tanya Herlin.
"Hana ada sama Haikhal dimobil, Dia ketiduran, Kami masih dijalan soalnya jalanan macet, Mama masih dirumah sakitkan?." tanya Haikhal.
"Iya sayang mama masih dirumah sakit, Kalo Hana ketiduran dimobil gapapa jangan dibangunin, Biar aja dia tidur, Mama yang bakal jagain mamanya Hana." balas Herlin dengan senyumnya.
"Yaudah ma, Mama istirahat dengan baik, Nanti kalo Hana udah bangun dan kami udah sampai langsung keruangan." balas Haikhal pula.
"Yaudah sayang." jawab Herlin. Keduanya mematikan telpon bersamaan dan Haikhal kembali menatap kearah wanita yang tengah tertidur itu dan setelah itu kembali melanjutkan perjalanannya menuju ketujuan awal yakni rumah sakit.
Setelah menepuh perjalanan cukup akhirnya mobil berhenti tepat diparkiran rumah sakit namun Haikhal tidak keluar dan tidak membangunkan Hana. "Kalo dia tidur lucu juga." ucap Haikhal yang langsung mengeluarkan ponselnya dan memotret wanita yang tengah tertidur dismpingnya itu.
"Ehe." Haikhal tertawa kexil saat melihat wajah wanita itu dan kembali menatap lekat wajah wanita tersebut.
__ADS_1
"Cewek yang gak banyak bunyi tapi banyak bekerja, Pegawai yang teladan dan rajin." ucap Haikhal dengan senyumnya menatap wanita itu.
"Tapi kamu udah terlalu rajin sampe semua yang disuruh orang mau aja, Terlalu baik sampe dimarahin orang gak marah balik, Nanti aku kasih pelajaran sama mereka semua, Kamu gak usah hawatir." sambungnya dengan mengusal kepala wanita yang masih tertidur lelap itu.