He'S My Husband

He'S My Husband
Kecupan selamat malam


__ADS_3

Selain rasa nyaman dari elusan tangan suaminya, Dia cukup kelelahan berkeliling sekitar vila. "Aku gak ngerti maksud kamu tadi apa, Aku udah nyoba buat memahami sama nginget apa yang pernah terjadi sama kita di masa lalu, Cuma aku beneran gak inget dan kamu beneran orang baru dikehidupan aku." ucap Hana yang langsung menenggelamkan wajahnya didada bidang suaminya dan tertidur.


Haikhal bertambah bingung saat mendengar perkataan istrinya tersebut namun dia tidak ingin membahasnya lebih dan membiarkan istrinya terlelap ditubuhnya.


"Ada hal yang gak aku tau." guman Haikhal dan menatap istrinya.


"Haiiiisssss, Mana sih Haikhal, Udah mau seminggu gue disini, Gue tetep gak ketemu sama Haikhal ataupun istri dia." kesal Shindi yang mengikuti liburan perusahaan Haikhal itu.


Driiittttt


Ponsel berbunyi membuat Shindi menghentikan langkah kakinya dan mengangkat telpon yang tidak di ketahui dari siapa. "Halo." teriak Shindi.


"Halo sayang, Gimana liburannya?." terdengar suara Eyang membuatnya melihat nama yang menelponnya dan ternyata memang Eyang.


"Eh Eyang, Lumayan lah yang liburannya." jawab Shindi dengan wajah kesalnya.


"Oh yaudah, Nanti kalo mau pindah tempat liburannya kabari Eyang ya sayang." balas Eyang dengan senyum senangnya.


"Iya Eyang." jawab Shindi. Eyang langsung mematikan telpon begitupun dengan Shindi.


"Cih Nih nenek tua bangka nelpon gue cuma mau nanya itu, Gak guna banget, Ngebantu gue nyari tau siapa istri Haikhal juga ga bisa, Bener bener tuh nenek nenek peyot gak guna, Tinggal mati aja." ketus Shindi dengan kesalnya akan Eyang yang membuat waktunya saja menurutnya.


Haikhal mencoba menidurkan istrinya diranjang sebab ada urusan hingga istrinya sudah berada di atas ranjang dia beranjak menuju kebalkon dan menutup akses menuju kebalkon.


Haikhal kembali memastikan apa istrinya benar benar sudah tidur atau belum dan setelah itu baru dia menghubungi orangnya. "Kalo nyuruh Devan gak bakal mungkin dia mau, Dia kayaknya masih kurang suka sama Hana." guman Haikhal dan mengurungkan niatnya menghubungi Devan dan menghubungi Farhan.


"Halo." ucap Haikhal.

__ADS_1


"Halo pak." jawab Farhan yang saat ini tengah bersantai di tepi pantai.


"Kamu cariin info tentang Hana istri saya enam tahun lalu, Semua infonya nanti kamu kasih ke saya, Kamu harus nemuin segera info tentang Hana, Inget itu, Apapun info nya." pinta Haikhal dengan tegas.


"Baik pak, Akan saya segerakan." jawab Farhan. Haikhal langsung mematikan telpon dan kembali menatap kepada istrinya.


"Lalai banget gue sampe gak tau apa yang terjadi sama dia." guman Haikhal dengan wajah menyesalnya meninggalkan informasi tentang istrinya.


"Gue harus cepet cepet pulang, Gue harus cari tau maksud dari ucapan Ara dan kemungkinan ada hal di masa lalu yang di sembunyiin sama Ara tentang hilangnya Hana waktu itu." guman Devan dan membereskan barang barangnya dan ingin kembali malam ini juga meskipun orang orang pulangnya besok atau lusa.


"Kasih tau Haikhal dulu." Devan meninggalkan kmarnya dan menuju ke kamar Hana dan juga Haikhal.


Tokk... tok... tok


Haikhal menatap ke pintu dan Devan kembali mengetuk pintu kamar tersebut. Haikhal kembali masuk dan berjalan menuju ke pintu kamar itu dan membukakan pintu tersebut. "Tumben lo kesini." ucap Haikhal dengan keluar kamar dan menutup pintu kanar sebab takut istrinya terganggu.


"Gue mau pulang ke beijing malam ini." ucap Devan dengan wajah datarnya.


"Gue mendadak ada urusan gak bisa pulang bareng kalian." jawab Devan.


"Yaudah minta anterin sama sopir, jangan sendiri." ucap Haikhal.


"Em, Gue duluan." Devan langsung meninggalkan Haikhal dan Haikhal hanya melihatnya saja dan kembali masuk kedalam kamar.


Devan membawa barang barangnya keluar dari kamar dan berjalan menuju ke depan dengan barang barangnya yang dibawakan oleh pelayan. "Mau kemana lo?." tanya Ara saat melihat Devan membawa seluruh barang barangnya.


"Bukan urusan lo." jawab Devan dengan wajah datarnya dan meninggalkan Ara.

__ADS_1


"Dih." Ara mengumpat kesal dan kembali melanjutkan perjalannya begitupun dengan Devan.


Devan masuk kedalam mobil begitupun dengan barang barang yang sudah di urus oleh pelayan. Mobil langsung melaju dengan kecepatan sedang dengan Devan yang hanya menatap jalan yang di lalui olehnya.


"Kenapa gue peduli banget ya sama Hana sampe sampe gue pulang lebih awal cuma karna mau nyari tau apa yang udah terjadi sama dia semenjak hilang kontak sama kita?." guman Devan yang merasa bingung.


"Kan gue benci sama dia, Kenapa sekarang malah jadi peduli." gumannya kembali dengan wajah bingungnya.


"Hah." Ara memejamkan matanya di dalam bath up dan kembali membuka matanya menatap langit langit kamar mandi disana.


"Siapa sih yang nabrak Hana waktu itu, Kok susah banget buat gue nyari taunya, Padahal udah bertahun tahun." ucap Ara dengan wajah sedihnya.


"Gue pokoknya harus segera dapet tuh orang dan tuh orang harus di hukum stimpal." sambungnya dengan kesalnya.


"Eh bentar bentar, Waktu Hana kecelakaan rumah tangga tante Dewi ancur kan ya, Bapak nya Hana ninggalin tante Dewi waktu itu dan Hana buru buru pulang sampe dia ketabrak sama mobil kuning dan......." Ara mencoba mengingat kejadian itu meskipun dia datang lebih lama lima menit dari waktu kejadian sebab dia masih ada kelas waktu itu.


"Eh enggak enggak, Itu sebelumnya, Hana ketabrak itu pas Haikhal nyuruh dia buat dateng ke kampus dengan alasan ada terjadi sesuatu sama dia, Mungkin karna buru buru dia akhirnya......"


"Eh tapi waktu itu ada anak anak yang juga ikut ketabrak, Berarti ini gak ada hubungannya sama Dira dan apa mungkin waktu itu Hana dia nyoba buat nyelamatin anak kecil itu?." Ara bingung sendiri akan kejadian itu.


"Ah udahlah pusing, Besok aja, Pulang abis itu lanjut penyelidikan." sambungnya yang memilih kembali bersantai.


Haikhal mendudukkan tubuhnya disamping istrinya dan membaringkan tubuhnya. Lelaki itu menatap lekat wanitanya tersebut, Bibirnya membentuk sebuah senyuman, Tangannya mengusap lembut eambut wanitanya itu. "Aku yakin kalo kamu gak mungkin ninggalin aku tanpa alasan." ucap Haikhal yang yakin akan Hana yang sangat mencintainya.


"Apapun yang terjadi aku bakal cari tau sendiri tapi meskipun kamu gak mau cerita aku gak bakal marah kok, Aku bisa cari tau sendiri." sambungnya dengan tersenyum menatap wanita itu.


Haikhal memeluk istrinya tersebut dan memberikan kecupan selamat malam dan ikut memejamkan matanya menyusul istrinya ke alam mimpi.

__ADS_1


Keesokan paginya.


Hana menggeliat saat matahari masuk melalui celah celah gorden jendela. Matanta perlahan terbuka, Pemandangan yang sudah biasa ia lihat membuatnya selalu tersenyum di pagi hari. Pemandangan wjaah tampan suaminya yang ada dihadapannya dan mendekap tubuhnya membuatnya membalas dekapan hangat itu.


__ADS_2