He'S My Husband

He'S My Husband
Ada yang sakit?


__ADS_3

"Em." Hana sedikit memberontak dan membuat Haikhal kaget dan langsung terbangun.


"Ada apa? Kenapa." dengan panik dan mata yang memerah Haikhal langsung duduk. Matanya membulat saat melihat wajah istrinya yang sudah memerah dibadapannya saat ini.


"Sayang." dengan mata yang memerah dia bangkit dan mendudukkan istrinya.


"Wajahnya merah, Aku erat banget ya meluk kamu sampe gak bisa nafas?." tanya Haikhal dengan wajah hawatirnya dan mata yang terlihat masih mengantuk.


Hana yang awalnya sangat kesal dan ingin marah mengurungkan niatnya saat melihat wajah tulus dan hawatir pada suaminya. "Gapapa, Gak terlalu erat kamu meluk tadi." jawab Hana dengan menundukkan kepalanya.


"Maafin aku ya, Aku gak sadar tadi." ucap Haikhal yang masih saja hawatir dengan mengusap wajah istrinya tersebut.


Hana hanya diam saja dan membiarkan suaminya tersebut dalam keadaan itu. "Ada yang sakit?." tanya Haikhal yang kembali hawatir akan istrinya tersebut.


Hana membuang nafas panjangnya dan duduk dari baringnya. "Aku gapapa, Udah gak sesek lagi, Kamu balik istirahat aja." ucap Hana dengan memegang bahu suaminya sebagai pembantunya berdiri.


Hana langsung meninggalkan kamar dan langsung menuju kedapur. Haikhal yang tidak tenang menyusul istrinya tersebut dan terlihat istrinya tengah mengoleskan selai ke roti. Haikhal memejamkan matanya dan kembali membukanya setelah itu menggelengkan kepalanya dan mendekat kearah istrinya.


"Mau makan apa? Biar aku masakin." ucap Haikhal dengan mengusap kepala wanita itu.


"Gak usah, Makan ini aja." jawab Hana dengan mengambil satu lembar roti lagi dan menyantapnya dengan lahap lagi.


"Gak bakal kenyang kalo makan roti aja, Mau aku masakin chicken katsu?." tanya Haikhal yang hanya menemukan ayam didalam kulkas.


Hana menoleh kearahnya dan lelaki itu sudah tidak terlihat mengantuk lagi. "Boleh." jawab Hana dengan senyumnya sebab dia benar benar kelaparan.

__ADS_1


Haikhal bisa melihat senyum wanitanya itu dan mengeluarkan bahan masakan dari kulkas sedangkan Hana dia masih menyantap roti miliknya. Haikhal nulai memasak makanan untuk istri tercintanya dengan Hana yang sudah merasa cukup dan bosan akan roti saja, Dia berdiri dan mendekat kearah suaminya.


Ada beberapa sayuran yang ikut dikeluarkan oleh suaminya sehingga dia meraih sayuran tersebut dan membantu membersihkannya. "Gak usah, Biar aku aja, Nanti kamu kedinginan." ucap Haikhal yang sangat sadar akan hari yang masih sangat pagi.


"Gapapa." jawab Hana dengan senyumnya. Haikhal yang tengah mengolah ayam menoleh kearahya dan tersenyum lebar. Keduanya sangat saling melengkapi dan mengerti satu sama lain.


Hana yang hanya memerlukan waktu sebentar untuk mengolah sayur menatap jika suaminya tidak mengenakan celemek. Hana beranjak dari sana dan di perhatikan oleh Haikhal, Wanita itu mengambil celemek yang tergantung didekat kulkas dan kembali mendekat kepada suaminya.


"Mau apa?." tanya Haikhal saat istrinya mendekat dengan membawakan celemek kedekatnya.


Hana yang hemat kata kata tidak menjawab dan mengenakan celemek ditubuh tinggi suaminya tersebut. Haikhal hanya diam dan memberhatikan wanita itu yang merapikan bagian leher, Sehingga selesai dia mengikat bagian belakang. Haikhal mencium dalam dalam bau rambut yang sangat wangi tersebut dengan bibir yang terus membentuk sebuah senyuman.


"Udah, Nanti kotor bajunya kalo gak pake ini." ucap Hana dengan senyum canggungnya saat Haikhal benar benar memperhatikannya.


Hana langsung beranjak dari sana dan mengambil sayuran namun Haikhal mengambilnya kembali darinya. "Gak usah biar aku aja." ucap Haikhal dengan senyumnya dan mengambil panci untuk memasak sayuran.


"Hey, kenapa ngelamun." ucap Haikhal dengan menyadarkannya dan meletakkan makanan yang sudah dimasak diatas meja.


"Wah, Wangi." ucap Hana yang kembali melupakan dirinya yang masih marah kepada suaminya akibat teralihkan oleh makanan yang ada dihadapannya.


"Ayo dimakan." ucap Haikhal dengan senyumnya dan membalikkan piring untuknya.


Dengan senang hati Hana mengambil makanan yang sudah dihidangkan dihadapannya dan mulai melahapnya dengan perlahan. Wajahnya nampak senang saat suapan pertama dan itu menandakan jika makanan yang ia makan enak, Dia mengambil lagi makanannya dan melahapnya dengan sangat lahap sehingga membuat Haikhal senang akan istrinya yang menyukai makanan buatannya.


Haikhal mengambil sedikit demi sedikit makanan dan melahapnya perlahan sebab takut istrinya kekurangan dan dia juga belum terlalu lapar sepagi ini. "Em." Haikhal mencoba memulai pembicaraan kembali dengan pembahasan kemarin.

__ADS_1


"Masalah aku yang gak ngasih tau kamu tentang....."


Brakkkkk..


Hana yang moodnya bagus tiba tiba kesal saat Haikhal mengucapkan kalimat tersebut. Haikhal memperhatikannya dengan wajah bingung dan Hana langsung berdiri dari duduknya dan meninggalkan ruang makan tersebut.


"Sayang makanannya belum abis." panggil Haikhal yang tau jika istrinya sedang marah namun dia tidak ingin membiarkan istrinya kelaparan lagi.


Hana sama sekali tidak memperdulikannya sehingga membuat Haikhal menyusulnya dengan masih mengenakan celemek. "Sayang." Haikhal meraih tangan istrinya yang hendak meraih tas tersebut.


"Lepasin." Hana menepis tangan lelaki tersebut dan kembali mencoba mengambil tasnya namun Haikhal kembali pula meraih tangannya.


"Lepasin tangan aku." ketus Hana kesal dengan mencoba menepis kembali namun tangan Haikhal tidak terlepas dari tangannya.


"Sayang maafin aku, Aku gak ada niat buat nyembunyiin semuanya dari kamu." ucap Haikhal yang terlihat memohon agar istrinya memaafkannya.


"Lepasin tangan gue." Hana kembali menepis tangan lelaki itu namun masih tidak terlepas.


"Aku bener bener minta maaf karna gak ngasih tau tentang ini sama kamu, Aku takut kamu ninggalin aku dan gak mau nikah sama aku waktu tau kalo aku pemilik perusahaan tempat kamu kerja." jelas Haikhal dengan sejujur jujurnya dan tidak ingin istrinya pergi dari sisinya.


Hana yang mendengarkan penjelasan dengan nada memohon itu menghentikan niatnya untuk pergi, Haikhal nampak menarik nafas dengan cepat sebab membujuk istrinya yang memiliki tenaga lebih darinya saat marah. "Tapi seharusnya kamu jujur dari awal." jawab Hana dengan mata berbinar.


"Iya seharusnya emang aku bilang sama kamu, Aku beneran gak mau kamu pergi lagi apa lagi cuma karna aku pemilik perusahaan tempat kamu kerja, Aku beneran gak mau." balas Haikhal dengan menatap dengan tatapan begitu tulus dengan ucapan yang benar benar berasal dari lubuk hatinya.


"Tapi kamu nyembunyiinnya lebih kayak gak percaya sama aku, Nganggep aku..........Hikssssss" Hana langsung menangis sebelum menyelesaikan ucapannya.

__ADS_1


Haikhal yang tidak rela wanitanya menangis langsung meraih tubuh wanita itu dan memeluknya sambil mengusap punggungnya.


__ADS_2