
"Temen aku." jawab Hana dengan senyumnya. Haikhal tidak ingin bertanya lebih dan terus menatap istrinya yang terus tersenyum itu.
"Seasik itu ya ngobrolnya sampe senyum senyum dari tadi." goda Haikhal dengan duduk disamping istrinya tersebut.
"Em, Udah lama gak ngobrol sama dia." jawab Hana dengan senyumnya.
"Bukannya kalian sama sama terus? Kok bilang udah lama gak ngobrol sama dia?." tanya Haikhal dengan mendudukkan tubuhnya disamping istrinya tersebut.
"Ketemu aja udah lama enggak, Gimana mau ngobrol, Dia sibuk terus." jawab Hana.
"Em." Haikhal tidak mengeluarkan suaranya lagi sebab dia juga tidak ingin mempermasalahkan hal tersebut.
Satu minggu berlalu.
"Ah, Akhirnya gue liburan." teriak Ara saat sampai ditempat berliburnya bersama rekan kerja yang lainnya namun dia tidak memilih tempat penginapan yang sama melainkan berbeda dari orang lainnya.
"Lo kan takut laut Khal, Dan Hana tau tentang itu, Kenapa kalian masih ikut?." tanya Devan dengan wajah kesalnya saat Haikhal dan Hana yang ikut berliburan bersama karyawan kantor.
"Udah selesai?." tanya Hana dari dalam mobil sebab menunggu cukup lama.
"Udah." jawab Haikhal dengan senyumnya dan masuk kedalam mobil dan duduk disamping istrinya yang nampak senang saat hendak pergi berlibur.
Devan nampak kesal namun dia langsung masuk kedalam mobil dan duduk disebelah sopir. Haikhal langsung menggenggam tangan istrinya dan dilihat oleh Hana, Haikhal tersenyum namun tidak mendapatkan balasan dari Hana dan malah Hana menatap keluar jendela menikmati jalanan yang ia lewati.
"Haikhal Haikhal, Udah disakitin masih aja sesayang itu sama nih cewek." guman Devan yang nampak tidak suka akan kemesraan keduanya dan memilih untuk tidak memperhatikannya lagi.
Dua jam diperjalanan akhirnya mobil berhenti juga di sebuah villa, Devan, Haikhal dan juga sopir turun namun tidak dengan Hana yang masih berada didalam mobil. "Em, Kenapa gak keluar sayang?." tanya Haikhal dengan wajah bingungnya.
"Nanti kalo ada karyawan yang liat aku satu mobil sama kamu gimana." ucap Hana dengan wajah yang takut ketahuan jika dekat dengan Haikhal.
"Gak akan ada, Gapapa ayo keluar." Haikhal mengulurkan tangannya dengan tersenyum lebar menatap istrinya namun Hana yang tidak yakin menatap sekeliling untuk memastikan jika memang tidak ada karyawan kantor disana.
__ADS_1
"Gapapa, Gak ada karyawan kantor disini, Ayo keluar." bujuk Haikhal dengan lembut dengan tangan yang masih setia menjulur menunggu istrinya menerima tangannya.
Hana dengan ragu menerima juluran tangan suaminya namun Haikhal tersenyum lebar. "Gak ada karyawan, Tenang aja." ucap Haikhal dengan senyumnya sehingga membuat Hana yakin jika ingin keluar.
Haikhal meletakkan tangannya diatas kepala istrinya sebab takut nanti kepala istrinya terbentur. Saat sudah keluar Hana kembali menatap sekeliling dengan berlindung dibalik coat milik suaminya. "Gak ada kan?." tanya Haikhal saat melihat istri mungilnya berlindung dihadapannya.
"Em." jawab Hana sedikit ragu sebab belum terlalu melihat betul betul.
"Mari tuan saya bantu." ucap penjaga vila dengan membawakan koper milik Haikhal, Hana dan juga Devan.
"Yaudah ayo kita masuk." ajak Haikhal dengan memasukkan tubuh kecil itu kedalam coat.
"Em." Hana yang tidak suka langsung keluar.
"Apa apaan." ketus Hana dengan wajah kesalnya namun Haikhal hanya tertawa kecil saat wanita itu kesal.
"Yaudah ayo masuk." ajak Haikhal dengan menggandeng tangan wanita itu dan membawanya masuk dengan Hana yang memperhatikan sekeliling.
"Loh, Hana." suara itu terdengar sangat tidak asing, Sehingga membuat Hana menoleh kearah suara yang memanggilnya saat dia sudah berada dilorong kamar.
"Kok malah ketemu disini, Lo janjinya mau kerumah." ucap Hana yang masih memeluk Hana.
"Lah lo sendiri ngapain disini, Gue kan udah bilang waktu itu ditelpon kalo bakal ada liburan." balas Ara dengan wajah kesalnya. Hana melepaskan pelukannya.
"Kapan lo bilang? Gak ada." jawab Hana dengan wajah bingungnya sebab dia benar benar tidak ingat kapan Ara mengatakannya.
"Lah bukannya waktu itu gue ada bilang?." tanya Ara dengan wajah bingungnya. Hana menggelengkan kepalanya.
"Yaudah gak penting itu sekarang, Lo sendiri kenapa bisa disini dan......."
Ara menghentikan ucapannya saat menatap kedepan dan melihat ada Haikhal dan juga Devan. "Udah lama gak ketemu Ra." ucap Devan dengan senyum hangatnya sedangkan Haikhal hanya diam memperhatikan keduanya.
__ADS_1
Mata Ara membulat saat melihat keduanya. "Gimana kabarnya Ra?." tanya Haikhal pula. Hana menatap kesuaminya setelah itu menatap pula ke Ara, Dia menatap bergantian ke ketiga orang itu dengan wajah bingungnya.
"Kalian saling kenal?." tanya Hana dengan wajah bingungnya.
"Jelas lah, Kan dia......"
"Gue denger kalo pemilik perusahaan itu namanya Haikhal, Pasti Haikhal ini kan yang dimaksud?." guman Ara.
"Mereka kan atasan gue makanya saling kenal." potong Ara saat Devan hendak menjawab sehingga hal tersebut membuat Devan dan juga Haikhal bingung akan jawaban Ara.
"Atasan?." Hana masih belum mengerti sebab dia belum pernah melihat Ara datang ke perusahaan.
"Iya, Bapak pemilik HR Entertainment kan? Saya Ara Fricilia aktris yang membintangi film xxxxxx yang dibawah produksi perusahaan kalian."
"Ah, Lo pemainnya, Pantesan pulang ke sini." sambung Hana saat mengerti dari mana mereka kenal satu sama lain.
"I-iyalah, T-tapi kok lo bisa......"
"Dia istri saya." jawab Haikhal sigap saat melihat wajah kebingungan Ara, Meskipun dia bingung akan sikap Ara namun dia mengikuti permainan Ara tersebut.
Mata Ara membulat saat mendengarkan jawaban dari Haikhal. "Hah?." ucap Ara dengan wajah bingungnya.
"Shhtttt." Hana melototkan matanya kepada Haikhal.
"Kenapa? Kamu kan emang istri aku." balas Haikhal saat istrinya melotot menatapnya.
"Jadi kemaren lo......."
"Gak beres, Gimana mungkin Haikhal nemuin Hana dan langsung nikahin Hana, Sedangkan dia deket sama Shindi." guman Ara dengan wajah kebingungan dan tidak mempercayai Haikhal.
"Ikut gue." Ara menarik tangan Hana dan membawanya pergi dari sana.
__ADS_1
"Eh mau kemana." teriak Haikhal yang tidak terima istrinya dibawa pergi oleh Ara.
"Udahlah biarin aja, Toh mereka udah temenan sejak lama dan mungkin sebelum ketemu lo." ucap Devan dengan wajah kesalnya dan meninggalkan tempat tersebut dan masuk kedalam kamarnya.