
Hana mengusap kepala suaminya tersebut dan membiarkan suaminya tersebut tertidur dalam keadaan memeluknya. "Dia kenapa? Kok bisa ngigo kayak tadi? Padahal kita baru ketemu, Apa gue pernah ninggalin dia?." guman Hana dengan wajah bingungnya yang tidak mengetahui apapun.
Hana membuang nafas panjangnya dengan tangan yang terus mengusap kepala suaminya dan mata yang menatap pemandangan diluar. "Padahal ini waktu liburan, Tapi Haikhal malah tidur." guman Hana saat melihat pemandangan dari vila yang ia tempati terlihat indah dari dalam.
"Em tapi gapapa, Pasti dia beneran kecapean, Seminggu ini jadwalnya padet banget, Malam begadang siangnya kesana kesitu meating sama ngeliat lokasi." ucap Hana dengan menatap lekat wajah tampan lelakinya tersebut.
"Istirahat yang cukup." bisik Hana dengan mencium pucuk kepala suaminya tersebut dan kembali menatap keluar jendela.
Hana sama sekali tidak mengantuk ataupun kelelahan, Meskipun memiliki jadwal yang sama dengan Haikhal namun dia tidak pernah tidur di atas jam tidur biasanya sebab Haikhal tidak pernah sedikitpun memberikan pekerjaan berlebihan kepadanya dan setiap dia ingin membantu sebagai sekretaris ataupun istri Haikhal menolak dengan tegas bantuan tersebut namun Hana yang keras kepala menemani Haikhal sehingga selesai bekerja malamnya meskipun dia tidur terlebih dahulu sebab siang yang cukup melelahkan.
Sudah dua jam Haikhal tertidur dan Hana sama sekali tidak memejamkan matanya, Dia sangat menikmati pemandangan diluar vila tanpa bosan dan tanpa mengantuk. Haikhal menggerakkan sedikit tubuhnya sehingga Hana menatapnya dan memukul lembut agar suaminya tidak terganggu oleh dirinya.
Namun hal tersebut tidak mempan sebab Haikhal yang memang sudah merasa cukup dengan tidurnya. Haikhal membuka perlahan matanya dengan Hana yang terus saja memperhatikannya. Haikhal memejamkan lama matanya dan setelah itu kembali membukanya dan kembali memeluk Hana.
"Udah bangun beneran?." tanya Hana dengan mengusapkan tangannya dikepala suaminya. Haikhal menganggukkan kepalanya dengan kepala yang masih berada dipaha istrinya dan wajah yang berada diperut istrinya.
"Aku tadi ngigo ya?." tanya Haikhal dengan nada yang tersumbat sebab wajahnya masih ditempat yang sama.
Hana diam sejenak. "Enggak, Kamu gak ngigo tadi." jawab Hana dengan mengusap lembut kepala lelaki itu.
Haikhal langsung mendongakkan kepalanya dan langsung disuguhkan oleh senyuman manis istrinya. "Beneran?." tanya Haikhal dengan wajah menggemaskannya.
"Iya, Beneran." jawab Hana dengan senyumnya.
"Kenapa gue gak jawab jujur?." guman Hana dengan pikiran bingung memikirkan isi hatinya.
Haikhal tidak mengeluarkan suaranya lagi dan mendudukkan tubuhnya disamping istrinya. "Kalo aku ngigo yang aneh aneh bilang aja, Gak usah nyembunyiin ya." ucap Haikhal dengan wajah layaknya anak kecil.
Hana hanya diam dan tidak menjawab perkataan suaminya tersebut. "Aku inget tadi aku sempat kebangun dan kamu langsung ada didepan aku, Pas itu aku langsung meluk kamu dan itu mustahil kalo aku gak ngigo." jelas Haikhal yang mengerti akan dirinya sendiri.
__ADS_1
Hana masih saja diam dan menatap lekat lelaki itu.
Kryukkkkk~
Perut Hana berbunyi sehingga hal tersebut memecahkan keheningan dikamar itu. Haikhal menatap perut wanita itu dengan Hana yang segera menutup perutnya berharap dapat menyembunyikan suaranya, Haikhal beralih menatap wajah istrinya tersebut tanpa ekspresi apapun sebab dia baru bangun.
"Haisss, Kenapa gak bangunin aku kalo kelaperan, Manggil sendirikan cacingnya." ucap Haikhal dengan mengusapkan tangannya diperut datar istrinya tersebut.
"Gak tega bangunin kamu." jawab Hana yang sedikit malu.
"Hah, Yaudah ayo kita keluar cari makan." ajak Haikhal dengan senyumnya menatap istrinya tersebut.
"Tapi kita belum mandi." ucap Hana saat hari yang sudah sore.
"Gapapa, Ayo." ajak Haikhal dengan meraih tangan istrinya tersebut. Hana berdiri dan mengenakan sendalnya dan Haikhal menggandeng tangan wanita itu dan membawanya keluar.
"Itu, Kamu cuci muka dulu, Jorok, Masa iya baru bangun mau langsung makan." ucap Hana dengan menghentikan langkah kakinya dan mendorong suaminya kembali kedalam kamar.
Hana menemani suaminya tersebut mencuci wajah dan Haikhal yang jahil melemparkan air ditelapak tangannya kepada istrinya. "Haikhal." teriak Hana dengan wajah kesalnya.
"Hem." Haikhal tertawa kecil dan menyiram wajahnya dengan air.
"Udah gak usah marah." ucap Haikhal dengan menggoyangkan rambutnya amyang sedikit basah terkena air sehingga air tersebut menercik ke Hana.
"Iiihh basah kan." ucap Hana dengan wajah kesalnya.
"Gak niat, Minta bantu keringin tadi." jawab Haikhal dengan menundukkan kepalanya meminta istrinya membantu mengeringkan rambutnya.
Hana tidak menjawabnya dan mengeribgkan rambut yang sedikit basah itu menggunakan handuk kecil. Haikhal kembali berdiri seperti semula sehingga membua Hana yang pendek otomatis menghindar sebab takut dagunya mengenai kepala suaminya namun hindaran itu membuat Hana hampir terjatuh namun Haikhal yang dari tadi memegang pinggangnya membuatnya baik baik saja.
__ADS_1
Keduanya saling tatap. "Aku beneran kangen sama kamu." guman Haikhal dengan hati yang senang saat baru pertama kalinya semenjak menikah dan dalam keadaan sadar keduanya bertatapan seperti itu.
"Kok kayak pernah liat." guman Hana dengan wajah bingungnya. Haikhal yang merasa wajah bingung Hana itu adalah wajah tidak suka langsung mencium bibir istrinya sekilas itu.
"Ngelamunin apa." ucap Haikhal dengan kepala yang sedikit menunduk hendak mencium kembali.
"Em." Hana yang kesal kembali berdiri seperti semula dan melempar handuk kepada Haikhal dan langsung meninggalkan kamar mandi itu.
Haikhal hanya tersenyum dan menyusul istrinya itu. "Yaudah ayo sayang kita makan dulu." ajak Haikhal saat air yang sedikit mengenai baju istrinya sudah mulai mengering.
"Ayo." jawab Hana dengan senyumnya dan menggandeng tangan suaminya saat diajak mencari makan.
Keduanya keluar dengan Hana yang berjalan terlebih dahulu membimbing jalan, Namun dia menghentikan langkah kakinya saat tidak tau dimana tempat untuk makan. "Kenapa berenti sayang?." tanya Haikhal dengan wajah bingungnya.
"Aku gak tau dimana tempat makannya." jawab Hana dengan wajah kesalnya akan suaminya yang tidak mengetahui hal tersebut.
Haikhal kembali tersenyum. "Yaudah ayo." ajak Haikhal yang mengambil alih pimpin jalan dengan masih menggandeng istrinya dan membawanya menuju ketempat makan.
"Masih ada kah makanannya" tanya Hana saat sadar akan jam yang seharusnya sudah tidak jadwal waktu makan.
"Masih dong, Duduk aja, Bilang mau makan apa." jawab Haikhal dengan pelayan yang mendekay.
"Sore, Tuan, Nona." sapa pelayan dengan ramahnya dan dianggukkan oleh Hana.
"Bilang kamu mau makan apa, Nanti disiapin." ucap Haikhal dengan senyumnya.
"Makanannya ada apa aja?." bisik Hana.
Haikhal kembali tersenyum saat mendapatkan pertanyaan itu. "Apa aja ada disini." jawab Haikhal dengan kembali mencium wajah istrinya yang sangat dekat dengannya.
__ADS_1
"Bawa semua menu kesini." pinta Haikhal dan kembali menatap istrinya dengan tersenyum lebar sedangkan Hana menatap kesal akan Haikhal yang sudah mulai lancang dan menciumnya didepan umum pula.
"Masih mau dicium lagi" goda Haikhal kepada istrinya tersebut.