
"Bukan gituu, Cuma dulu gak terlalu meratiin wajah aku dan fokusnya ke mama karna mama emang secantik itu." balas Hana.
"Hem, Kamu sama cantiknya kok kayak mama." balas Haikhal smbil tangannya mengusap bahu istrinya tersebut.
Hana hanya diam dan menatap wajah ibunya itu. "Gimana kalo kita makan malam? Udah malem loh sekarang." tawar Haikhal.
Hana menoleh keluar jendela dan benar saja hari sudah malam. "Aku belum laper, Kamu makan dulu aja ya." jawab Hana dengan senyumnya dan membuang pandang dari suaminya tersebut.
"Tapi sayang, Kamu belum makan dari tadi siang." balas Haikhal yang tidak menerima jawaban dari istrinya itu.
"Aku belum laper, Nanti kalo laper aku bakal makan." jawab Hana kembali dengan wajah datarnya dan hendak menangis. Wanita itu kembali menarik nafas panjang mencoba tenang dan tidak menangis dan membuang pandangnya dari suaminya tersebut.
"Kok gue lemah banget sih, Ngeliat wajah dia malah sedih lagi." guman Hana dengan memejamkan matanya.
Haikhal membuang nafas panjang dan tidak berpindah dari sana dan terus stay disana bersama istrinya. "Sayang ayo makan." ajak Herlin saat keduanya tidak menunjukkan wajah diruang makan.
"Han, Ayok makan, Lo belum makan dari tadi malem." ajak Ara pula sedangkan Devan hanya diam dengan wajah datarnya.
Hana tidak menjawabnya dan hanya diam saja diatas ranjang. Tatapannya kembali kosong, Pikirannya kemana mana sedangkan Haikhal dia langsung memegang tangan istrinya tersebut, Dia mengusap lembut tangan itu sehingga Hana menatap kepadanya. "Aku mau tidur." ucap Hana dengan mata sayunya menatap suaminya tersebut.
Haikhal mendekatkan tubuhnya lebih dekat kepada istrinya dan langsung memeluk wanita itu. "Yaudah tidur ya sayang." jawab Haikhal dengan mengusap kepala istrinya tersebut.
"Yaudah ayok kita makan duluan, Biar mereka nyusul aja nanti." ajak Herlin dengan menutup pintu kamar tersebut dan mengajak Devan dan Ara menuju keruang makan untuk makan.
Hana perlahan menutup matanya sebab cukup mengantuk, Haikhal hanya diam memupuk mupuk punggung istrinya hingga akhirnya dia sadar istrinya sudah tertidur dia langsung membaringkan perlahan tubuh kecil wanita itu dan setelah itu dia menatap lekat wajah wanitanya tersebut.
"Kenapa cuma diem tadi? Udah lega hatinya?." tanya Haikhal dengan mengusap kepala istrinya yang benar benar hanya diam sedari tidak sadarkan diri tadi.
__ADS_1
"Kamu kayak tadi beneran ngebuat hati aku hancur, Aku gak bisa liat kamu sedih kayak tadi cuma aku juga gak bisa ngebiarin dada kamu sesek cuma karna nahan nangis." guman Haikhal dengan mata yang terus menatap lekat istrinya tersebut.
"I know kalo kamu gak mau ngebuat orang sekitar kamu sedih dengan cara kamu nangis." gumannya kembali dengan mata berbinar menatap istrinya itu.
"Aku gak mau kamu sedih kayak gini, Kamu harus bahagia hidup sama aku." sambungnya kembali dengan mata yang perlahan ikut terpejam disebelah istrinya.
"Hahahahahaha, Akhirnya Dewi mati juga." teriak Julia saat mengetahui berita ibu Hana yang baru saja meninggal.
"Dewi siapa yang kau maksud?." Dimas ayah dari Hana mendekat saat mendengar teriakan dari Julia.
"Istri tuamu, Wanita tua yang sakit sakitan dirumah sakit itu." jawab Julia dengan wajah gembiranya namun hal tersebut tidak diterima ditelinga Dimas dan lelaki itu hanya menatap tajam istrinya tersebut.
Tok... tok.... tok
Herlin mengetuk pintu kamar saat anak dan menantunya tidak keluar untuk makan malam namun ketukannya tadi tidak mendapatkan jawaban sehingga membuat Herlin langsung membuka pintu kamar dan terlihat anak dan menantunya tengah tertidur diranjang.
"Kenapa tante? Gimana keadaan Hana?." tanya Ara dengan wajah penasarannya.
"Udah dibilangin gak usah kepo masih aja kepo, Hana bakal baik baik aja selama sama Haikhal." ucap Devan akan Ara yang sedari tadi menanyakan keadaan Hana.
"Iiiiihhh kan gue cuma nanya, Kok lo sewot banget sih." ketus Ara dengan wajah kesalnya.
"Hana baik baik ajs, Dia lagi tidur sama Haikhal didalam." jawab Herlin dengan senyumnya.
"Ooh, Bagus deh kalo gitu, Gue tidur disini, Lo tidur diluar." ucap Ara dengan berbaring diatas kursi yang ada diruangan tersebut sedangkan Devan hanya melihat dengan wajah datarnya saja.
Keadaan ibu Hana tampak semakin membaik dengan Hana dan Haikhal yang selalu menyempatkan waktu menjenguknya dan Herlin yang senan tiasa menjaganya. Herlin sudah semakin dekat dengan Dewi layaknya teman lama, Keduanya sama sama tau kisah satu sama lain.
__ADS_1
"Kalo mama gini terus bentar lagi pasti mama bakal sembuh." ucap Hana dengan senyumnya sedangkan Haikhal dia saat ini sedang tidak berada dirumah sakit sebab pekerjaan yang menumpuk namun dia tidak memberitahu istrinya dan membiarkan istrinya berada dirumah sakit.
"Iya sayang, Mama pasti bakal lebih semangat kayak gini ditambah kamu yang selalu nyemangatin mama." jawab Dewi dengan senyumnya.
"Yaudah kita balik kedalam lagi ya, Mama Herlin juga ada didalam." ucap Hana yang juga sudah mulai terbiasa akan Herlin. Dewi hanya menjawabnya dengan senyuman menandakan jika ia ingin kembali masuk kedalam.
Hana langsung membuka matanya dengan tangan yang bergetar seperti terkejut begitupun dengan tubuhnya sehingga membuat Haikhal yang memeluknya bisa merasakan hal tersebut. "Sayang kenapa?." tanya Haikhal dengan mata yang sedikit menyipit saat istrinya bangun terkejut.
"Kok kita disini? Bukannya kita dirumah sakit?." tanya Hana dengan wajah bingungnya menatap sekeliling.
"Enggak sayang, Kita dari tadi disini, Kamu mimpi ya?." tanya Haikhal dengan mengusap dahi yang berkerinhat itu. Hana diam dan mengingat apa yang telah terjadi dan benar saja dia baru saja bermimpi, Bermimpi ibunya dalam masa pemulihan dan ternyata ibunya sudah tiada. Kepala wanita itu langsung menunduk sehingga Haikhal langsung memeluknya.
"Gapapa kok kalo mau nangis, Kamu juga manusia, Jaangan biarin dada kamu sesek ya." ucap Haikhal dengan mengusap punggung wanita itu namun Hana tidak menangis seperti apa yang dikatakan oleh Haikhal.
"Hah." mata Shindi membulat saat mengetahui bahwa Hanalah istri dari Haikhal.
"Bukannya Hana udah mati?." guman Shindi yang sama sekali tidak mengetahui keberadaan Hana semenjak bertahun tahun lalu.
"Tapi kenapa dia malah jadi istri Haikhal." ucap Shindi yang tidak percaya. Wanita itu memegang kepalanya dan menarik rambutnya tidak terima akan kenyataan yang menyatakan bahwa Hana adalah Istri Haikhal sebab dia memang sudah meyakinkan jika Hana sudah mati.
"Ahhhhh." Shindi berteriak marah dan melempar seluruh yang ada dihadapannya kelantai. Julia dan Dimas yang berada dikamar langsung keluar begitupun dengan para pelayan.
"Gue benci Hana, Gue benciiii." teriak Shindi saat mengetahui jika istri dari Haikhal adalah Hana.
"Hana?." Dimas terdiam saat mendengar nama tersebut, Nama tersebut adalah nama anak pertamanya dari wanita yang sudah tidak ia ketahui kabarnya saat ini.
"Kenapa sama Hana?, Bukannya dia udah meninggal nak?." tanya Dimas dengan berharap agar anaknya itu masih hidup.
__ADS_1