He'S My Husband

He'S My Husband
Cuma apa


__ADS_3

"Eh mau kemana." teriak Haikhal yang tidak terima istrinya dibawa pergi oleh Ara.


"Udahlah biarin aja, Toh mereka udah temenan sejak lama dan mungkin sebelum ketemu lo." ucap Devan dengan wajah kesalnya dan meninggalkan tempat tersebut dan masuk kedalam kamarnya.


Haikhal membuang nafas panjangnya dan masuk kedalam kamar yang sudah disediakan untuk dirinya dan istrinya tersebut dengan pelayan yang mengantarkan barang barangnya dan istrinya.


"Hah." Haikhal langsung menghempaskan tubuhnya dan menatap langit langit kamar vila tersebut.


"Kok lo bisa nikah sama Haikhal?." tanya Ara dengan mata yang melotot tidak percaya jika temannya itu menikah dengan Haikhal.


"Ya dia ngajak nikah." jawab Hana dengan wajah polosnya.


"Haisss, Gak mungkin lo langsung terima kan, Secara lo baru kenal sama dia." balas Ara yang tidak mempercayai hal tersebut.


"Iya emang gak langsung gue terima, Cuma......"


"Cuma apa." Sambung Ara saat Hana berhenti berbicara.


"Panjang ceritanya dan gue juga gak terlalu tau kenapa dia bisa ketemu gue waktu itu." jawab Hana dengan wajah polosnya dan tidak menyesal sedikitpun.


"Pokoknya kalo ada Haikhal bilang atau nanya apa apa sama lo, Lo gak usah jawab dan gak usah percaya, Okeeey." ucap Ara yang tidak terlalu banyak bicara.


"Emang kenapa?." tanya Hana dengan wajah bingungnya.


"Pokoknya jangan." tegas Ara dengan wajah seriusnya membuat Hana yang bingung bercampur takut namun dia langsung tersadar akan dirinya yang sudah cukup lama berada dikamar Ara dan melupakan suaminya.


"Yaudah gue ke kamar gue dulu, Byee." pamit Hana yang langsung meninggalkan kamar tempat Ara dengan wajah bingungnya dan pikiran yang memikirkan kenapa Ara melarangnya menjawab dan percaya akan perkataan Haikhal.


"Yang mana kamar gue?." tanya Hana yang tidak mengetahui kamarnya.

__ADS_1


Devan keluar dari kamarnya dan terlihat Hana celingak celinguk mencari Haikhal sebab tidak tau dimana kamarnya. "Paling ujung." ucap Devan dengan wajah datarnya dan langsung meninggalkan tempat tersebut.


Hana menoleh kebalakang dan terlihat Devan yang berbicara kepadanya itu. "Makasih pak." ucap Hana sopan dengan tersenyum lebar namun Devan tidak memperdulikannya dan Hana pun langsung menuju kekamarnya dan membukanya perlahan.


"Haikhal." panggil Hana dengan suara rendah namun dia tidak mendapatkan jawaban apapun dari dalam sehingga membuatnya membuka lebar pintu kamar itu dan terlihat suaminya tengah tertidur nyenyak dengan tubuh yang menelentang diatas ranjang.


"Jelas aja lah gue kenal sama Ara, Orang Ara temen deket lo dan lo selalu bawa Ara kemana pun kalian ketemu ya sama gue satu lagi." guman Devan dengan wajah kesalnya.


"Tapi kok dia tadi malah nanya kenapa Ara bisa kenal sama gue sama Haikhal." guman Devan dengan wajah kesalnya.


"Agak aneh ya, Gak mungkin dia lupa ingatan kan?." tanya Devan kepada dirinya sendiri.


"Emang dia lupa ingatan kenapa? Pernah kebentur kah kepalanya?." guman Devan yang semakin penasaran.


"Ah udahlah gak penting, Yang penting sekarang adalah maaakan~" ucap Devan dengan wajah girangnya saat melihat makanan.


"Ah pantesan sunyi banget, Tidur rupanya." ucap Hana dengan tersenyum lebar dan menutup pintu kamar dengan sangat perlahan.


"Oiya, Kok Ara agak aneh ya, Dia sama Haikhal ataupun pak Devan kayak kenalan lama, Bukan kenalan karna bisnis." guman Hana yang kembali memikirkan hal tersebut.


"Tapi mereka kenal dari mana? Seinget gue, Dari gue temenan sama Ara, Ara gak pernah tuh kasih tunjuk gue pak Devan ataupun Haikhal dan malah gue baru ketemu Haikhal untuk pertama kalinya beberapa bulan lalu." guman Hana yang semakin bingung akan apa yang terjadi kepada Ara maupun Haikhal dan Devan.


"Atau mungkin mereka emang udah kenal lama dan pernah ngejalin hubungan tanpa sepengetahuan gue dan putusnya dengan cara gak baik baik?." pikiran Hana terus saja kemana mana nemikirkan apa yang mungkin terjadi diantara temannya dan juga suaminya.


"Mungkin bener dan mereka......."


"Enggak, Jangan pergi." Haikhal mengeluarkan suaranya sehingga membuat Hana menatap kearahnya dan ternyata suaminya sedang mengigau.


"Haikhal." panggil Hana memastikannya.

__ADS_1


"Enggak, Jangan pergi." Haikhal kembali melontarkan ucapan tersebut sehingga membuat Hana kebingungan namun kesal.


"Tuh kan bener, Pasti emang mereka pernah pacaran dan putus dengan cara gak baik baik." guman Hana dengan wajah kesal memikirkannya.


"Ha-hana gak boleh ninggalin gue." Mata Hana membulat saat mendengarkan ucapan yang keluar dari mulut suaminya tersebut. Dia kembali kebingungan dan menunjuk kepada dirinya sendiri.


"Gue?." ucap Hana dengan wajah bingungnya.


"Emang gue pernah ninggalin dia?." ucap Hana kembali dengan wajah yang semakin bingung dan memikirkan apa yang telah terjadi sehingga suaminya mengigau hal tersebut.


"Enggak, Gue gak pernah ninggalin dia, Gue selalu sama dia kok." ucap Hana yang yakin jika dia benar benar tidak pernah meninggalkan lelaki itu.


"Ha-hana gak boleh ninggalin gue." Haikhal berteriak kencang dengan tangan yang menggepal meremas bad cover kasur tersebut.


Hana yang sedikit panik saat melihat hal tersebut dan juga wajah suaminya yang berkeringat langsung mendudukkan tubuhnya disamping suaminya. "Haikhal." Hana mencoba menyadarkannya dari tidurnya tersebut namun Haikhal masih juga belum bangun.


"Sayang, Haikhal." panggil Hana kembali dengan nada rendah sambil mengusap wajah yang berkeringat itu namun Haikhal masih saja belum bangun.


Hana yang panik langsung berlari keluar dan kebetulan ada Devan yang baru saja kembali. "Pak, Tolong saya, Haikhal ngigo dan......"


Devan yang sudah terbiasa menghadapi situasi tersebut langsung berlari dan masuk kedalam kamar tersebut. "Kenapa?." tanya Ara dengan wajah bingungnya namun Hana tidak menjawabnya sehingga membuat Ara yang penasaran ikut masuk kedalam kamar.


Devan saat ini berada disamping Haikhal. "Haikhal, Bangun." ucap Devan dengan memukul sedikit keras wajah Haikhal agar bangun namun tidak bangun bangun.


"Haikhal, Bangun." Devan mengguncang wajah lelaki itu sehingga Haikhal tersadar dan langsung duduk. Dia mendapati istrinya yang berada tepat di hadapannya sehingga membuatnya langsung meraih tubuh itu dan memeluknya dengan nafas yang naik turun dengan cepat.


Dengan wajah bingung Hana menatap kepada Devan namun Devan sama sekali tidak memperdulikannya dan langsung meninggalkan kamar tersebut. Hana beralih menatap kepada Ara namun Ara dengan segera menyusul Devan yang sudah keluar terlebih dahulu sebab Devan tau Haikhal sudah tidak membutuh apa apa lagi termasuk obat, Sebab obat dan penyebabnya sudah ada didepan mata.


Devan menutup pintu kamar tersebut dan menatap tajam kepada Ara. "K-kenapa lo ngeliatin gue gitu?." tanya Ara yang sedikit takut di introgasi.

__ADS_1


Haikhal masih terlihat panik dengan nafas yang masih naik turun dengan cepat. Hana yang bingung mengusapkan kepala suaminya tersebut dengan sangat lembut sehingga Haikhal merasa sedikit tenang.


__ADS_2