
"Kan orang di kantor gak ada yang tau kalo kita udah nikah." jawab Hana dengan meminum minumannya.
"Nanti pas kita masuk aku bakal umumin semuanya." balas Haikhal.
"Jangan." salip Hana dengan cepat.
"Kenapa?." tanya Haikhal dengan wajah bingungnya.
"Ya jangan aja." jawab Hana dengan wajah bingung sebab dia juga tidak mengetahui apa alasan untuk tidak mengumumkan pernikahan mereka.
"Jadi gapapa kan kalo di umumin? Dari pada kayak tadi." ucap Haikhal sambil menikmati minumannya.
"Gak usah, Ki-kita kan......Pernikahan kita juga gak bakal bertahan lama, Sekira mama udah sembuh dalam perjanjian kitakan udah boleh pisah." jelas Hana dengan nada dan raut wajah tidak rela.
Haikhal menghentikan minumnya dan menatap lekat wanita yang ada dihadapannya itu. Tatapan yang dalam dan penuh arti membuat Hana memilih untuk msmbuang tatapan nya dari suaminya tersebut. "Kamu selamanya harus jadi istri aku." guman Haikhal dengan raut wajah tidak suka saat setelah mendengar ucapan istrinya itu.
Haikhal melanjutkan minumnya tanpa mengeluakran suara apapun sehingga membuat Hana melirik sering kali kepadanya yang hanya diam saja.
Setelah saling diam dan menghabiskan minuman, Keduanya meninggalkan tempat itu dengan Haikhal yang membawa seluruh barang dan memilih untuk menaiki kendaraan umum.
Hana terus saja meliriknya namun Haikhal sama sekali tidak memperdulikannya dan hanya diam saja. "Kok dia malah diemin gue." guman Hana dengan wajah tidak rela di diamkan oleh suaminya.
Mobil berhenti tepat didepan vila dan Haikhal langsung masuk dengan barang barang yang dibawakan oleh penjaga dan meninggalkan Hana. Hana langsung memasang wajah kesalnya saat ditinggalkan oleh suaminya namun dia tidak emngeluakran suara melainkan menyusul suaminya tersebut.
Ara melakukan pemotretan menggunakan baju renang dengan dilapisi outer yang diberikan manager kepadanya. Devan yang tengah berjalan disana menghentikan langkah kakinya saat Ara tengah melakukan pemotretan dengan minuman yang ada ditangannya dan kacamata hitam yang melekat dimatanya.
Dia memperhatikan Ara yang tengah berpotret ith tanpa disadari sedikitpun oleh Ara. "Gimana?." tanya Ara yang cukup kelelahan.
"Oke, Udah semuanya." jawab photographer dan manager dengan segera mendekat dan membersihkan tubuh yang ada sedikit pasir dan keringat.
__ADS_1
Ara dapat melihat Devan dan dia mendekat kepada nya. "Ngapain lo disini? Lagi liatin gue?." goda Ara dengan senyumnya dan menyeruput minuman yang ada ditangan Devan.
Devan langsung mengerutkan dahinya saat Ara yang mencoba menggodanya itu. "Ngapain juga gue liatin lo." balas Devan dan memberikan minuman yang sudah diseruput tadi kepada Ara dan meninggalkan Ara.
"Eh lo mau kemana." teriak Ara dan menyusulnya.
Hana terus saja mengikuti Haikhal hingga Haikhal masuk kedalam kamar dan menutup kasar pintu kamar itu tanpa disadari ada istrinya di belakang.
Brakkkkk....
"Ah." hidung Hana terbentur dengan pintu yang ditutupi oleh Haikhal tadi sehingga Haikhal membulatkan matanya kaget dan membuka kembali pintu kamar tersebut.
"Auuuu." wanita itu berjongkok dan menundukkan kepalanya sebab terbentur akan pintu cukup sakit.
Haikhal langsung berjongkok dan mengangkat kepala istrinya tersebut. Matanya langsung membulat saat hidung wanita itu mengeluarkan darah. "Kenapa ceroboh banget sih." ketus Haikhal dan langsung menggendong wanitanya tersebut dan membawanya kedalam kamar.
"Sakit." rengek Hana.
"Permisi tuan, nona." ucap penjaga dengan sopan namun Haikhal dan Hana tidak memperdulikannya.
Haikhal membuka kotak obat tersebut dan mengambil kapas dan membersihkan darah yang sudah mulai berhenti mengalir. "Kenapa bisa kepentok sih, Gak liat liat ya kamu kalo jalan." ucap Haikhal dengan wajah hawatirnya dan mengolesi sedikit obat.
"Ah." Hana merasa perih saat Haikhal memasang obat.
"Sssstttt tahan ya sayang, Atau mau kerumah sakit?." tanya Haikhal.
"Gak usah, Ini gapapa." jawab Hana tanpa bisa melihat dengan jelas wajah suaminya. Haikhal hanya diam saja dengan wajah hawatirnya tersebut, Dia terus saja mencoba mengobati istrinya hingga selesai dia langsung memeluk wanita itu.
"Lain kali harus hati hati ya, Jangan sampe ada dikit aja luka ditubuh kamu." ucap Haikhal dengan memejamkan matanya akibat sangat hawatir akan keadaan istrinya tersebut.
__ADS_1
"Kamu tadi buru buru banget sampe gak sadar aku dibelakang kamu." jawab Hana dengan wajah keslnya.
"Maaf, Aku tadi terus kepikiran sama omongan kamu tadi, Aku gak mau kamu pergi lagi dari kehidupan aku." jawab Haikhal jujur dengan memberikan kecupan dikepala wanita itu.
"Em?." Hana mendongakkan kepalanya dan menatap bingung suaminya yang masih saja hawatir dan tidak rela akan ucapan nya tadi.
"Emang aku pernah ninggalin kamu sebelumnya? Bukannya kita baru kenal?." tanya Hana dengan wajah bingungnya.
"Iya kamu pernah ninggalin aku, Aku udah nyari kamu kemana mana tapi gak ketemu sampe akhirnya kamu ngelamar kerja dikantor aku baru aku ketemu sama kamu, Kamu gak inget?." tanya Haikhal dengan wajah bingungnya.
Hana langsung menggelengkan kepalanya dengan wajah yang sangat kebingungan akan ucapan ucapan yang keluar dari mulut lelaki itu. "Bener, Ini pasti ada yang gak beres, Dia pasti gak ada niat buat ninggalin aku waktu itu." guman Haikhal yang yakin jikan ada sesuatu yang tidak beres terhadap istrinya itu.
"Yaudah gak usah dipikirin, Lain kali gak usah ngomong gitu lagi, Jangan ceroboh lagi dan yang paling penting jangan tinggalin aku, Kalo gak mau orang kantor tau kita udah nikah gapapa asal kamu jangan ninggalin aku." jelas Haikhal yang kembali mendekap tubuh kecil itu.
Hana hanya diam saja dan mencoba mencerna ucapan suaminya tersebut dan membalas pelukan dari suaminya itu.
"Devan." Ara meraih tangan Devan yang terus saja berjalan menjauh. Devan menghentikan langkah kakinya dan Ara langsung berdiri dihadapannya.
"Kenapa?." tanya Devan dengan wajah datarnya.
"Lo kenapa sih, Makin tua kayaknya mood lo makin buruk aja." ketus Ara dengan kesalnya. Devan hanya diam dan tidak menjawab ucapan wanita itu.
"Lo gak usah nunjukin muka gak suka lo sama Hana, Gue tau lo kesel sama dia yang udah ninggalin sahabat lo, Cuma itu bukan keinginan dia." Devan langsung menatap tajam kepadanya.
"Apa maksud lo?." tanya Devan dengan wajah bingungnya.
"Gak guna gue ngasih tau lo kenapa, Intinya lo gak usah ngeliatin muka gak suka lo sama dia, dia gak tau apa apa." jawab Ara dan langsung meninggalkan Devan sendiri disana menuju kedekat menejer nya.
Terdengar tarikan nafas panjang sehingga Haikhal merenggangkan dekapannya. "Lain kali juga jangan marah kayak tadi lagi ya." ucap Hana dengan mata sayu dan senyum tulusnya.
__ADS_1
Haikhal kembali tersenyum saat melihat senyuman wanita itu dan membaringkan wanita itu disampingnya dan dia sama sekali tidak melepaskan istrinya. Tangan lelaji itu mengelus batang hidung yang terbentur tadi sehingga membuat Hana tersenyum dan perlahan memejamkan matanya.
Selain rasa nyaman dari elusan tangan suaminya, Dia cukup kelelahan berkeliling sekitar vila. "Aku gak ngerti maksud kamu tadi apa, Aku udah nyoba buat memahami sama nginget apa yang pernah terjadi sama kita di masa lalu, Cuma aku beneran gak inget dan kamu beneran orang baru dikehidupan aku." ucap Hana yang langsung menenggelamkan wajahnya didada bidang suaminya dan tertidur.