
"Wanita itu tidak menemukan anda ataupun nona, Melainkan dia menemukan para pekerja kantor saja." sambungnya saat Haikhal hanya diam.
"Kok lusuh banget sih rumah ini sekarang." ucap Devan saat turun dari mobilnya saat sudah sampai dirumah lama Hana.
"Dulu kayaknya gak gini deh, Masih terawat dan malah jauh lebih bersih dari ini." ucap Devan saat melihat lihat rumah tersebut.
Devan menatap sekeliling dan berjalan menuju pintu dan ternyata pintu rumah terkunci rapat. "Haisss." kesal Devan saat tidak bisa membuka pintu rumah tersebut.
Devan kembali mencari jalan masuk kedalam dengan melihat jendela namun ternyata jendela menggunakan pagar sehingga membuatnya tidak bisa masuk meskipun pintu jendelanya terbuka.
"Em." Hana menggeliat dan hal tersebut disadari oleh Haikhal dan Haikhal langsung menoleh ke arahnya.
"Kerjakan semuanya dengan baik." Haikhal langsung mematikan telponnya dan langsung menghampiri istrinya.
"Shut, Shut." Haikhal mengusap kepala wanita itu berharap istrinya tidak bangun sebab dia tau jika wanita itu kelelahan.
"Apaan sih." Hana menepis lemah tangan tersebug saat dia sudah benar benar bangun.
"Udah bangun sayang." ucap Haikhal dengan mengusap wajah wanita itu.
__ADS_1
"Em." Hana menganggukkan kepalanya mengiyakan pertanyaan suaminya tersebut sedangkan Haikhal hanya menatap lekat wajah wanitanya itu.
"Nanti malam aja deh nanya nanya." guman Haikhal yang juga harus mendapatkan infirmasi dari Hana.
"Aku laper." ucap Hana dengan memegang perutnya.
Haikhal menatap tangan yang memegang perut itu dan langsung tersenyum. "Kamu tidur tadi pas di mobil makanya gak jadi makan." ucap Haikhal dengan senyumnya.
"Yang bawa aku kesini siapa?." tanya Hana.
"Suami mu." jawab Haikhal. Hana tersenyum dan langsung memeluk lelaki itu.
"Makasih ya." ucap Hana dengan senyumnya.
Hana tidak menjawabnya dan hanya diam saja di perut kotak suaminya itu. Saat perut nya berbunyi Hana langsung duduk dan langsung berdiri, Dia langsung berjalan meninggalkan kamar sehingga membuat Haikhal kebingungan dan mengikutinya.
"Sayang mau kemana?." tanya Haikhal. Hana tidak menjawabnya, Dia melihat makanan yang ada di meja ruang tamu dan langsung mendudukkan tubuhnya disana dan melahap makanan yang ada.
Haikhal menghentikan langkah kakinya saat melihat istrinya yang tengah makan itu, Ternyata wanita itu bangun sebab benar benar kelaparan. "Kenapa cuma liat, Ayo makan." ucap Hana dengan mulut penuhnya.
__ADS_1
"Makan aja kamu, Nanti kalo kamu udah kenyang baru aku makan." jawab Haikhal dengan senyumnya.
"Gak bisa gitu, Ayo sini makan." ucap Hana dengan mulut penuhnya.
Haikhal berjalan menuju kedapur. "Eh mau kemana?." teriak Hana.
"Jangan teriak, Nanti keselek." balas Haikhal dan mengambil minuman di dalam kulkas dan membawanya kepada istrinya yang tengah makan itu.
"Sampe comit gini makannya." ucap Haikhal dengan mengusap makanan yang tertinggal disamping bibir istrinya.
"Aaa." Hana menyuapi makanan kepada suaminya namun Haikhal hanya diam dan melihat saja makanan suapan istrinya itu.
"Makan." ucap Hana dengan kesalnya sehingga Haikhal menerima suapan tersebut tanpa mengeluarkan satu patah katapun dan tidak berekspresi.
Hana terus saja menyuapi suaminya itu dan tidak lupa menyuapi dirinya sendiri juga, Sedangkan Haikhal hanya diam dan menerima suapan dari istrinya hingga makanan habis.
"Udah kenyang?." tanya Hana kepada Haikhal.
Haikhal langsung menganggukkan kepalanya mengiyakan pertantaan istrinya itu dan meminum air yang ada.
__ADS_1
"Abis ini kita ke rumah sakit, Kamu udah janji tadi." ucap Hana dan membereskan bekas makannya dan juga suaminya tadi.
Haikhal masih saja diam sehingga Hana mengerutkan dahinya kebingungan sebab lelaki itu tidak pernah diam dan datar seperti saat ini kepadanya.