He'S My Husband

He'S My Husband
CHAPTER02


__ADS_3

Malam ini di kediaman Grissham lebih tepatnya di ruang keluarga. Seorang wanita sedang mengoceh, terlihat dari raut wajahnya bahwa wanita itu terlihat sangat kesal, dia adalah Diajeng Sekar Arum Mama Darren dan Agam.


"Anak itu selalu saja seperti ini,"kesal Ajeng.


"Udahlah Ma. Bang Darren pasti datang gak mungkin dia gak datang,"balas seorang remaja laki-laki berwajah tampan tetapi terlihat imut, lelaki itu memiliki wajah seperti orang bule dia adalah Agam Grissham Samudra.


"Sudah tunggu saja orang nya, dia pasti datang. Agam nanti jika Darren dan Aji datang suruh keruang kerja Papa,"ucap Grissham Hermawan Papa Darren Dan Agam sebelum melangkah pergi, dan diikuti oleh Ajeng.


"Jangan bilang bang Darren ngambek lagi,"celetuk Rayhan Almando Mahendra anak dari adik Grissham. Rayhan adalah sepupu Darren dan Agam.


"Bang Darren mana bisa ngambek sama gue yang ganteng ini. Sama lo baru ngambek, kan lo jelek. Miris bangat hidup lo,"ujar Reyhan Elmindo Mahendra kembaran dari Rayhan. Reyhan sebagai kakak dan Rayhan sebagai adik, mereka terlahir hanya selang lima menit.


Ingin rasanya Rayhan membunuh kembarannya itu, apa tadi katanya Rayhan jelek sedangkan dia ganteng? What is the difference? Mereka kembar, dan wajah mereka mirip. Jika Rayhan jelek maka Reyhan juga jelek. "Gila, bukan kembaran gue lo. Kembaran gue gak gila kayak lo!"balas Rayhan tidak santai.


TUK!


"Lah, kok lo main toyor-toyor gue sih garam,"pekik Reyhan sembari mengusap keningnya. Garam adalah panggilan Reyhan untuk Agam, katanya biar beda sama yang lain. "Lo juga Ray! Ogah gue ngakuin lo kembaran gue. Lo jelek gue ganteng,"sambungnya dengan bangga.


"Gila lo!"teriak Agam membuat mereka menutup telinga.


Reyhan memasang wajah polos dan watadosnya. "Lo kok teriak-teriak sih gam,"ucapnya.


Agam ingin sekali mencakar wajah itu. "Lo gila! Tau gak lo gila Rey. Masa lo bilang si Ray jelek lo ganteng, kalian kan kembar muka kalian sama mana bisa gitu. Rayhan jelek lo juga jelek,"jawab Agam ngegas.


Reyhan tidak terima saat mendengar jawaban dari Agam. "Garam! Lo apa-apaan sih nyama-nyamain gue sama si Rayhan jelek ini!"ucapnya tidak kalah ngegas.


'Karena kalian emang sama, dasar gila!' ucap Agam dalam hati.


Rayhan yang mendengar ucapan Reyhan tidak terima. "Iya, iya. Lo jelek, gue ganteng!"balasnya tidak santai.


Reyhan menjadi semakin kesal saat mendengar ucapan dari Rayhan. "Gue yang ganteng, lo jelek!"pekiknya.


"Gue ganteng!"teriak Rayhan.


"GUE!"


"GUE GANTENG!"


"GUE!"

__ADS_1


"GUE GANTENG!"


"GUE YANG GANTENG!"


"LO JELEK!"


"GUE JELEK!"ucap Reyhan tanpa sadar, dia sangat malu saat Agam dan Rayhan menertawakannya.


"Ngaku, kan lo jelek,"ucap Agam dengan senyum mengejeknya.


Rayhan pun tersenyum penuh kemenangan, dia sangat puas mengalahkan kembarannya ini. "Haha lo yang jelek, gue yang ganteng!"ucapnya dengan bangga.


"Lo sini! Dasar Adik durhaka lo,"pekik Reyhan. "Gue botakin pala lo! Gue mutilasi. Mau gue keluarin otak lo biar sekalian aja lo gak ada otak!"sambungnya sembari menghampiri Rayhan, dan menjambak rambut Rayhan.


Rayhan meringis saat merasakan perihnya jambakan dari Reyhan. "Aduh lepasin dong sakit, kan lo sendiri yang ngaku jelek. Masa gue yang dijambakin sih,"ucapnya sembari berusaha melepaskan jambakan Reyhan.


"Lo jelek, mau gue botakin!"pekik Reyhan.


"Lo yang ngaku jelek. Dasar gila,"


"Lo jelek. Gue ganteng!"


"Lo yang gila! Dasar jelek."


"Lo yang gila, muka kayak pantat ayam aja belagu!"


"Lo gil-"belum sempat Reyhan menyelesaikan ucapannya suara teriakan seseorang menghentikannya.


"STOP! LO BERDUA KALO MAU RIBUT MENDING PULANG AJA. INI RUMAH GUE JANGAN BIKIN RIBUT DISINI! NGERTI GAK!"teriak Agam.


Reyhan dan Rayhan menjadi diam, mereka berdua mengangguk layaknya anak kecil yang sedang dimarahi Ayahnya. "Lo berdua mau pulang, apa disini?"tanya Agam.


"Pulang."


"Disini."


Reyhan dan Rayhan saling pandang, kemudian mereka menatap Agam. "Garam, gue mau sama lo aja deh. Nanti kita main PS,"ucap Reyhan dengan polos.


Rayhan menggelengkan kepalanya tidak setuju, tapi sedetik kemudian dia menganggukan kepalanya. "Yaudah gue juga disini deh, kalo mau main PS."

__ADS_1


Agam hanya menganggukkan kepalanya, pertanda dia setuju. "Tapi kita tungguin bang Darren dulu, kalo bang Darren belum datang nanti kita mainnya keganggu."


Setelah setengah jam menunggu, akhirnya orang yang mereka tunggu datang. "Dimana papa?"ucap Darren to the point.


Agam berdecak kesal. "Kita nungguin lo dari tadi Bang. Bukannya minta maaf atau apa lo datang malah tenang-tenang aja,"balas Agam dengan kesal. "Bang Aji mana?"sambungnya sembari celingukan.


Darren yang melihat tingkah Adiknya itu hanya memutar bola matanya malas. "Di mobil, papa mana?"ucapnya.


"Diruang kerjanya. Katanya kalo udah sampai kesana aja,"balas Agam dan dibalas anggukan oleh Darren.


"WOI DARREN! KENAPA LO GAK BANGUNIN GUE HAH. MAIN NINGGALIN AJA!"teriak Aji.


Reyhan dan Rayhan yang sedari tadi diam langsung berlari dan memeluk Aji. "Woy, bang Aji gue kangen. Lo kemana aja sih? Kok lo makin jelek bang,"pekik Reyhan dengan lebay.


Rayhan yang masih agak waras segera melepas pelukannya, dan merubah raut wajahnya menjadi biasa saja. "LEBAY LO!"teriak Rayhan membuat Reyhan melepas pelukannya, dan menatap tajam kearah Rayhan.


"Lo juga tadi meluk bang Aji!"balas Reyhan tidak santai.


"Ya, gue meluknya biasa aja gak kayak lo lebay!"


"Lo yang lebay!"


"Lo lebay! Gil-"ucap Rayhan terpotong oleh suara Darren.


"Aji. Kita keruangan Papa,"ujar Darren dan melenggang pergi menuju ruang kerja milik Grissham, dan di ikuti oleh Aji.


Sesampainya di ruang kerja milik Papa nya, Darren langsung duduk di sofa dan di ikuti oleh Aji. Disana terdapat Grissham sedang fokus dengan dokumennya. "Ada apa pa?"tanya nya tanpa basa-basi.


"Papa pengen kamu sama Aji jadi guru sementara di yayasan sekolah milik keluarga kita mulai besok. Kamu selidiki siapa saja guru yang bekerja dengan benar atau tidaknya,"jawab Grissham tanpa mengalihkan pandangannya dari dokumen. "Oh, ya. Satu lagi, minggu depan kamu akan bertunangan dengan anak teman kerja Papa. Dia murid di yayasan kita, namanya Alea Syafanni. Papa tidak menerima penolakkan apapun!"sambungnya dengan tegas, sembari mengalihkan pandangannya.


Hal itu membuat Darren membulatkan matanya, tidak percaya dengan Papa nya yang mengambil keputusan tanpa memberitahunya. "Pa! Darren bisa cari pasangan sendiri,"balas Darren tidak terima. "Papa nyuruh Darren tunangan sama bocah SMA? Yang benar aja."


"Papa tidak menerima penolakan Aldarren Grissham Alando!"ujar Grissham tak terbantahkan.


"Aji juga bisa cari calon dong om disana,"celetuk Aji dengan berbinar-binar.


"Silahkan Ji. Yang cantik sama yang pintar nyarinya,"ujar Grissham sembari terkekeh. "Kamu sebagai kepsek sementara, sampai Om nemuin kepsek baru yang cocok. Dan kamu Darren, kamu sebagai guru bk dan guru fisika. Ingat! Tidak ada yang boleh tahu tentang identitas kalian,"sambungnya.


Darren dan Aji menganggukan kepalanya. "Soal itu bisa di atur pa. Tapi soal pertunangan apa gak bisa di batalkan,"ujar Darren dan mendapat gelengan serta tatapan tajam dari Grissham.

__ADS_1


Jika sudah begini Darren hanya bisa pasrah, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Darren menghela napas berat, dia berharap calon yang dipilih oleh Papa nya tidak akan mengecewakan. Darren dan Aji tidak pernah memperlihatkan dirinya didepan publik, karena itu tidak ada yang mengetahui identitasnya selain orang terdekat.


__ADS_2