He'S My Husband

He'S My Husband
Mental


__ADS_3

Devan menutup pintu kamar tersebut dan menatap tajam kepada Ara. "K-kenapa lo ngeliatin gue gitu?." tanya Ara yang sedikit takut di introgasi.


Haikhal masih terlihat panik dengan nafas yang masih naik turun dengan cepat. Hana yang bingung mengusapkan kepala suaminya tersebut dengan sangat lembut sehingga Haikhal merasa sedikit tenang.


"Gapapa, Aku ada disini gak bakal kemana mana." ucap Hana dengan masih mengusap kepala lelaki itu dan sesekali menciumnya.


Haikhal tidak menjawabnya dan kembali mengusap kepalanya diperut datar istrinya tersebut sambil mengeratkan pelukannya dengan mata yang terpejam. "Biasanya Devan yang harus nenangin gue dengan nyari obat gue, But now dia beneran ada disini dan gak ninggalin gue." guman Haikhal dengan mempererat pelukannya.


"Shut, Shut, Udah ya jangan panik sama hawatir kayaj tadi, Aku bakal tetep sama kamu." ucap Hana yang kembali mencoba menenangkan suaminya tersebut.


Haikhal tidak menjawabnya dan matanya perlahan memejam sebab dia masih cukup kelelahan ditambah tubuh nyaman yang bersedia memberikannya sandaran. Hana masih diam saja hingga kakinya terasa pegal berdiri baru dia mengecek apakah suaminya itu masih bangun atau tidak.


"Em, Syukur deh kalo udah tidur." ucap Hana yang sedikit lega akan suaminya yang sudah tertidur.

__ADS_1


Hana melepaskan perlahan pelukan suaminya darinya dan dengan sangat perlahan dia mencoba membaringkan suaminya tersebut diatas ranjang. Haikhal yang merasa kenyaman sedikit hilangpun kembali mempererat pelukan sehingga Hana ikut terbaring bersamanya.


"Kenapa Hana keliatan kebingungan ngeliat gue sama Haikhal yang kenal sama lo." ucap Devan dengan melototkan matanya.


"Ya mungkin karna udah lama gak ketemu makanya muka kalian asing bagi dia dan......"


"Gak mungkin, Kita saling kenal bukan dari taman kanak kanak, Tapi dari awal juliah, Wajah gue ataupun Haikhal gak berubah dari dulu, Tetep kayak ini." potong Devan dengan wsjah kesalnya saat Ara belum dapat meyakinkannya.


"Iya emang bukan hak gue, Tapi gue perlu tau kenapa dia kayak gak inget sama masa lalunya dan juga......" ucapan Devan terputus saat mengingat kejadian lalu yang membuatnya kesal.


"Apa, Dan juga apa, Ngomong tuh sampe akhir." ketus Ara dengan wajah kesalnya.


"Dan juga kenapa Hana waktu itu gak nemuin Haikhal, Padahal dia tau kalo hari itu adalah hari bahagia Haikhal yang dimana dia sekaligus mau ngelamar Hana." sambung Devan yang sangat kesal jika mengingat hal tersebut.

__ADS_1


"Apa urusannya sama gue." balas Ara.


"Lo gak usah ikut campur deh urusan mereka, Urus aja iduo lo sendiri, Udahlah males ngomong sama lo." Ara langsung meninggalkan Devan sebab dia takut jika Devan terus bertanya kepadanya.


"Lo gak tau semenjak hari itu Haikhal jadi berubah total, Dia punya penyakit mental karna dia sesayang itu sama Hana, Gak mungkin gue sebagai sahabatnya gak ikut campur, Haikhal udah gue anggep saudara sendiri, Dan kenapa Hana ajak Haikhal liburan ke pantai sedangkan Haikhak dia takut banget sama ombak dan Hana tau itu." ucap Devan yang merasa dirinya sudah sedikit tenang.


Ara menghentikan langkah kakinya dengan Devan yang melihatnya namun dia kembali melangkahkan kakinya menuju kekamarnya. "Hah." Ara menutup rapat pintu kamarnya tersebut.


"Iya gue tau kalo Haikhal berubah total semenjak hari itu, Tapi gue gak tau kalo bakal separah itu sampe mentalnya kena." guman Ara yang sedikit panik dan kasihan akan Haikhal.


"Ah masalah liburan yang dibilang Devan tadi, Berarti liburan ini permintaan dari Hana?." guman Ara kembali dengan wajah bingungnya.


Hana mengusap kepala suaminya tersebut dan membiarkan suaminya tersebut tertidur dalam keadaan memeluknya. "Dia kenapa? Kok bisa ngigo kayak tadi? Padahal kita baru ketemu, Apa gue pernah ninggalin dia?." guman Hana dengan wajah bingungnya yang tidak mengetahui apapun.

__ADS_1


__ADS_2