
"Gak usah bohong, Mustahil kecapean, Udah istirahat lama, Makan banyak dan seger seger aja waktu jalan keluar, Sampe pantai langsung lemes, Itu gara gara aku." balas Hana kembali dengan menundukkan kepalanya.
"Eh enggak, Ini bukan gara gara kamu." jawab Haikhal yang langsung memeluk wanita itu.
"Gimana gak gegara aku, Aku yang minta buat pergi ke pantai tanpa tau kalo kamu punya ketakutan sama pantai." balas Hana yang masih saja menundukkan kepalanya.
"Enggak sayang, Ini sama sekali bukan salah kamu, Gak usah nyalahin diri sendiri ya." ucap Haikhal dengan mencium pucuk kepala wanita tersebut.
Hana hanya diam saja dan tidak merespon ucapan lelaki itu sedangkan Haikhal dia terus mengusap punggung wanita itu. "Hari ini kata dokter tadi aku boleh pulang." ucap Haikhal saat tidak ingin pikirannya melayang kemana mana.
"Em." jawab Hana dengan memeluk erat tubuh lelaki itu.
"Capek ya."
"Yaudah istirahat dulu aja ya." ucap Haikhal saat mendengar jawaban istrinya.
Hana memundurkan tubuhnya dan menatap lekat suaminya yang berada dihadapannya tersebut. "Enggak, Gak capek." jawab Hana dengan wajah datarnya.
"Em, Jadi?." tanya Haikhal dengan wajah bingungnya.
"Gapapa, Sekarang kamu udah boleh pulang kan?." tanya Hana.
"Em." jawab Haikhal ragu.
"Yaudah ayo kita pulang." ajak Hana dengan berdiri dari duduknya tersebut. Haikhal hanya memperhatikannya dan terlihat wanita itu mengeluarkan ponselnya.
"Eh gak usah deh, Mungkin ada barang pribadi dia yang gak boleh disentuh orang lain." guman Hana yang mengembalikan ponsel kedalam sakunya.
"Kamu tunggu disini dulu yah." ucap Hana dengan senyumnya dan hendak meninggalkan tempat itu namun Haikhal langsung menarik tangannya.
"Mau kemana?." tanya Haikhal yang tidak ingin istrinya meninggalkannya.
"Mau beres beres baju kita abis itu baru kita pulang." jawab Hana dengan senyumnya.
__ADS_1
"Kenapa malah beres beres baju? Kita pulang ke vila kan?." tanya Haikhal dengan wajah bingungnya.
"Pulang ke apartemen." jawab Hana yang tidak ingin pulang ke vila melainkan ke apartemen atau rumah yang mereka tempati.
"Kitakan masih liburan kenapa pulangnya malah ke apartemen, Yaudah ayo kita pulang ke vila aja." ajak Haikhal dengan berdiri dari duduknya diatas ranjang.
"Enggak, Gak bisa, Kamu takut sama pantai gimana mau liburan, Kita pulang kerumah aja." jawab Hana.
"Enggak sayang, Ini liburan kamu Mana mungkin kita pulang ke apartemen." jawab Haikhal yang tidak terima.
"Bukan, Kalo kamu gak bisa berarti aku juga gak bisa, Ayo kita pulang." bujuk Hana.
"Jangan sayang, Kita gak usah kepantai aja keliling daerah sini, Tapi jangan pulang." balas Haikhal yang tidak ingin pulang.
"Tapi kamu......."
"Kalo jauhan sama pantai aku gak takut, Gapapa ya kita tetap disini." potong Haikhal dengan teraenyum lebar menatap istrinya.
Hana diam sejenak dan menatap lekat lelaki itu hingga dia membuang nafas panjang dan menjawab perkataan lelaki itu. "Tapi sekarang kita ke vila ya, Kamu harus istirahat." jawab Hana.
"Yaudah ayok." ajak Hana dengan senyum yang mengembang. Dengan senang hati Haikhal menerima ajakan istrinya dan mengikuti wanita itu.
Sesampainya mereka di vila keduanya langsung turun dari mobil dan terlihat Devan dan Ara yang terlihat tengah berbicara di deretan kamar mereka. "Loh kalian udah pulang?." tanya Ara dengan mendekat kepada keduanya.
"Em, Haikhal dia butuh istirahat, Kami kedalam dulu." jawab Hana dengan senyumnya. Ara menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan Hana dan Hanapun langsung membawa suaminya masuk kedalam kamar.
Devan melangkahkan kakinya hendak meinggalkan Ara dan langsung diraih tangannya oleh Ara. "Eh lo mau kemana, Lo belum ngejelasin ke gue kanapa Hana sama Haikhal bisa nikah." ucap Ara dengan tatapan tajamnya menatap Devan.
"Buat apa gue ngasih tau lo, Gak guna." balas Devan dengan menepis tangan wanita itu dan berjalan menuju kekamarnya.
"Devan." teriak Ara dan menyusulnya hingga Devan menutup pintu kamar.
"Ah, Sakit." rengek Ara saat tangannya terjepit akibat menahan pintu yang hendak di tutup oleh Devan.
__ADS_1
Seketika Devan langsung panik dan membuka kembali pintu kamar itu dan meraih tangan Ara. "Tuh kan kejepit, Jangan keras kepala kenapa sih, Dari dulu gak berubah berubah." ketus Devan saat melihat tangan wanita itu memerah.
Devan menarik tangan wanita itu dan membawanya pergi. "Eh mau kemana." ucap Ara namun tidak menghentikan langkah kaki Devan.
"Mau kerumah sakit, Nanti kenapa kenapa tangan kamu." balas Devan dengan wajah datarnya. Ara langsung menarik tangannya yang digenggam oleh Devan itu dan menghentikan langkah kakinya sehingga membuat langkah kaki Devan ikut berhenti.
"Kenapa malah berenti." ketus Devan dengan wajah hawatirnya.
"Tangan gue gapapa, Jawab pertanyaan gue, Kenapa Hana sama Haikhal bisa nikah." balas Ara.
"Apanya yang gapapa, Merah gitu kamu bilang gapapa." jawab Devan dengan melototkan matanya.
Haikhal yang bisa mendengar keributan diluar membuatnya risih dan takut jika istrinya yang tengah berada didalam kamat mandi terganggu pun keluar dari kamar. "Kenapa sih kalian nih, Terus aja berantem pas ketemu, Sampe kedengeran kedalam kamar gue." ucap Haikhal dengan wajah datar dan kesalnya.
"Gara gara nih bocah, Sok soan nahan pintu pake tangannya dia." jawab Devan dengan wajah kesal dan hawatirnya. Haikhal menatap lekat wajah lelaki itu dan dia sadar jika lelaki itu hawatir akan Ara.
"Kamu kenapa malah keluar?." tanya Hana yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Tadi cuma karna pintunya gak terlalu rapet tutupnya makanya kedengeran." guman Haikhal saat istrinya muncul.
"Gapapa sayang, Ayo masuk." ajak Haikhal dengan senyumnya tanpa membiarkan Hana melihat Ara dan Devan.
Haikhal tau jika Devan hawatir akan Ara makanya dia tidak mau memperpanjang ucapannya kepada keduanya dan memilih untuk melayani istrinya dari pada memperhatikan perdebatan tidak jelas dari dua orang tadi.
"Ayo." Devan kembali menarik tangan Ara dan membawanya keluar namun Ara terus saja memberontak sehingga Devan yang geram langsung mengangkatnya dan meletakkannya di bahunya dan membawanya ke klinik terdekat.
"Devan lepasin gue." teriak Ara yang masih saja memberontak.
"Kalo lo gak malu masuk trending berita besok terus terusan aja teriak." ucap Devan saat sadar jika ada orang yang baru saja mengikutinua.
Ara yang ingat akan posisinya langsung diam dan menundukkan kepalanya sebab takut jika ada orang yang memotretnya.
"Kamu istirahat ya." ucap Hana dengan membenarkan posisi bantal agar suaminya bisa istirahat.
__ADS_1
Haikhal yang sudah duduk langsung meraih pinggang kecil istrinya dan mengusapkan kepalanya diperut datar istrinya tersebut sehingga membuat Hana tidak bisa bergwrak sedikitpun.
"Ada yang sakit?." tanya Hana.