He'S My Husband

He'S My Husband
Ada yang sakit?


__ADS_3

Haikhal yang sudah duduk langsung meraih pinggang kecil istrinya dan mengusapkan kepalanya diperut datar istrinya tersebut sehingga membuat Hana tidak bisa bergwrak sedikitpun.


"Ada yang sakit?." tanya Hana.


"Em." Haikhal menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan dari Hana.


"Jadi kenapa kayak gini?." tanya Hana yang masih saja belum bisa bergerak.


"Gak boleh?." tanya Haikhal dengan mendongakkan kepalanya. Hana menggelengkan kepalanya dan meletakkan kembali kepala suaminya ditempat semula.


Haikhal membuang nafas panjang dan terus saja memeluk istrinya. "Kamu sama Ara beneran kenal cuma gara gara kerjaan?." tanya Hana yang tidak yakin mereka kenal hanya karna pekerjaan.


Haikhal diam sejenak. "Ara bilangnya apa?." tanya balik Haikhal.


"Dia bilang kalian kenal gegara kerjaan, Kamu sendiri kan ada denger kemaren." jawab Hana dengan Haikhal yang mendongakkan kepala menatapnya.


"Iya, Kami kenal emang karna kerjaan." jawab Haikhal dengan senyumnya.


"Ara ngejawab gitu pasti ada alasan lain." guman Haikhal.


"Kamu gak lagi boong kan?." tanya Hana dengan tatapan tajamnya menatap suaminya tersebut. Haikhal menggelengkan kepalanya dengan wajah bingung.

__ADS_1


"Yaudah istirahat, Aku cuma nanya itu aja." ucap Hana dengan menurunkan kepala suaminya dan mencoba beranjak namun Haikhal menahannya.


"Kamu mau kemana?." tanya Haikhal yang tidak ingin ditinggal oleh wanita itu.


"Ambil makanan bentar." jawab Hana.


"Gak usah, Nanti ada pelayan yang anterin makanan kesini, Kamu gak usah kemana mana." balas Haikhal dengan wajah tidak rela istrinya meninggalkannya.


"Em." Hana nampak bingung hingga akhirnya dia tersenyum dan kembali mendudukkan tubuhnya disamping suaminya. Haikhal beranjak dari tempat awal dan meletakkan kepalanya dipaha istrinya dengan tangan wanitanya tersebut diletakkannya didadanya.


Mata lelaki itu menatap lekat wanitanya begitupun dengan Hana yang nampak bingung akaan kelakuan lelaki itu. "Dia jadi setenang ini sekarang, Rambutnya juga gak pernah pendek lagi kayak dulu." guman Haikhal yang cukup senang akan perubahan yang terjadi kepada istrinya.


"Gak ngapa ngapain, Cuma kerja, Ngurusin mama, Itu aja." jawab Hana dan sontak menatap bingung suaminya tersebut.


Haikhal terlihat bingung saat mendengar jawaban dari istrinya itu namun dia segera memikirkan hal lain saat pikirannya berpikir kemana mana dan ingin bertanya lebih. "Em, Kalo boleh tau kamu takut sama laut kenapa?." tanya Hana dengan wajah penasarannya.


Haikhal kembali menatapnya. Wajah yang penasaran akan apa yang terjadi sangat terlihat. "Bukannya dia tau segalanya?." guman Haikhal.


Hana sangat penasaran dengan alasan Haikhal takut dengan laut dan Haikhal mengetahui hal itu. "Waktu aku kecil aku tinggal sama papa, Papa sering bawa aku kemana pun dia pergi ataupun kerja, Waktu ada perjalanan yang harus naik kapal dan lewat laut waktu itu ombak gede banget, Cuaca buruk sampe akhirnya......." cerita Haikhal terhenti dengan wajah ketakutan dan memerah dan tangan yang gemetaran.


Hana sadar akan ketakutan tersebut dan tangan yang gemetaran itu hingga akhirnya dia menggenggam tangan suaminya itu. "Udah gak usah diceritain lagi." ucap Hana yang sudh bisa menangkap apa yang diceritakan dengan singkat oleh suaminya.

__ADS_1


Haikhal yang tidak ingin nampak lemah melanjutkan ceritanya. "Ombak langsung nelan kapal yang kami tumpangi, Aku yang masih kecil waktu itu kepisah sama papa yang entah kemana, Waktu aku sadar aku udah dipinggir laut waktu itu dengan pelampung yang ada ditubuh aku......" cerita kembali terputus.


Haikhal kembali menarik nafas panjangnya ingin menjelaskan hal tersebut kepada istrinya. "Waktu aku sadar aku juga diatas paman Gangga, Ayah Devan, Dia masih meluk erat banget aku meskipun dia gak sadarkan diri, Waktu pencarian korban ditemukan semuanya termasuk papa, Cuma papa udah gak ada waktu ditemukan, Akibat udah pernah kehilangan orang yang aku cintai diperairan makanya aku takut sama laut ataupun pantai dan gak mau orang yang aku sayang pergi lagi cuma gara gara itu." jelas Haikhal yang masih terlihat sangat ketakutan.


"Ah." Hana memegang kepalanya yang tiba tiba sakit.


"Aku gak mau kamu keseret ombak, Jangan main kesana lagi ya." kepala wanita itu menggeleng kesakitan dan ada bayangan dibenaknya.


"Sayang kenapa?." tanya Haikhal dengan kembali duduk dan memegang tangan istrinya yang memegang kepala itu. Saat sudah sedikit tenang Hana langsung menunddukkan kepalanya.


"Kenapa? Apa yang sakit?." tanya Haikhal dengan wajah bingungnya menatap wanita itu.


Hana membuang nafas panjang dan menatap suaminya tersebut. "Gak ada, Cuma tadi ada bayangan orang aja yang ngebikin kepala aku sakit." jawab Hana jujur sehingga membuat Haikhal memasang wajah bingungnya sat mendengarkan jawaban istrinya itu.


"Kepalanya masih sakit?,Kita kerumah sakit aja ya." ucap Haikhal yang langsung berdiri dengan memegang tangan istrinya namun Hana langsung menggelengkan kepalanya.


"Gak usah, Gapapa, Ini emang sering kejadian kok." jawab Hana dengan senyumnya. Haikhal masih tidak menjawab dia hawatir akan istrinya yang tiba tiba sakit kepala itu.


"Aku beneran gapapa, Gak usah hawatir gitu." ucap Hana saat bisa melihat dengan jelas wajah kehawatiran suaminya.


"Gimana gak hawatir, Kamu tiba tiba loh sakit kepalanya, Kita kerumah sakit ya." balas Haikhal yang benar benar hawatir akan wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2