He'S My Husband

He'S My Husband
Kita juga udah SAH


__ADS_3

"Gak usah, Makasih." balas Hana yang kembali mencob membuka resleting gaun namun masih saja tidak sampai.


"Haisss." Haikhal langsung berjalan masuk dengan jas yang sudah dilepaskannya, Sepatu yang juga sudah dilepaskan dan kancing kemeja yang terbuka dibagian dada.


"Segengsi itu kamu bilang tolong sama suami sendiri." bisik Haikhal dengan membantu membukakan resleting gaun tersebut. Hana hanya diam dan tidak menjawab perkataan lelaki tsrsebut.


"Kita udah jadi suami istri yang sah, Gak usah sungkan ngomong apapun dan minta apapun sama aku." bisik Haikhal dan mencium bahu yang sudah terbuka.


"Lo berani......" Haikhal langsung menjauh saat Hana hendak murka.


"Kan gapapa, Orang juga udah sah." ucap Haikhal dengan senyum gembiranya. Hana tidak memperdulikannya dan meninggalkan ruang ganti masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya namun langkah kakinya terhenti oleh suara Haikhal.


"Mandi bareng." Haikhal menawarkan diri dengan wajah masih tersenyum lebar.


"Gak usah macem macem. Brakkk." Hana langsung menutup pintu kamar mandi tersebut tanpa membiarkan Haikhal masuk kedalamnya.


"Hah, Ini bakal berakhir dengan segera." guman Hana dan memejamkan matanya menikmati suhu air yang sangat pas menurutnya


"Jangan pernah mikir buat pergi dari aku, Tuhan nyiptain kamu emang buat aku." ucap Haikhal dengan senyumnya. Haikhal meraih ponselnya dan melihat ada beberapa email dan pesan masuk kepadanya.


Email dari pekerjaan sedangkan pesan dari eyangnya. "Cih, Sosoan ngebujuk buat ajak Hana kesana dan akhirnya kalian nyudutin dia, Jangan harap." umpat Haikhal saat melihat pesan neneknya yang menyuruhnya membawa Hana kerumah.


"Sebelum kalian bener bener bisa ngelepasin Shindi dari kehidupan kalian gak usah harap gue bakal nginjek rumah itu." Haikhal mematikan ponselnya dan menatap langit langit kamar hotel tersebut.

__ADS_1


Sudah cukup lama merenung akhirnya Hana keluar dengan mengenakan piyama tidurnya sehingga membuat Haikhal menoleh ke arahnya. "Udah mandinya sayang?." tanya Haikhal dengan beralih posisi menjadi duduk.


"Buta mata lo." balas Hana dengan wajah kesalnya dan berlalu masuk kembali keruang ganti dan mencari hear dryer untuk mengeringkan rambutnya sedangkan Haikhal dia masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya pula.


"Aisss mana hear dryer nya." kesal Hana saat masih tidak menemukan hear dryer.


Drittttt......


Ponsel berdering dan membuat Hana menoleh ke arah bunyi ponsel tersebut dan yang berdering adalah ponsel Haikhal. Hana tidak memperdulikannya dan kembali mencari hear dryer hingga dia menemukannya.


"Kenapa gak di angkat ada orang nelpon? " tanya Haikhal dan mengambil ponsel nya yang sedari tadi berdering.


"Bukan ponsel gue." jawab Hana.


"Halo tuan, Saya sudah mendapatkan informasi tentang nona." ucap orang kepercayaannya dari sebrang telpon. Haikhal menoleh kebelakang dimana istrinya tengah mengeringkan rambut.


"Kirimkan nanti." Haikhal langsung mematikan telpon dan menuju kedekat istrinya dengan Hana yang memasang wajah kesal saat sadar akan Haikhal yang mendekat kearahnya dari melihat cermin.


"Kenapa ngeliatinnya gitu banget?." tanya Haikhal dengan berdiri disampingnya.


"Siapa juga yang ngeliatin, Ngapain kesini." balas Hana dengan wajah kesalnya.


"Lah dikamar inikan ruang gantinya cuma satu masak iya aku ganti pakaian diluar." jawab Haikhal. Hana tidak menjawabnya dan meninggalkan ruang ganti tersebut.

__ADS_1


"Eh mau kemana, Rambutnya belum kering." Haikhal meraih tangan wanita itu.


"Duduk lagi, Aku bantu ngeringin rambutnya." ucap Haikhal dengan mendorong kursi kebelakang dan mendudukkan Hana diatasnya.


"Gak usah." Hana mencoba menolak namun Haikhal masih kekeh sehingga membuat Hana yang tidak ingin berdebatpun membiarkannya.


"Kita tidak saling tau banyak tentang kehidupan peibadi bukan?." tanya Haikhal.


"Kenapa?." tanya balik Hana.


"Gapapa, Sebagai suami boleh lah kan tanya tanya kehidupan pribadi kamu?." tanya Haikhal kembali.


"Em, Selagi gue mau jawab gue jawab, Kalo gue gak mau jangan dipaksa." jawab Hana langsung.


"Papa kamu dimana? Satu minggu kita ngabisin waktu dirumah sakit aku gak pernah liat papa kamu dan juga dihari pernikahan kita tadi dia juga gak ada." ucap Haikhal.


"Gak ada." jawab Hana singkat.


"Gak ada? Maksudnya?." tanya Haikhal dengan wajah bingungnya. Hana melirik kepada Haikhal yang mungkin sangat bingung akan jawabannya.


"Ya gak ada, Gue gak punya papa." jawab Hana.


"Gak mungkin, Sefatal apa kesalahan papa kamu smpe kamu gak ngakui dia sebagai papa?." tanya Haikhal kembali sebab dia memang belum mengetahui apapun tentang orang tua istrinya itu sebab informasi baru didapatkan dan dia belum membaca informasi yang didapatkan.

__ADS_1


__ADS_2