
"Tapi kamu udah terlalu rajin sampe semua yang disuruh orang mau aja, Terlalu baik sampe dimarahin orang gak marah balik, Nanti aku kasih pelajaran sama mereka semua, Kamu gak usah hawatir." sambungnya dengan mengusal kepala wanita yang masih tertidur lelap itu.
Seminggu berlalu, Ibu Hana diizinkan pulang oleh dokter sebab hari ini adalah hari pernikahan anaknya namun biarpun diizinkan pulang beliau tetap berada dibawah pengawasan dokter.
"Udah." MUA yang mendandani Hana tersenyum lenar saat Hana yang sudah nampak jauh lebih cantik saat sudah dihias.
"Haikhal bilang acaranya kecil." guman Hana dengan meremas gaun yang ia kenakan.
"Tapi ini pernikahan pertama gue dan emang gue bercita cita nikah dengan cara besar dan pake gaun ini." gumannya kembali dengan tersenyum melihat dirinya sendiri yang berdiri dihadapan kaca besar.
"Hana." suara lembut namun terdengar jantan membuat Hana menoleh kearahnya. Ya itu adalah calon suaminya yang datang menjemputnya. Haikhal terdiam namun langsung tersenyum saat melihat kecantikan yang luar biasa yang terpancar dari visual sng calon istri.
Haikhal berjalan mendekat. "Ayo." ajak Haikhal dengan tersenyum lebar sambil tangannya yang dipersilahkan agar Hana merangkulnya.
"Kamu bilang waktu itu acaranya acara kecil." ucap Hana dengan sedikit kesal.
"Iya, Tamu yang di undah cuma orang orang terdekat dan terpenting aja, Gak ngundang orang banyak kok." balas Haikhal dengan senyumnya.
"Kita turun sekarang?."tanya Haikhal. Hana hanya menganggukkan kepalanya dan Haikhal membawa sang calon istri turun dan masuk altar.
Tangan yang langsung menggenggam erat lengan suaminya membuat Haikhal langsung memegang kembali tangan yang gugup itu. "Gapapa, Gak usah gugup." bisik Haikhal dengan senyumnya. Kedunya berjalan menuju ke altar dimana disana keduanya sudah ditunggu untuk mengucapkan sumpah pernikahan.
Sesampai disana, Sumpah dibacakan dan keduanya resmi menjadi suami istri. Kedua pengantin baru itu saling berhadapan dan menatap satu sama lain dengan Haikhal yang tersenyum senang dan Hana yang tersenyum gugup. Haikhal mendekat dan langsung mencium wanita yang ada dihadapannya hanya dengan hitungan detik dengan Hana yang sama sekali tidak memberikan respon apapun.
Haikhal melepaskan bibirnya dan kembali tersenyum menatap wanita dihadapannya yang saat ini sudah menjadi istri sah nya. Setelah selesai acara diambil alih oleh pembawa acara dengan para tamu yang menikmati pesta pernikahan tersebut dan ada pula yang berpoto poto dengan pengantin.
Hingga saat sudah sepi yang mengajak poto sebab menikmati pesta yang di adakan keduanya baru duduk untuk beristirahat. "Masih gugup?." tanya Haikhal dengan menggenggam tangan wanitanya tersebut.
Hana menganggukkan kepalanya mengiyakan pertanyaan lelaki tersebut. "Gapapa, Hal wajar." ucap Haikhal kembali yang mencoba menenangkan wanita itu.
"Hikssss, Akhirnya lo nikah juga." teman yang sedari kecil bersama hadir dengan membawa istri dan anak, Bagaimana tidak umur Haikhal sudah menginjak usia kepala tiga dan dia baru menikah sekarang di umurnya yang hampir memasuki usia kepala empat.
__ADS_1
"Hana kan nama kamu?, Kamu emang yng terbaik, Kamu satu satunya orang yang bisa bikin Haikhal jatuh cinta." ucapnya kembali dengan menatap Hana. Hana hanya tersenyum dan menatap Haikhal.
"Jaga jarak." ketus Haikhal saat temannya itumalah semakin mendekat kepada Hana.
"Sayang." Herlin dan Dewi menghampiri pengantin baru itu. Hana langsung memeluk ibunya dengan mata yang terpejam.
"Maafin Hana ma." guman Hana dan setelah itu melepaskan pelukannya dari ibunya dan tersenyum lebar untuk menandakan dia bahagia menikah hari ini.
"Haikhal benar benar melaksanakan pernikahan tanpa restu dariku." teriak nenek Haikhal dengan melemparkan tablet yang ia pegang saat menyaksikan pernikahan Haikhal dan Hana.
"Eyang." Shindi datang dengan wajah sumringahnya dan menghampiri orang tua tersebut.
"Kok muka eyang cemberut gitu?." tanya Shindi. Eyang Chan Xizhi membuang nafas panjang.
"Kamu yang sabar ya sayang." ucap Eyang.
"Sabar? Sabar kenapa emangnya eyang?." tanya Shindi dengan wajah bingungnya.
"Kamu belum tau kalo Haikhal nikah......."
"Kapan dia nikah? Sama siapa dia nikah Eyang?." tanya Shindi dengan emosinya.
"Tenang dulu sayang, Duduk dulu." Chan mencoba menenangkan Shindi.
"Enggak, Eyang udah janji sama Shindi kalo Haikhal bakal nikah sama Shindi, Ini kok malah nikah sama orang lain sih." bentak Shindi dengan kesalnya.
"Siapa yang berani ngerebut Haikhal dari aku?." teriak Sshindi kepada Chan sehingga membuatnya kaget.
Tidak marah dan tidak memperdulikan bentakan dari Shindi Chan malah memanjakannya. "Ini." Chan memberikan Shindi melihat acara pernikahan Haikhal yang sudah berlangsung dan sekarang mungkin sudah selesai.
Nata Shindi membulat saat melihat pengantin wanita. "Wanita ****** ini." ucap Shindi dengan nada geramnya saat melihat wanita tersebut adalah Hana.
__ADS_1
"Kamu kenal?." tanya Chan.
"Dia anak dari simpenan papa." jawab Shindi dengan kasar.
"Ibunya yang sering kamu cerita ke eyang itu?, Ibunya yang ngerebut papa kamu?." tanya Chan.
"Iya, Gak ibu gak anak sama sama perebut, Ahh." Shindi membanting tablet tersebut dan langsung pergi meninggalkan rumah itu sedangkan Chan dia malah memaklumi perlakuan tersebut.
"Yaudah kami pulang dulu, Haikhal kamu jagain Hana baik baik." ucap Herlin dengan raut wajah dan nada bicara yang menggoda anaknya.
"Siap, Pasti bakal Haikhal jaga dengan sangat baik menantu mama ini." balas Haikhal dengan senyumnya.
"Mama pulang dulu ya sayang." ucap Dewi dengan senyumnya menatap anak dan menantunya tersebut.
"Nanti Hana bakal jagain mama dirumah sakit, Hana janji." balas Hana.
"Mama yang bakal jagain mama kamu, Kamu sama Haikhal pokus aja buat ngasih kami cucu, Iyakan Dew?." Herlin kembali menggoda pengantin baru itu dengan Haikhal yang menerima godaan tersebut dan malah tertawa negitupun dengan Dewi yang cukup bahagia akan anaknya yang diterima dengan baik oleh mertuanya.
"Siap, Mama tenang aja, Cepat atau lambat bakal punya cucu." balas Haikhal.
"Yaudah kami berangkat." ucap Herlin kembali dan kepergian keduanya diperhatikan oleh Hana dan juga Haikhal.
"Ayo sayang kita masuk." Haikhal mempersilahkan istrinya masuk terlebih dahulu kekamar hotel yang sudah disediakan. Hana menatap sekeliling sedangkan Haikhal langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
"Mau sekarang atau abis mandi?." goda Haikhal dengan senyumnya.
"Apaan, Inget ini pernikahan kontrak, Mama sembuh semuanya bakal balik semula." ketus Hana dan meninggalkan Haikhal diranjang dan masuk keruang ganti.
"Cih susah banget lagi." umpat Hana kesal saat dia tidak bisa menjangkau kancing gaun.
"Perlu bantuan kah istriku tercinta?." tanya Haikhal dengan menampakkan kepala keruang ganti.
__ADS_1
"Gak usah, Makasih." balas Hana yang kembali mencob membuka resleting gaun namun masih saja tidak sampai.
"Haisss." Haikhal langsung berjalan masuk dengan jas yang sudah dilepaskannya, Sepatu yang juga sudah dilepaskan dan kancing kemeja yang terbuka dibagian dada.