He'S My Husband

He'S My Husband
Pembicaraan


__ADS_3

"Nah itu udah dapet jawabannya, Aku gapapa kok, Gak usah hawatir." balas Haikhal dengan senyumnya dan meraih tangan istrinya tersebut.


"Eh?." mata Haikhal menatap dengan wajah bingunga kebagian dagu istrinya.


Hana langsung menatap bingung kepada suaminya tersebut. Haikhal meraih dagu istrinya dan mengangkatnya sedikit. "Kenapa ini merah?." tanya Haikhal dan memindahkan tatapannya kesebelah.


Devan masuk bersama dengan Ara dengan wajah keduanya yang terlihat masam. "E-enggak, Gapapa." jawab Hana yang tidak sadar akan Devan dan Ara yang sudah masuk.


"Mustahil gapapa, Ini kayak cakaran, Tuh kan bener." ucap Haikhal saat melihat sedikit goresan didagu istrinya tersebut.


"Mana?, Gak ada." ucap Hana yang benar benar yakin jika Devan tadi mencengkram dagunya tidak sampai membentuk cakaran.


"Apanya yang enggak, Ini keliatan." balas Haikhal yang kesl akan istrinya yang tidak bisa menjaga diri sendiri.


Devan dan Ara masuk kedalam ruangan dengan wajah Devan yang masam begitupun dengan Ara yang kesal akan Devan.


"Enggak, Kamu kenapa gak bilang kalo kamu takut sama laut." ucap Hana yang sangat ingat akan apa yang dikatakan oleh Devan tadi sambil memarahinya.


"Gak usah ngalihin pembicaraan, Ini dagu kamu kenapa kayak gini." balas Haikhal saat istrinya mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Akukan udah bilang tadi gapapa." jawab Hana tanpa sadar akan Devan dan Ara yang sudah ada didalam ruangan.


"Kok bisa Hana balik kayak dulu, Persisi kayak ini dulu dia memperlakukan Haikhal." guman Ara dengan wajah bingungnya.


"Perih?." tanya Haikhal dengan menyentuh luka kecil itu. Hana langsung menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan dari suaminya.


"Haiss." Haikhal mengambil betadin yang ada di dalam lemari samping ranjang dan mengobati luka kecil itu.


"Gak usah berlebihan, Cuma luka kecil ini." ucap Hana dengan menghentikan Haikhal hendak mengobati lukanya.

__ADS_1


"Biarpun luka kecil ini tetap luka." balas Haikhal. Hana tidak menjawabnya dan membiarkan suaminya tersebut melakukan apa yang ia mau.


"Udah, Jangan sampe ada luka lagi." ucap Haikhal dengan meniup luka kecil tersebut.


"Em." balas Hana yang kembali menatap suaminya dan setelah itu menatap kebelakang sehingga Haikhal ikut menatap ke arah tatapan istrinya itu.


"Ah iya, Saya ada sedikit urusan dengan bapak, Apa bapak bisa ikut saya sebentar?." tanya Ara kepada Devan saat Hana dan juga Haikhal menatap mereka.


Devan menatap tajam wanita itu sehingga dibalas pelototan oleh Ara namun dengan tersenyum. "Ayo." ucap Ara kembali dengan wajah geramnya.


Devan tidak menjawabnya dan masih saja menatap datar kearahnya hingga akhirnya Ara menarik tangan lelaki itu dan membawanya keluar. "Apa susahnya sih keluar." ketus Ara dengan wajah kesalnya dan melepaskan tangan Devan.


"Gue gak mau keluar, Lo kenapa maksa gue." balas Devan yang tidak kalah kesal ditambah tadi sebelum masuk sempat berdebat dengan Ara.


"Gak peduli, Gak malu apa lo di dalam, Di perhatiin, Nanti Haikhal nanya kenapa Hana bisa gores lehernya baru tau rasa." ketus Ara.


"Biarin." jawab Devan.


"Udah cukup gue yang ngebales luka Hana sama lo, Gak usah Haikhal, Nanti lebih parah." sambungnya kembali.


"Udahlah, Haikhal juga udah sadar, Jadi lo gak macem macem sama Hana, Tapi inget sekali lagi lo bentak dia sama mencengkram dagu dia, Gue lindes kepala lo." pelotot Ara dengan wajah kesalnya memperingati Devan yang cukup kasar akan Hana hari ini.


Setelah memberikan peringatan Ara langsung meninggalkan Devan sendiri didepan ruangan Haikhal.


"Kamu belum jawab loh pertanyaan aku yang tadi." ucap Hana yang belum mendapatkan jawaban dari suaminya.


"Em?." Haikhal memasang wajah bingungnya saat mendengarkan ucapan istrinya. Pertanyaan yang mana yang belum ia jawab.


"Tuh kan lupa, Makanya langsung jawab aja." kesal Hana dan membuang pandangnya.

__ADS_1


"Enggak sayang, Bukan gitu, Coba ulangin pertanyaannya." balas Hakhal dengan kembali memposisikan wajah istrinya menatap kepadanya.


"Jawab jujur tapi." ucap Hana.


"Iya, Aku bakal jawab jujur." jawab Haikhal dengan senyumnya.


"Kenapa gak bilang sama aku kalo kamu takut laut?, Kenapa gak bilang dari awal dan malah nyetujuin aku maunya libur ke pantai? Bukannya kamu takut? Kok kamu bisa nyembunyiin ketakutan kamu dari aku." ucap Hana dengan wajah polos dan tidak tahu apapun tentang trauma yang dimiliki suaminya.


Haikhal terdiam, Dia menatap lekat wajah istrinya yang berada dihadapannya saat ini. "Bukannya dia tau itu? Kenapa malah nanya lagi?." guman Haikhal dengan wajah kecewanya melihat istrinya melupakan seluruh ceritanya.


"Gak mungkinkan aku ngulang cerita dari awal dari orang yang sama? Semuanya tentang aku dia tau, Apa yang aku takutin, Apa yang aku gak suka dia tau semuanya, Tapi kok dia malah nanya ini?." guman Haikhal kembali yang benar benar sedih istrinya melupakan semuanya.


"Tuh kan, Kenapa malah diem, Aku lagi srius ini." balas Hana dengan wajah kesalnya.


"E-enggak, Itu....."


"Itu apa?" tanya Hana akan suaminya yang mendadak gagap.


"Bukannya aku....." Haikhal menggelengkan kepalanya saat hendak mengatakan hal lalu.


"Aku apa, Coba ngomong sampe selesai." ucap Hana yang kembali kesal sebab dibuat penasaran.


Haikhal menarik nafas panjang. "Waktu itukan kamu bilang sendiri kamu suka pantai ataupun laut, Waktu kamu gak sengaja liat poto alam yang ada di tablet aku, Nah awalnya aku mau ajak kamu kesana, Cuma kamu bilang kalo kamu gak suka sama itu dan takut tinggi kata kamu, dan kamu milih buat kepantai, Jadi ya gapapa yang penting kamu seneng." jelas Haikhal singkat.


"Tapi gak gitu juga, Seharusnya kamu mikir diri kamu dulu, Omongin sama aku, Kita bisa cari tempat liburan lain, Bukan malah ngikutin kemauan aku, Jadi ginikan, Masuk rumah sakit kamu gegara pinya trauma sama laut." balas Hana dengan merasa bersalah sudah membuat suaminya kenbali mengingat hal lalu.


"Eh enggak, Aku masuk rumah sakit hukan karna itu, Dokter bilang aku kecapean, Gak ada sangkut pautnya sama ketakutan aku, Jangan sedih sayang." ucap Haikhal yang langsung meraih tubuh wanita itu.


"Gak usah bohong, Mustahil kecapean, Udah istirahat lama, Makan banyak dan seger seger aja waktu jalan keluar, Sampe pantai langsung lemes, Itu gara gara aku." balas Hana kembali dengan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Eh enggak, Ini bukan gara gara kamu." jawab Haikhal yang langsung memeluk wanita itu.


__ADS_2