He'S My Husband

He'S My Husband
Beijing


__ADS_3

Haikhal langsung keluar dari kamar dan menemui istrinya. "Udah." ucap Haikhal dengan senyumnya.


"Udah apa nya?." tanya Hana dengan wajah bingungnya.


"Minggu depan kantor libur." jawab Haikhal dengan wajah senangnya. Hana tidak menjawabnya melainkan memasang wajah bingungnya menatap suaminya tersebut.


Ting


Ponsel Hana berbunyi menandakan ada pesan masuk keponsel tersebut sehingga membuat Hana mengambil ponsel itu dan melihat pesan apa dan dari siapa. "Hah? Tiba tiba?." tanya Hana yang kaget sedangkan Haikhal mengintipnya dengan wajah senangnya akhirnya bisa berlibur dengan istrinya.


"Gimana? Gak percaya?." tanya Haikhal dengan senyum senangnya.


Hana hanya menatap kesal kearahnya. "Iya percaya pak Haikhal." jawab Hana dengan senyum terpaksa dan kembali meninggalkan lelaki itu.


"Jadi kita liburan kan minggu depan." ucap Haikhal dengan senyumnya.


"Apaan sih." Hana yang malas untuk berliburan nampak masih ingin menolak.


"Loh kamu bilang tadi tunggu liburan dari perusahaan baru mau pergi liburan, Ini perusahaan udah ngasih liburan kok malah gak mau." ucap Haikhal yang nampak kecewa akan istrinya yang tidak ingin pergi.


"Tapi kamu gak boleh seenaknya gini." balas Hana.


"Tapi akukan pemilik perusahaannya, Jadi suka suka aku dong." jawab Haikhal.


"Iya tau, Cuma kamu kayak gini gak professional banget, Ngeliburin seluruh karyawan cuma karna mau liburan." balas Hana.


"Enggak, Bukan cuma karna itu, Semua karyawan emang sepatutnya dikasih waktu tenang seminggu, Mereka udah kerja keras belakangan ini kan, Sebelum kamu jadi asisten aku banyak kan pekerjaan yang kalian lakuin, Makanya aku kasih waktu libur seminggu." jelas Haikhal yang sangat berharap istrinya mau pergi berlibur dengannya.

__ADS_1


Hana terdiam, Ucapan suaminya memang benar, Jika dibiarkan karyawan terus bekerja bisa bisa semuanya gila dengan pekerjaan padat itu. "Liburan satu minggu gak bakal ngerugiin perusahaan." ucap Haikhal.


"Iya juga, Gue yang terus terusan kerja aja bisa stres gegara kerjaan dan beneran capek banget, Gak salah sih Haikhal ngasih libur sama karyawan." guman Hana dengan kembali menatap suaminya tersebut.


"Emang kamu mau liburnya kemana?." tanya Hana dengan wajah menyetujui keinginan suaminya.


"Kamu tadikan bilang suka sama pantai atau laut, Jadi kita liburannya ke pantai." jawab Haikhal yang sama sekali tidak memperdulikan dirinya sendiri.


"Sama seluruh staf?." tanya Hana dengan wajah bingungnya.


"Em, Anggap aja liburan perusahaan." jawab Haikhal dengan senyumnya.


"Kalo mau kita berdua aja ayo, Kita pergi hari ini." jawab Haikhal dengan senyumnya.


"Enggak, Mending liburan perusahaan." jawab Hana. Haikhal hanya tersenyum.


"Mata aku masih agak bengkak, Aku mau ngunjungi mama." ucap Hana saat melihat matanya yang masih sedikit membengkak.


"Besok aja kalo gak bisa hari ini." jawab Haikhal dengan senyumnya.


Dritttttt


Ponsel Hana berbunyi menandakan ada yang menelponnya, Hana langsung mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya dan yang menelponnya adalah Ara. "Ara?." guman Haikhal yang mencoba mengingat siapa itu Ara sebab nama itu sangat tidak asing dibenaknya.


"Halo Ra." ucap Hana dengan senyum senangnya.


"Ah iya, Ara temen dia, Lebih kayak saudara sih mereka berdua, Nempel banget kayak perangko dulu." guman Haikhal dengan senyumnya.

__ADS_1


"Oh iya waktu itu lo nelpon gue pas gue lagi syuting, Agak aneh kan suara gue." ketus Ara dari sebrang.


"Em....." Hana menoleh kepada suaminya dan Haikhal dengan inisiatif sendiri pergi dari sana.


"Iya anjer, Lo ngapain, Lo jual diri kah?" tanya Hana yang ceplas ceplos saat suaminya sudah pergi.


"Enggak bangsat, Gue kan aktris jadi ada adegan itunya pas lo nelpon, Bukan gue itu bodoh, Gue gak semurahan itu kali, Masih segel gue." ketus Ara dengan wajah kesalnya.


"Kirain, Lo dimana sekarang?." tanya Hana.


"Ada, Beijing." jawab Ara.


"Lah udah pulang?." tanya Hana pula.


"Em, Gue dapet projek di beijing dan mulainya minggu lalu, Gue pemeran utamanya yang harus syuting di Singapore abis itu balik lagi ke beijing buat lanjutinnya eh tiba tiba bos......."


"Ara adegan selanjutnya." teriak sutradara.


"Baik pak."


"Yaudah ntar gue main kerumah lo, Mau ketemu mama, Udah lama gak ketemu sama dia, bye bye." Ara mematikan telponnya sedangkan Hana hanya tersenyum sebab karir sahabatnya itu semakin sukses saja.


"Siapa yang nelpon tadi?." tanya Haikhal dengan senyumnya saat wajah istrinya yang kembali ceria.


"Temen aku." jawab Hana dengan senyumnya. Haikhal tidak ingin bertanya lebih dan terus menatap istrinya yang terus tersenyum itu.


"Seasik itu ya ngobrolnya sampe senyum senyum dari tadi." goda Haikhal dengan duduk disamping istrinya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2