He'S My Husband

He'S My Husband
Aku bisa sendiri


__ADS_3

Haikhal tidak menjawab teriakan istrinya itu dan membawanya kedalam kamar mandi. Haikhal mendudukkan istrinya diatas washtafel yang ada didalam kamar mandi dan menatapnya.


"K-kenapa ngeliatin aku gitu?." tanya Hana dengan wajah yang memerah sebab yang ia kenakan saat ini adalah baju tidur yang cukup seksi.


Haikhal tersenyum dan mengambil sikat gigi dan odol dan menyiapkan milik istrinya. "Buka mulutnya." ucap Haikhal yang hendak menyikatkan gigi istrinya namun Hana menutup mulutnya dan mengambil sikat gigi dari Haikhal.


"Aku bisa sendiri." balas Hana dan mulai menyikat giginya dengan Haikhal yang memperhatikannya.


"Kenapa malah ngeliatin gitu, Bersihin gigi kamu." ucap Hana dengan wajah kesal dan mulut yang berbusa.


Haikhal mencium bibir wanita yang penuh busa itu dan baru menggosok giginya dengan Hana yang hanya menatap kesal kepadanya.


Setelah selesai Haikhal kembali menggdong istrinya. "Haikhal aku bisa jalan sendiri." ucap Hana yang tidak nyaman sedari tadi digendong.


"Gak ada yang bilang kamu gak bisa jalan sendiri." jawab Haikhal dengan mendudukkan istrinya diatas ranjang.


"Tunggu disini bentar ya, Gak boleh kamana mana." ucap Haikhal dan mengambil jaket dan rok biasa milik istrinya didalam koper dan juga jaket miliknya.


Setelah mengambil barang itu dia kembali mendekat kepada istrinya dan mengenakan jaket terlebih dahulu. "Roknya gimana? Kamu mau ak........"


"Aku bisa sendiri." potong Hana dengan mengambil rok yang ada ditangan suaminya. Haikhal tidak menjawabnya dan mengenakan jaket miliknya dan melihat ponselnya.


Haikhal berjongkok dihadapan istrinya dengan kaos kaki milik istrinya yang ada ditangannya. "Suhu diluar agak rendah, Jadi pake kaos kaki ya, Nanti kedinginan." ucap Haikhal dengan senyumnya.


Hana hanya diam dan memperhatikannya hingga selesai keduanya baru keluar dari kamar dan menuju keruang makan yang ada di vila tersebut.


"Hana." Ara melambaikan tangannya saat melihat Hana datang dan dibalas lambaian pula oleh Hana dengan tersenyum.


"Mau makan bareng mereka?." tanya Haikhal dengan senyumnya.


"Boleh." jawab Hana dengan senyumnya.


"Yaudah kamu duluan kesana, Biar aku yang ambil makanannya, Nanti kalo ada yang kurang bilang pelayan aja." ucap Haikhal dengan senyumnya.


"Em." Hana menganggukkan kepalanya dan berjalan kearah Ara dan juga Devan yang sudah ada disana. Devan menatap sinis kepada Hana namun tidak disadari oleh Hana dan Hana malah asik berbicara dengan Ara.


"Devan lama lama ngeselin banget, Kenapa gitu banget dia sama Hana." guman Ara dengan wajah kesalnya saat melihat Devan yang menatap tidak suka kepada Hana.

__ADS_1


"Udah lama?." tanya Hana dengan menatap Ara dan juga Devan secara bergantian.


"Lumayan, Tapi gak terlalu lama." jawab Ara.


"Masih aja memperlakuin cewek ****** ini kayak ratu, Sadar Haikhal, Sadar." guman Devan yang masih memasang wajah masamnya menatap Hana.


Hana memperhatikannya dan langsung memasang senyum bingung menatap lelaki yang tengah menatap tak suka kepadanya. Ara sadar dan langsung menyenggol tangan lelaki itu. "Apaan sih." ketus Devan dengan kesalnya.


"Makanan udah dateng." ucap Haikhal dengan senyumnya dan mendudukkan tubuhnya disamping istrinya.


Hana beralih menatap suaminya dan tersenyum lebar. "Cukup gak makan ini? Atau mau tambahan lagi?." tanya Haikhal kepada istrinya.


"Enggak, Cukup kok." jawab Hana dengan senyumnya.


"Yaudah makan yang banyak ya." ucap Haikhal dengan memberikan makanan milik istrinya tersebut.


Hana menerimanya dengan senang hati namun dia masih cukup canggung saat sadar tadi Devan menatap tak suka kepadanya. "Mungkin gara gara kejadian kemaren." guman Hana yang mencoba berpikiran positif.


Semuanya makan dengan lahap namun tidak dengan Devan yang sama sekali tidak terlihat napsu makan.


Devan berdiri dengan meletakkan sendok diatas meja dengan kasar sehingga membuat mereka yang ada dimeja itu kaget dan menatapnya. "Kenapa sih." ketus Ara dengan wajah kesalnya.


"Lo kenapa?." tanya Haikhal dengan wajah bingung dan datarnya sedangkan Hana hanya menatapnya.


"Gue udah kenyang." ucap Devan dengan melototkan matanya menatap Hana dan langsung meninggalkan ruang makan tersebut.


Hana langsung menundukkan kepalanya, Haikhal dan juga Ara sadar akan Devan yang benar benar menampakkan diri tak suka kepada Hana. Tangan Haikhal menggenggam kesal saat napsu makan istrinya berkurang namun dia menarik nafas panjang dan kembali tersenyum.


"Kenapa gak lahap lagi makannya? Gak enak ya makanannya? Mau diganti yang lain?." tanya Haikhal sambil tangannya mengusap kepala istrinya.


Hana kembali merasa tenang dan tersenyum menatap suaminya. "Enak kok, Kamu makan lagi ya." ucap Hana dengan senyumnya. Meskipun sudah tenang namun dia masih memikirkan kenapa Devan begitu tidak sukanya terhadap dirinya.


"Awas aja lo Devan." guman Ara dengan tangan yang menggenggan kesal garpu ditangannya memikirkan kelakuan Devan pagi ini.


"Yaudah kalo gitu dimakan lagi ya." ucap Haikhal dengan menyuapinya namun Hana dengan segera mengambil alih sendok dari tangan suaminya dan makan sendiri.


"Haikhal masih sama persis kayak dulu, Dia selalu merhatiin Hana dan peka sama gerak gerik tubuh atau ekspresi wajah dia, Mungkin Haikhal beneran masih cinta sama Hana." guman Ara yang beberapa hari ini melihat kemesraan keduanya sama persis dengan sewaktu pacaran.

__ADS_1


"Ah iya kalo emang gitu, Kalo dia cuma mau bales dendam, Gua gak terima kalo dia mau balas dendam sama Hana." sambungnya kembali dengan kesal pula kepada Haikhal.


"Han." panggil Ara sehingga membuat Hana dan juga Haikhal menoleh kearahnya. Ara melototkan matanta menatap Haikhal sehingga Haikhal mengalihkan pandangannya dari Ara.


"Gue be........."


Driiittttttt


"Anjing." kesal Ara saat ponselnya berbunyi.


"Bentar." Ara meraih ponselnya dan terlihat yang menghubunginya adalah manager nya.


"Kenapa." ucap Ara saat telpon sudah diangkat.


"Lo dimana, Kenapa ngilang terus terusan beberapa hari ini." ketus manager yang mana sudah menjadi teman baginya.


"Bukan urusan lo." balas Ara dengan kesalnya dan hendak mematikan telpon.


"Bentar dulu, Ini ada endors buat lo." ucap manager.


"Nanti aja, Gue masih ada urusan." balas Ara.


"Gak bisa, Sekarang, Gue di depan kamar lo." manager langsung mematikan telpon.


"Bangsat, Bisa bisanya ngegesak gue." ketus Ara dengan kesalnya.


"Kalo emang penting yaudah sana pergi aja." ucap Hana dengan senyumnya sedangkan Haikhal tidak memperdulikannya Meskipun dia bisa mendengar.


"Tapi......"


"Udah gapapa, Kan ada Haikhal sama aku." potong Hana dengan senyumnya sehingga Haikhal menatap istrinya. Ara menatap tajam lelaki itu dan melototkan matanya saat Haikhal menatapnya.


"Yaudah, Gue pergi dulu ya." pamit Ara yang belum sempat mengatakan apa yang ingin ia katakan. Hana menganggukkan kepalanya mengiyakannya dan Ara langsung meninggalkan ruang makan.


"Udah selesai kan ngobrolnya? Sekarang lanjut makan, Kamu laper loh tadi." ucap Haikhal dengan senyumnya. Hana menganggukkan kepalanya dengan tersenyum juga dan melanjutkan makannya.


"Seenggaknya dengan Ara yang sok sibuk tadi bisa ngilangin pikiran dia tentang Devan tadi." guman Haikhal dengan senyumnya menatap istrinya yang tengah makan itu.

__ADS_1


__ADS_2