He'S My Husband

He'S My Husband
Mobil Langka


__ADS_3

"Letakkan di depan aja pak." ucap Haikhal saat sopir hendak mengopor makanan ke belakang semua nya.


"Ternyata udah tidur, Kirain gak bisa tidur gegara kelaperan." ucap Haikhal dengan senyum gemasnya dan memberikan kecupan di kepala istrinya.


"Hah?." mata Ara membulat membacakan merk mobil tersebut.


"Merk mobil ini langka waktu jaman itu, Jadi mobil ini kemungkinan besar milik orang kaya kan? Apa mungkin pelakunya Shindi?." ucap Ara dengan wajah bingung nya menebak siapa yang mungkiin akan membeli mobil tersebut.


"Bisa jadi emang dia, Secara kan bapak nya emang termasuk dalam katagori orang kaya, Bukan bapak dia sih, Bapak Hana juga, Cuma sekarang udah enggak, Apa apaan bapak kayak gitu, Ninggalin istri sama anak cuma buat anak ****** sama ibu nya yang pelacur itu." sambung Ara yang malah kesal akan ayah Hana tanpa memikirkan apa kemungkinan Shindi menyewa mobil untuk menyakiti Hana.


"Dari dulu Shindi emang selalu aja iri sama Hana, Mulai dari kehidupan Hana, Secara dia kan waktu itu di sembunyiin sama papa nya Hana dan baru di akui setelah beberapa tahun kemudian dan abis itu papa nya Hana langsung ninggalin Hana sama tante Dewi, Jadi gak menutup kemungkinan dong kalo emang Shindi sama ibunya pelaku kecelakaan waktu itu." Ara yakin akan apa yang ia pikirkan dan terjadi waktu lalu.


"Gak ada gerak gerik yang mencurigakan, Terakhir Hana masih ketemu dan baik baik aja sama Haikhal dan yang anter Hana pulang waktu itu juga gue sama Haikhal." ucap Devan yang tidak menemukan apapun di rekaman cctv kampus.


"Em." Devan nampak mencoba mengingat apa yang terjadi.


"Ah iya, Waktu itu gue sma Haikhal nganter Hana dulu pulang dan nyiapin suprise di hari jadi ke tiga tahun Haikhal sama Hana abis nganter Hana pulang, Dan udah itu Haikhal nelpon Hana dan bilang kalo dia butuh bantuan di kampus, Hana emang panik kedengerannya, Cuma dia gak dateng dan......"


"Dan abis itu dia bener bener ngilang dari hadapan gue maupun Haikhal." guman Devan yang benar benar ingat waktu itu.


"Jadi seharus nya gue gak usah kesini, Gue langsung ke rumah lama Hana cari tau disana, Cuma ngapain gue ke sini." ketusnya yang merasa bodoh sebab menuju ke kampus terlebih dahulu.


"Eh tapi........" Devan yang hanya di temani oleh penjaga di ruang cctv kembali memperhatikan cctv pada tanggal itu.

__ADS_1


"Nih cewe dari dulu gue liat gak pernah akur sama Hana dan disini dia nguntit kami, Tapi kok gue gak sadar ya." ucap Devan saat melihat wanita yang terlihat kalem menguntit mereka.


"Hem, Mencurigakan ya anak kalem ini." ucapnya dengan memperhatikan lebih teliti gerak gerik wanita itu.


"Nah bener kan, Abis kami pergi baru dia." ucap Devan dan memperhatikan bentuk wajah wanita tersebut dengan mengzoom rekaman yang menampakkan wanita itu.


"Kayak pernah liat." guman Devan dengan mencoba mengingat siapa wanita yang ada di dalam gambar.


"Tapi siapa ya, Kok gue gak inget." gumannya kembali.


"Itu bukannya mba Shindi? Saudaranya mba Hana." ucap pengawas cctv saat rekaman terhenti dan menampakkan wajah Shindi.


"Hah? Saudara?." ucap Devan dengan wajah bingungnya.


"Iya." Penjaga menganggukkan kepalanya mengiyakan pertanyaan dari Devan itu.


"Yaudah makasih ya pak." ucap Devan dengan senyumnya dan meninggalkan tempat tersebut dengan rekaman cctv yang mencurigakan ada ditangannya saat ini.


Devan masuk ke dalam mobilnya setelah semua urusan selesai, Mulai dari bertanya kepada rektor alasan Hana tidak mengikuti wisuda hingga mengecek rekaman cctv dan yang hanya ia dapatkan adalah rekaman cctv dan tidak mendapatkan jawaban dari rektor mengapa Hana tidak mengikuti wisuda sebab rektor juga tidak mengetahuinya.


"Pak Devan juga ada disini." ucap Farhan saat melihat Devan baru saja masuk ke dalam mobil dengan dirinya yang baru sampai.


Kaki nya melangkah hendak menyapa Devan namun Devan melajukan mobil dengan kecepatan sedang meninggalkan kampus tersebut. "Ngapain pak Devan ke sini?." tanya Farhan dengan wajah bingungnya.

__ADS_1


"Ah mungkin aja ada perlu sama orang kampus, Kan dia alumni sini." dia menjawab pertanyaan nya sendiri dan berjalan masuk kedalam dan di sambut oleh beberapa pembersih disana dengan sangat sopan.


"Om Derwin itukan pemilik perusahan xxxx, Ya emang gak menutup kemungkinan kalo om Derwin juga ada sangkut pautnya dalam kasus tabrak lari Hana dulu." ucap Ara yang yakin.


"Eh cuma waktu itu rumah tangga tante Dewi sama om Derwin belum terlalu retak dan identitas selingkuhan om Derwin masih tersembunyi, Jadi mana yang bener nyaaaa." ucap Ara yang prustasi akan kejadian lalu yang masih sjaa belum terpecahkan.


Mobil berhenti di parkiran apartemen. Haikhal yang tidak tidur menoleh kepada istrinya dan terlihat wanita itu masih saja tidur dengan cukup nyenyak. "Pak minta tolong bawain barang barang saya sama istri saya ya." ucap Haikhal dengan wajah tulusnya meminta bantuan.


"Baik tuan." jawab sopir mengiyakannya.


Pengawal yang menunggu Haikhal dan Hana pulang membukakan pintu untuk Haikhal. "Bantu pak Sopir bawa barang ya." ucap Haikhal dengan keluar dari mobil sangat berhati hati sebab dia membawa Hana bersamanya.


Hana melingkarkan tangannya dipinggang suaminya dan masih saja tertidur nyenyak meskipun sudah dibawa keluar dari mobil oleh suaminya. Haikhal tersenyum menatapnya dan pengawal memilih untuk memalingkan wajah sedangkan sopir dia di suruh pulang oleh para pengawal.


Tingg


Lift terbuka, Haikhal langsung keluar dan menuju ke apartemennya dan masuk kedalamnya. Apartemennya selalu rapi meskipun dia tidak menempatinya, Lelaki itu langsung menuju kamar untuk menidurkan istrinya diatas ranjang agar nanti saat bangun tubuh istrinya tidak sakit sakit.


"Apapun bakal aku lakuin buat kamu, Asalkan kamu tetap sama aku dan gak ninggalin aku." ucap Haikhal dengan senyumnya menatap wajah cantik istrinya yang tengah tertidur nyenyak itu.


Haikhal meninggalkan kecupan di dahi istrinya dan meninggalkan wanita itu tidur sendiri dan dia langsung keluar untuk menemui para pengawal. "Apa ada yang mencurigakan?." tanya Haikhal yang langsung memasang wajah datar dan seriusnya.


"Semenjak anda pergi berlibur bersama nona, Eyang selalu mengunjungi kantor namun tidak menemukan siapapun, Beliau bersama dengan wanita yang biasanya bersama dengan nya, Namun setelah tau kantor melakukan liburan wanita itu sudah tidak nampak lagi dan saya mendapatkan laporan dari rekan saya yang pergi bersama anda, Dia mengatakan bahwa wanita yang selalu bersmaa Eyang ikut serta dalam liburan kantor itu." jelas pengawal.

__ADS_1


"Wanita itu tidak menemukan anda ataupun nona, Melainkan dia menemukan para pekerja kantor saja." sambungnya saat Haikhal hanya diam.


"Kok lusuh banget sih rumah ini sekarang." ucap Devan saat turun dari mobilnya saat sudah sampai dirumah lama Hana.


__ADS_2