He'S My Husband

He'S My Husband
Enggak, Lo masih ada gue


__ADS_3

Pemakaman berjalan lancar dengan Haikhal yang turun tangan begitupun dengan Devan, Ara masih saja menangis dan ditenangkan oleh managernya yang ikut menjenguk. Setelah selesai pemakaman satu persatu orang mulai meninggalkan tempat itu.


Hana langsung berlutut dihadapan makam ibu tercintanya tersebut. Mulutnya membisu, Air matanya kembali menetes saat melihat wajah ibunya yang dibingkai cantik itu.


"Hana." ucap Ara yang sudah mulai tenang saat Devan menenangkannya.


Hana menoleh kearahnya dengan tatapan sendunya, Wajah Ara yang selalu menemaninya dalam keadaan apapun langsung membuat Hana memeluk erat tubuh wanita itu. Tangisnya pecah saat berada dipelukannya sehingga tubuhnya terduduk diatas tanah itu. "Mama ninggalin gue, Gue sendiri sekarang, Hiksssss." Hana menangis kencang dipelukan Ara sehingga kembali membuat Hana dan Herlin mendengus panjang mencoba menenangkan diri masing masing.


"Enggak, Lo masih ada gue, Ada Hikhal yang juga selalu nemenin lo, Ada tante Herlin juga, Lo gak sendirian." ucap Ara dengan mengusap wajah Hana yang sudah basah itu.


Hana tidak menjawabnya dan terus saja terisak dihadapan makam ibundanya tersebut. Hingga sudah cukup lama, Tubuh wanita itu mengalami kelelahan, Suara tangisnya mulai mengecil namun tidak menghilang, Tubuhnya tumbang dan tidak bisa menjaga keseimbangan sehingga Haikhal yang sigap dan memperhatikannya langsung menangkap tubuh itu.


"Mama." mulut wanita itu terus saja memanggil ibunya dengan mata yang sayu dan membengkak.


"Yatuhan." Haikhal meneteskan sedikit air matanya saat melihat keadaan istrinya yang benar benar menghancurkan hatinya.


"Mama." Hana terus saja memanggil ibunya hingga akhirnya Haikhal langsung menggendongnya dan membawanya kedalam mobil.


"Ini sayang kasih Hana minum." ucap Herlin dengan menydorokan minuman kepada Haikhal.


"Udah jangan nangis lagi." ucap Devan dengan mengusap air mata diwajah Ara.


Haikhal memberikan istrinya minum hingga istrinya sudah sedikit sadar. Hana sudah tidak menangis lagi. "Sayang kamu harus tenang ya, Gak boleh kayak tadi." ucap Haikhal dengan mengusap wajahnya.


Hana hanya diam saja, Dia tidak memperdulikan ucapan Haikhal dan hanya menatap kosong kearahnya. "Kita pulang ya?." tanya Haikhal dengan masih mengusap wajah yang basah itu. Hana hanya menganggukkan kepalanya dan sopir membawakan mobil sedangkan Devan masuk kedalam mobil Ara untuk menenangkan Ara yang tengah menangis.

__ADS_1


Haikhal hendak memeluk istrinya tersebut namun wanita itu menatap keluar jendela dan sudah terlihat cukup tenang. Haikhal menoleh kearah ibunya yang tidak mengeluarkan suara sedikitpun sedari rumah sakit tadi.


Wanita paruh baya itu seketika langsung menunduk, Air mata yang ia tahan langsung menetes. Haikhal sadar kan hal tersebut. "Mama gak pernah punya temen sebelumnya, Jadi wajar kalo dia juga sedih." guman Haikhal dan mengusap bahu ibunya itu.


"Tante Dewi pasti seneng selama hari hari terakhirnya, Mama terus terusan disamping dia dan ngehibur dia, Mama hebat." ucap Haikhal dengan senyumnya.


Herlin mengusap tangan anaknya yang ada ditangannya itu dan membalas perkataan anaknya dengan senyum. Haikhal mengusap air mata yang menetes itu dan kembali tersenyum lebar sedangkan Hana dia masih menatap keluar jendela menikmati jalanan yang pasti akan terus ia lewati.


Saat Herlin terlihat sudah tidak memperhatikannya, Haikhal kembali memundurkan tubuhnya dan menatap istrinya. Mata itu nampak masih terlihat menatap keluar jendela, Tatapan wanita itu kosong dengan mata yang cukup membengkak dan sudah tidak terdengar isak tangisnya.


Haikhal tidak ingin mengganggunya dan membiarkannya saja.


Setelah perjalanan Hana langsung turun tanpa memperdulikan sekitar, Dia masuk kedalam rumah dan memasuki kamar ibunya. Haikhal dan Herlin langsung menyusulnya.


"Hiksssss, Ta-tapi tante Dewi orang baik, Gu-gue udah nganggep dia kayak ibu gue sendiri dan-dan gue beneran bisa ngerasain kasih sayang ibu dari tante Dewi, Hikssssss." Ara langsung menangis dan Devan langsung meraih wanita itu dan mengusap punggungnya.


"Shhuttt." Devan hanya mencoba menenangkan wanita itu dengan usapam lembut dipunggungnya sedangkan manager hanya diam diluar melihat sekeliling tanpa mempeerdulikan Ara dan Devan.


"Nih cewek gak pernah pernahnya nangis sekarang nangis, Dan itu di depan gue." guman Devan dengan menggelengkan kepalanya.


Hana mendudukkan tubuhnya diatas ranjang, Matanya memperhatikan sekeliling kamar ibundanya tersebut. Bibirnya langsung membentuk senyuman saat melihat banyak poto poto dirinya dan ibunya didalam kamar itu meskipun dia suah mengetahuinya sejak lama namun dia masih saja seperti orang yang baru mengetahui hal tersebut.


Haikhal melangkahkan kakinya satu langkah masuk kedalam kamar namun tangannya langsung diraih oleh Herlin. "Jangan ganggu dia dulu ya sayang, Mungkin Hana nya lagi mau sendiri sayang." ucap Herlin dengan senyumnya menatap anaknya tersebut.


"Tapi ma......"

__ADS_1


"Awasin dari sini aja ya, Jangan mendekat." potong Helin dengan senyumnya dan meninggalkan anaknya tersebut.


Haikhal tidak menjawabnya dan hanya memperhatikan gerak gerik istrinya yang tengah melihat poto poto dikamar tersebut. Hana tersenyum lebar menatap poto poto tersebut namun tidak dengan Haikhal yang masih memasang wajah sedihnya.


"Hana kan anak kuat, Jadi gak boleh nangis." guman Hana dengan senyumnya menatap wajah ibunya yang ada didalam poto tersebut.


Ara masuk kedalam rumah bersama dengan Devan dan mata Ara langsung tertuju kepada Haikhal dengan wajah menyedihkannya. Ara langsung menghampiri Haikhal dan langkah kakinya terhenti saat melihat Hana yang hanya tersenyum melihat bingkai ditangannya.


"Ajak Hana makan dulu ayo nak." panggil Herlin saat makanan sudah siap dan hari juga sudah mulai larut.


Haikhal tidak menjawabnya dan menatap Devan. "Ayo kita makan." Devan mendorong perlahan tubuh Ara dan menuju keruang makan sedangkan Haikhal kakinya perlahan berjalan masuk kedalam kamar tersebut.


Dia langsung berlutut dihadapan wanitanya tersebut dan menggenggam tangannya setelah itu dia langsung tersenyum menatap wanita itu sambil mengusap tangan lembut istrinya itu. Hana diam dan menatap suaminya tersebut. "Liat, Mama cantikkan?." tanya Hana dengan menunjukkan poto yang ada ditangannya kepada suaminya tersebut.


Haikhal menatapnya dengan wajah penasaran dan langsung tersenyum. "Iya cantik, Pantesan anaknya cantik juga." jawab Haikhal dengan senyumnya.


"Mama lebih cantik, Tapi aku mirip juga ya sama mama." balas Hana dengan wajah yang baru sadar jika dirinya mirip dengan ibunya.


"Masa iya selama ini gak sadar? Kamu kan anaknya mama." jawab Haikhal dengan mengusap kepala wanita itu.


"Bukan gituu, Cuma dulu gak terlalu meratiin wajah aku dan fokusnya ke mama karna mama emang secantik itu." balas Hana.


"Hem, Kamu sama cantiknya kok kayak mama." balas Haikhal smbil tangannya mengusap bahu istrinya tersebut.


Hana hanya diam dan menatap wajah ibunya itu. "Gimana kalo kita makan malam? Udah malem loh sekarang." tawar Haikhal.

__ADS_1


__ADS_2