He'S My Husband

He'S My Husband
Ternyata udah tidur


__ADS_3

"Kamu kenapa mau nikah sama aku? Padahal kan kita ketemu cuma malam itu, Gak mungkin kan kamu jatuh cinta sama aku abis cinta satu malam itu" tanya Hana dengab mata yang terbuka tutup sebab sangat mengantuk.


Haikhal terdiam sejenak hingga dia menarik nafas panjang. "Gak inget dulu waktu kuliah aku emang udah suka sama kamu, Kita udah pacaran dari kuliah S1 nya, Pas kita janji mau kuliah bareng dijerman ngambil S2 kamunya......" Terdengar tarikan nafas panjang membuat Haikhal menghentikan ceritanya.


"Sayang." panggil Haikhal yang mencoba menatap istrinya namun saat dirinya bergerak istrinya malah semakin mempererat pelukannya.


"Ternyata udah tidur." ucap Haikhal dengan suara rendah. Bibir lelaki itu kembali membentuk sebuah senyuman dan mengusap lembut kepala wanitanya.


"Gak boleh pergi lagi dari aku." bisik Haikhal dan mencium pucuk kepala wanita itu dan menyusul wanitanta alam mimpi.


Keesokan paginya.


Hana terlebih dahulu bangun, Dia bersiap siap untuk berangkat kekantor namun sebelum itu dia menyiapkan sarapan terlebih dahulu untuk suaminya. Setelah sarapan selesai dia kembali kekamar dan mengambil barang barang yang perlu dibawa kekantor.


Langkah kaki wanita itu terhenti disamping ranjang dan berjalan mundur. Dia menunduk dan mencium pucuk kepala suaminya. "Aku pergi dulu, Nanti sampe kantor aku hubungi lagi." bisik Hana dengan senyumnya dan langsung pergi meninggalkan apartemen untuk menuju kekantor sebab kemarin diberitahu oleh Devan bahwa CEO akan datang kekantor hari ini.


"Gak boleh telat, Gak boleh telat." Hana menaiki bis yang baru saja berhenti untuk menuju kekantornya.


Hingga sampai dikantor dia berlari masuk kekantor. "Hah, Hah." terdenga nafas naik turun yang cepat sehingga membuat yang ada dikantor menoleh kearahnya.


"Pak CEO nya udah dateng?." tanya Hana dengan wajah paniknya takut jika didahului.


"Gak tau han, Baru juga sampe." jawab yang memperdulikan pertanyaannya. Hana yang tidak mendapatkan jawaban langsung berlari masuk kedalam lift.Saat lift berhenti dia langsung keluar dan berpapasan dengan Devan.


Dia menahan nafas yang naik turun itu dan menundukkan sedikit tubuhnya kepada Devan. Devan tidak memperdulikannya dan langsung berlalu meninggalkannya. "Kamu kenapa buru buru gitu?." tanya orang yang bekerja satu lantai dengannya.


"Pak Devan bilang CEO nya bakal masuk hari ini dan....... Hah, Hah." ucapan Hana terhenti saat nafas yang tidak cukup lagi.

__ADS_1


Haikhal bangun dari tidurnya dan meraba ranjang disebelahnya namun dia tidak merasakan apa apa sehingga dia bangun dari tidurnya dan sudah tidak menemukan istrinya. "Hana mana?." tanya Haikhal yang tidak mendapati istrinya diranjang.


"Sayang." Haikhal memanggil wanitanya namun tidak ada jawaban sehingga membuat dirinya bangun dari tempat tidur dan mencari istrinya diseluruh sudut apartemen namun masih tidak menemukannya.


"Udah ada makanan, Tapi Hana kemana?." guman Haikhal dengan wajah bingungnya dan mengambil ponselnya yang ada dikamar. Haikhal langsung menelpon istrinya namun dia tidak mendapatkan jawaban dari istrinya.


"Sayang, Kamu dimana?." Haikhal mengirimkan pesan kepada istrinya sebab ditelpon tidak diangkat.


"Oh iya, Gue belum ngasih tau Haikhal kalo udah dikantor." Hana langsung mengambil ponselnya dan benar saja sudah banyak panggilan dari suaminya dan juga pesan.


"Aku udah dikantor." balas Hana singkat.


"Kenapa cepet banget kekantornya?." tanya Haikhal.


"Kemarin pak Devan bilang kalo atasan aku bakal dateng hari ini tapi sampe sekarang belum dateng juga, Nyebelin kan." balas Hana dengan mengirimkan emoji kesal menandakan kekesalannya.


"Kenapa belum dateng juga? Mungkin dia ada urusan lain." balas Haikhal.


"Gak tau tuhh, Gak tepat waktu banget jadi orang, Aku sampe lupa sarapan tadi, Cuma didapur aku udah masakin sarapan buat kamu." balas Hana dengan emoji senyum.


"Yaudah nanti aku bawain sarapannya kekantor, Kita sarapan bareng." balas Haikhal dengab emoji senyum juga.


"Gak usah, Nanti dimarahin atasan aku kalo santai santai." balas Hana.


"Heh, Atasan kamu yang sekarang lagi chat sma kamu sayang." ucap Haikhal yang gemas akan pesan pesan istrinya tersebut.


"Yaudah mending siapin dulu makanannya, Kasian istri aku belum sarapan." ucap Haikhal dan menyiapkan bekal untuknya dan juga istrinya. Setelah selesai dia baru bersiap untuk berangkat kekantor.

__ADS_1


Dia kekantor dengan disopiri oleh sopir. Setelah sampai dikantor semuanya yang mengetahui dirinya memberi hormat namun mata semuanya tertuju kepada bekal yang dibawa olehnya. "Pak." Devan menyapa dengan sopan dan mengikuti Haikhal dari belakang.


Semuanya menyapa dengan hangat dan hanya diberikan anggukan kepala sebagai balasan oleh Haikhal. "Eh pak CEO dateng, Pak CEO dateng." semuanya bergegas berdiri didepan untuk menyambut datangnya CEO yang jarang dilihat itu.


Hana yang mendengarnya merapikan rambut dan bajunya yang sedikit berantakan dan ikut berdiri paling ujung. Lift terbuka, Haikhal langsung keluar dari lift bersama Devan dan seluruh karyawan menundukkan kepalanya begitupun dengan Hana. Langkah kaki Haikhal berhenti dihadapan Hana dan Hana menyadari hal tersebut dan menarik nafas panjang dan mendongakkan kepalanya hendak menyapa.


Namun matanya membulat kaget saat melihat yang dihadapannya saat ini adalah suaminya. "Ngapain kesini." bisik Hana dengan semua orang yang masih menunduk.


"Nganter sarapan." jawab Haikhal dengan senyumnya. Hana yang sadar akan semuanya belum mendongak langsung membawa suaminya masuk kedalam ruangannya.


"Semuanya boleh bubar." ucap Devan dengan wajah kesalnya saat Hana membawa Haikhal pergi.


"Loh mana CEO nya tadi?." tanya semua karyawan yang tidak sempat melihat wajah langka sang pemilik perusahaan.


"Ngapain kamu kesini." ucap Hana dengan wajah kesalnya.


"Kamu tadikan bilang kalo belum sarapan, Jadi nih aku bawain sarapan buat kita." jawab Haikhal dengan senyumnya.


"Kan tadi aku bilang gak usah." balas Hana dengan wajah kesalnya.


"Gapapa, Deket kok nganternya." jawab Haikhal dengan senyumnya.


Krekkk


"Hana." karyawan yang tidak menemukan Hana langsung masuk kedalam ruangan Hana tanpa mengetuk namun matanya membulat saat melihat pemimpinnya ada didalam sana.


"Maaf pak, Maaf sudah menganggu." ucap karyawan tersebut dengan menundukkan kepalanya dan kembali keluar dengan menutup kembali pintu ruangan Hana tadi.

__ADS_1


"Pak?." Hana nampak bingung akan panggilan orang tadi dan menatap bingung kerah suaminya tersebut.


__ADS_2