
"Aku beneran gapapa, Gak usah hawatir gitu." ucap Hana saat bisa melihat dengan jelas wajah kehawatiran suaminya.
"Gimana gak hawatir, Kamu tiba tiba loh sakit kepalanya, Kita kerumah sakit ya." balas Haikhal yang benar benar hawatir akan wanita itu.
"Gak usah, Aku gapapa." jawab Hana yang tidak ingin menerima ajakan dari suaminya tersebut.
"Beneran? Tapi kamu keliatan gak baik baik aja sayang." balas Haikhal yang masih saja hawatir akan istrinya tersebut.
"Aku gapapa, Ini sering kok, Sering banget malahan, Gak usah mikirin aku ya, Kamu istirahat." ucap Hana dengan senyumnya meyakinkan kepada suaminya bahwa dirinya baik baik saja.
Haikhal masih diam dan memperhatikan istrinya tersebut hingga Hana tersenyum menatapnya. "Aku beneran gapapa." ucap Hana dengan perlahan membaringkan tubuh suaminya kembali.
Haikhal tidak menjawabnya dan meraih tubuh istrinya agar ikut beristirahat bersamanya. "Jangan nolak ya, Nanti kalo masih kesakitan biar aku langsung sadar." bisik Haikhal dengan memberikan kecupan di dahi istrinya tersebut.
Hana hanya membalas perkataan suaminya dengan senyuman saja dan ikut mengistirahatkan tubuh bersama.
Keesokan harinya.
__ADS_1
Hana terbangun terlebih dahulu dan melihat wajah dihadapannya yang tersinar indah oleh matahari yang masuk melalui tirai tirai. Bibir wanita itu seketika membentuk sebuah senyuman saat melihat wajah tampan tersebut, Hingga akhirnya wanita itu mencium bibir mungil itu sehingga membuat sang pemilik bibir bangun.
Haikhal membuka perlahan matanya namun matanya menyipit saat matahari benar benar menyinari wajahnya. "Hem." Hana tertawa kecil saat melihat suaminya yang sedikit terganggu hingga Haikhal menatap kepada istri kecilnya tersebut.
Cup....
"Udah bangun." ucap Haikhal dengan memberikan morning kiss kepada istrinya.
"Udah pak." jawab Hana dengan senyummya sehingga membuat Haikhal langsung mengerutkan dahinya.
"Iya istri pak CEO." balas Haikhal yang geram. Hana hanya menanggapinya dengan tawa sehingga gemas akan istrinya berakhir Haikhal baru merenggangkan pelukannya.
"Selama gak sama aku kamu selalu bahagia kayak gini kan?." tanya Haikhal tiba tiba.
"Em? Kapan aku gak sama kamu?." tanya Hana yang tidak menganggap pertanyaan tersebut serius. Haikhal hanya diam dan menatap lekat wajah istrinya yang nampak bemar benar tidak mengetahui apapun.
Wajah bingung dari Haikhal langsung tersenyum dan mencium wajah istrinya. "Oiya ya, Kamu kan selalu sama aku." ucap Haikhal dengan mengusapkan wajahnya dileher istrinya.
__ADS_1
Hati yang gembira di pagi ini membuat Hana terus saja tersenyum senang tanpa rasa canggung sedikitpun dengan Haikhal sang suami. "Pasti ada yang gak beres." guman Haikhal dengan wajah curiganya yang berada dileher istrinya.
Kryuukkkkk~
Haikhal mendengar jelas suara itu dan langsung mendongakkan kepalanya menatap lekat istrinya. "Hehe." ucap Hana dengan senyum malunya saat suaminya sadar perutnya berbunyi sebab kelaparan.
"HemHem kenapa gak bilang kalo laper sayang." ejek Haikhal dengan mencubit gemas wajah wanita itu.
"Tadi belum lapar." jawab Hana dengan polosnya.
"Haissss." Haikhal duduk dari tidurnya dan mengenakan bajunya sedangkan Hana dia masih rebahan santai. Haikhal berdiri dan langsung menggendong tubuh kecil istrinya tersebut.
"Eh, Turunin." teriak Hana saat Haikhal menggendongnya.
Haikhal tidak menjawab teriakan istrinya itu dan membawanya kedalam kamar mandi. Haikhal mendudukkan istrinya diatas washtafel yang ada didalam kamar mandi dan menatapnya.
"K-kenapa ngeliatin aku gitu?." tanya Hana dengan wajah yang memerah sebab yang ia kenakan saat ini adalah baju tidur yang cukup seksi.
__ADS_1