He'S My Husband

He'S My Husband
M-maaf Pak


__ADS_3

"Maaf pak, Maaf sudah menganggu." ucap karyawan tersebut dengan menundukkan kepalanya dan kembali keluar dengan menutup kembali pintu ruangan Hana tadi.


"Pak?." Hana nampak bingung akan panggilan orang tadi dan menatap bingung kerah suaminya tersebut.


Haikhal hanya tersenyum dengan mengangkat kedua bahunya. "Kamu?." Hana masih terlihat bingung akan suaminya tersebut.


Tok... tok... tok


Devan mengetuk pintu ruangan Hana. "Masuk." perintah Haikhal. Devan membuka pintu ruangan tersebut dan masuk kedalamnya dan terlihat Hana tengah menatap Haikhal dengan tatapan bingung.


"Maaf menganggu pak, Pada jam sepuluh nanti anda memiliki jadwal rapat dengan perusahaan Y dan....."


"Iya saya tau." potong Haikhal yang tau dan hafal jadwalnya sendiri. Hana tambah mengerutkan dahi saat mendengar ucapan suaminya tersebut.


"Kalau begitu saya permisi." pamit Devan dan meninggalkan ruangan tersebut.


"Kenapa ngelamun gitu?." Haikhal menyadarkan wanitanya yang melamun menatapnya tersebut.


"M-maaf pak." Hana menundukkan kepalanya kembali sopan meskipun sangat kaget akan apa yang terjadi dihadapannya. Suaminya adalah pemilik perusahaan tempatnya bekerja dan dia sama sekali tidak mengetahui hal tersebut.


Haikhal tersenyum menatap istrinya tersebut. "Yaudah kamu sarapan dulu, Abis itu ikut sama aku pergi rapat." ucap Haikhal dengan senyumnya.


"Kok aku ikut juga?." tanya Hana dengan wajah bingungnya dan dia tidak ingat akan posisinya yang saat ini adalah asisten CEO.


"Gak inget sama posisi kamu?." tanya Haikhal sehingga membuat Hana tersadar.


"Oh iya, Lupa, Baik saya akan ikut dengan anda nanti." jawab Hana yang kembali menundukkan kepalanya. Haikhal mengusap kepala wanita itu dengan tersenyum lebar dan melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan tersebut namun Hana memanggilnya.


"Semua sarapannya buat saya? Anda pasti juga belum sarapan kan?." tanya Hana yang sedikit ragu. Haikhal menghentikan langkah kakinya dan berjalan kembali mendekat kepada istrinya.


Haikhal mendudukkan tubuhnya diatas kursi dengan membawakan bekal yang ia bawa tadi. "Sini, Kita makan bareng." ucap Haikhal dengan senyumnya kepada istrinya tersebut.


Hana tidak mendekat dan masih menundukkan kepalanya. "Maaf pak, Saya tidak lapar." jawab Hana tanpa menatapnya. Wanita itu kesal setelah tau CEO perusahaan tersebut adalah suaminya.

__ADS_1


"Saya permisi pak." Hana membalikkan tubuhnya.


"Mau kemana kamu?." suara Haikhal menghentikan langkah kakinya.


"Saya ada kerjaan pak." jawab Hana dengan wajah kesalnya.


"Kamu asisten saya, Duduk disini temenin saya makan." balas Haikhal dengan membawa bawa pekerjaan.


"Tapi pak......"


"Saya atasan kamu." potong Haikhal dengan wajah datarnya.Hana menatap kepadanya dan sangat terlihat wajah kesal dan datar suaminya yang beralih sebagai atasannya tersebut sehingga membuat dirinya menuju kedekat atasannya tersebut dan duduk dikursi yang berbeda.


"Siapa yang suruh kamu duduk disana, Duduk disini." ucap Haikhal dengan menggeserkan sedikit tubuhnya agar istrinya duduk disampingnya.


Hana membuang nafas kesal dan berpindah tempat duduk disamping atasannya. "Makan." perintah Haikhal debgan tegasnya.


Hana mengambil makanan tersebut dan memakannya dengan sangat perlahan. Hatinya cukup sakit saat tidak diberitahu tentang identitas oleh suaminya secara langsung. Haikhal menatap wanita disampingnya, Haikhal yang memiliki niat untuk mengerjai istrinya malah berbelas kasihan saat melihat ekspresi wajah istrinya yang terlihat kecewa itu.


"Aku minta maaf karna gak ngasih tau kamu tentang semua ini." Haikhal kembali memelas agar raut wajah wanita itu berubah.


Hana tidak menjawab nya dan menalingkan wajahnya dengan segera. "Maaf pak, Saya sudah kenyang, Saya izin ketoilet." pamit Hana dengan ekspresi wajah yang sama dan meninggalkan Hana..


"Sayang." Haikhal menyusul istrinya tersebut namun dia ingat akan saat ini dirinya tengah dikantor dan Hana malah pergi ke toilet umum.


Hana masuk ke toilet dn masuk ke dalam wc, Dia mengunci wc tersebut dan menyalakan air. "Hah" Hana membuang nafas panjang dan memejamkan matanya.


"Sakit banget dibuat kayak gini sama suami sendiri." guman Hana dengan memegang dadanya.


"Dia gak jujur sama gue." Hana menatap kedinding dinding wc dengan tatapan kosong namun pikiran yang masih tertuju kekecewaan pada suaminya.


"Pak." Haikhal yang menunggu istrinya keluar dari toilet dikagetkan oleh Devan yang memanggilnya.


"Kenapa?." tanya Haikhal dengan wajah datarnya.

__ADS_1


"Sekarang kita harus pergi ke cafe G untuk menghadiri rapat dan per........"


"Panggil Hana dan ajak dia." potong Haikhal dengan meninggalkan toilet.


"Hana lagi, Hana lagi." Devan sangat kesal akan Haikhal yang selalu saja teringat kepada Hana.


"Halo." Devan menghubungi Hana. Hana langsung mematikan keran dan mengangkat telpon dari Devan.


"Halo, Iya pak." jawab Hana.


"Cepat kebawah, Kamu harus ikut sama pak Haikhal buat ngehadirin rapat sama perusahaan Y." perintah Devan yang langsung mematikan telpon dan menyusul Haikhal.


"Cih." Hana yang kesal segera beranjak dari sana dan meninggalkan tempat itu. Dia merapikan pakaiannga yang tidak berantakan dan segera mengambil tasnya dan berlari menuju lift.


"Tunggu." teriak Hana saat lift hendak tertutup, Namun Haikhal yang ada didalamnya dan hapal akan suara istrinya dengan segera menghentikan lift yang hendak terbuka.


Hana menghentikan langkah kakinya dan terlihat ada Haikhal dan Devan didalamnya. Hana terdiam dan mengurungkan niatnya untuk masuk. "Maaf pak." Hana sedikit menundukkan kepalanya dan beralih ke lift sebelahnya.


"Jika terlambat satu detik saja akan mendaptkan hukuman." ucap Haikhal dengan tegasnya. Hana hanya diam dan melihat lift yang masih berada dilantai 1.


"Tidak ingin masuk." tanya Haikhal dengan wajah datarnya. Hana memejamkan matanya kesal dan langsung masuk kedalam lift dengan kepala yang menunduk terus terusan.


Haikhal terus saja memperhatikan istrinya yang sama sekali tidak memperlihatkan wajah kepadanya itu dengan Devan yang hanya diam dan terus mengumpat kesal saat melihat Haikhal yang tanpa masih sangat mencintai Hana.


Ting


Lift terbuka. Hana langsung keluar dan keluar dari kantor dengan berlari. Dia mencari taxi namun dia tidak menemukannya, Sehingga Haikhal dan Devan berada didekatnya dengan mobil yang juga mendekat. "Masuk." ucap Haikhal dengan membukakan pintu mobil untuk istrinya.


"Saya?." tanya Hana dengan wajah bingungnya dan menatap Devan,Devan sama sekali tidak memperdulikannya ataupun mengeluarkan suaranta untuk Hana.


"Iya kamu, Kamu asisten saya." jawab Haikhal dengan wajah datarnya. Hana mencoba professional dan masuk kedalamnya dan begitupun dengan Haikhal yang ikut masuk dan duduk disampingnya sedangkan Devan dia duduk disamping sopir.


"Siapa cewek ini? Masa iya pak Haikhal ngebuka pintu mobil buat dia?." guman sopir dengan wajah bingungnya. Sopir tidak terlalu memperdulikannya dan melajukan mobil dengan jecepatan sedang menuju tempat rapat lara bosnya.

__ADS_1


__ADS_2