He'S My Husband

He'S My Husband
Jangan nangis


__ADS_3

"Tapi kamu nyembunyiinnya lebih kayak gak percaya sama aku, Nganggep aku..........Hikssssss" Hana langsung menangis sebelum menyelesaikan ucapannya.


Haikhal yang tidak rela wanitanya menangis langsung meraih tubuh wanita itu dan memeluknya sambil mengusap punggungnya.


"Jangan nangis, Janji gak bakal ngulanginnya lagi." ucap Haikhal dengan mengusap kepala istrinya mencoba membujuknya agar berhenti menangis.


Hana tidak menjawabnya dan terus menangis dipelukan suaminya tersebut. Haikhal terus saja mengusap punggung wanita itu agar berhenti menangis namun bukannya berhenti Hana semakin mempererat pelukan tersebut dan terus saja menangis.


"Perasaan gak separah ini tadi dia marah, Kok tambah kenceng nangisnya." guman Haikhal dengan wajah bingungnya.


"Sayang udah ya nangisnya." ucap Haikhal yang sangat tidak rela istrinya tersebut menangis. Hana masih saja menangis hingga membuat Haikhal menggendongnya dan membawanya keranjang.


Hana duduk diatas pangkuan suaminya tersebut dan menatapnya dengan mata yang bengkak sedangkan Haikhal dia mengusap air mata yang membasahi wajah istrinya tersebut dan setelah itu menatap lekat mata yang baru saja selesai menangis itu. Tatapan tak rela masih terlihat jelas diwajah Haikhal sehingga Haikhal kembali menenggelamkan kepala istrinya dibahunya dan mengusap lembut punggung wanita tersebut.


"Pasti ada luka lain ya." ucap Haikhal dengan wajah yang ikut sedih saat istrinya sedih.


Hana menganggukkan kepalanya, Wanita itu benar benar sudah lama tidak menangis sehingga kekecewaan dirinya terhadap suaminya membuatnya menangis dan mengingat apa yang lebih dari itu yang sudah terjadi dihidupnya. Haikhal terkejut saat istrinya mengangguk namun dia tidak ingin istrinya bercerita sekarang sebab pasti akan kembali menangis.


"Nanti kalo udah tenang atau mau nangis lagi langsung sama aku ya." ucap Haikhal dengan memegang wajah istrinya yang sembab itu.


Hana tidak menjawabnya wajahnya cemberut. "Gak bakal ada yang nyakitin kamu lagi, Aku bakal jagain kamu." ucap Haikhal dengan senyumnya dan mencium pucuk kepala istrinya dan Hana kembali memeluk suaminya tersebut dengan dagu yang berada dibahu suaminya.


"Gue gak inget kapan terakhir kali gue nangis dan gue juga gak inget kapan terakhir kali dapat sandaran kayak gini, Meskipun gue nikah sama dia gak ada rasa cinta, Setiap gue deket sama dia senyaman ini dan mau ngeluarin apa yang gue pendem selama ini, Gak tau karna apa dia nikahin gue, Intinya gue nyaman banget sama dia." guman Hana dengan mata yang perlahan mulai memejam akibat sudah satu jam lebih menangis.


"Gak tau karna apa kamu nangis, Entah itu emang karna kecewa sama aku yang gak ngasih tau yang sebenernya atau karna yang lain, Intinya aku minta maaf, Maaf karna udah nyembunyiin semuanya dari kamu, Maaf karna kelamaan nemuin kamu." bisik Haikhal dengan memeluk erat tubuh wanita tersebut.


Tidak ada jawaban dari Hana sehingga membuat Haikhal perlahan mencoba menatapnya dan terlihat wanita itu sudah tertidur dibahunya. "Seenggaknya tidur bikin kamu tenang." guman Haikhal dengan perlahan memindahkan tubuh istrinya meletakkannya diatas ranjang dan setelah itu mengambil ponselnya.

__ADS_1


"Tunda semua jadwal hari ini, Saya sama Hana tidak akan ke kantor." ucap Haikhal saat telpon sudah terhubung dengan Devan dan mematikan telpon tersebut.


Haikhal menatap istrinya kembali dan terlihat wajah wanita itu sangat sembab namun dia tidak mendekat melainkan menjauh dari istrinya.


"Bagaimana?." tanya Haikhal kepada pengawal yang sudah menangkap penguntit kemarin.


"Yang mengikuti anda dan nona kemarin adalah suruhan Eyang anda tuan, Dia mengatakan Eyang menyuruhnya mencari tau siapa wanita yang anda nikahi dan mencari tau alamat tempat tinggal anda." jelas pengawal dengan sopannya dari sebrang telpon.


Haikhal belum menjawab penjelasan tersebut. "Kemarin kami juga menemukan orang suruhan Shindi untuk mencari tau tentang nona juga tuan, Namun suruhan Shindi lebih parah lagi."


"Kenapa?." tanya Haikhal saat mendengarkan hal tersebut.


"Orang suruhan Shindi mengatakan Shindi meminta agar menangkap nona dan membawanya kehadapannya, Namun tidak dikatakan oleh Shindi untuk apa dia meminta orang suruhannya membawa nona kehadapannya." jawab pengawal.


Haikhal nampak kesal saat mendengar penjelasan tersebut. "Oh iya, Gue lupa kalo Shindi suka sama Haikhal dari lama." guman Devan yang bisa mendengar ucapan pengawal sebab pengawal berada dikantor.


"Baik tuan." jawab pengawal dan Haikhalpun langsung mematikan telponnya dan kembali kedalam apartemen.


Haikhal menutup pintu perlahan dan mengecek istrinya, Wanita itu nampak masih tertidur nyenyak dan membuatnya tersenyum dan berpindah kedapur untuk membereskan dapur.


"Kakak." teriak Zahra yang melihat kakaknya berputar balik. Devan membalikkan tubuhnya dan terlihat yang memanggilnya adalah adiknya. Tubuhnya berbalik.


"Ngapain kamu kesini?." tanya Devan. Zahra belum menjawabnya dan berjalan mendekat kearahnya.


"Yeeee, Adiknya mau kesini juga gak boleh." ucap Zahra dengan wajah kesalnya saat mendapatkan jawaban seperti itu dari kakak lelakinya.


"Bukan kayak gitu, Itu kamu bawa apa?." tanya Devan.

__ADS_1


"Makan siang buat kakak." jawab Zahra dengan senyumnya.


"Ngapain susah susah bawain makan siang buat kakak, Mending kamu istirahat dirumah, Jagain Clay gak usah repot repot kesini." balas Devan.


"Clay kan sekolah kak, Kok makin gede makin pelupa sih." ketus Zahra dengan wajah kesalnya.


"Oiya ya." Devan keluar dari lift dan menuju keruangannya bersama dengan Zahra.


"Duduk." ucap Devan mempersilahkan adiknya untuk duduk.


"Kak, Aku kan baru pulang dari amerika dan gak sempet dateng ke nikahan kak Haikhal, Gimana kalo aku kerumah dia aja? Dia nikah sama kak Shindi kan?." tanya Zahra yang sedikit mengenal Shindi.


"Bukan, Kamu kok kenal Shindi sih." tanya Devan dengan wajah bingungnya.


"Loh kakak gak inget apa kalo aku deket sama Eyang dan Eyang kekeh nyuruh kak Haikhal nikah sama kak Shindi, Kak Haikhal kan nurut terus tu sama Eyang, Otomatis dia nikahnya sama kak Shindi, Tapi kalo bukan sama Kak Shindi dia nikah sama siapa dong?." jelas Zahra singkat.


"Dikasih tau pun kamu gak bakal tau." jawab Devan dengan raut wajah tidak suka.


"Kenapa wajah kakak berubah, Apa jangan jangan orang yang dinikahin kak Haikhal gebetan kakak ya." ejek Zahra.


"Dih, Seenak jidat ngomong, Enggak lah." balas Devan dengan wajah kesalnya.


"Nah jadi kak Haikhal nikahnya sama siapa?." tanya Zahra dengan wajah bingungnya.


"Tapi bagus juga sih kak Haikhal gak nikah sama kak Shindi." Devan langsung menoleh ke arah adiknya tersebut.


"Kenapa kamu sampe ngomong gitu?." tanya Devan dengan wajah bingungnya.

__ADS_1


"Cih, Haikhal bener bener ngejaga dengan ketat wanita ****** itu." umpat Shindi dengan kesalnya sebab masih belum menemukan informasi terkait istri Haikhal.


__ADS_2