
Hana hanya diam dan memeluk erat suaminya tersebut begitupun dengan Haikhal yang juga memeluk erat dirinya.
"Okee, Mari kita mulai." Devan mengambil barang barang yang dibutuhkan dan meninggalkan apartemennya.
Devan menarik nafas panjang dan memasuki mobilnya tersebut, Dia menuju ke universitas tempatnya berkuliah dahulu. "Emang seharusnya mulai dari sini kan? Mulai dari liat cctv kemana arah Hana pergi, Abis itu nanya sama rektor kemana Hana dan apa alasan Hana gak ikut wisuda waktu itu." ucap Devan yang sedikit ragu memulai dari mana.
"Iya emang dari sini." Devan langsung turun dari mobilnya tersebut.
"Sayang." panggil Haikhal akan istrinya yang tengah membenahkan barang barang mereka dengan dia yang juga ikut membantu.
"Em." Saut Hana.
"Kita pulang langsung ke apartemen, Ke rumah atau ke rumah sakit?." tanya Haikhal dengan memasukkan barang yang ada ditangannya ke dalam koper.
"Ke rumah sakit dulu aja gimana? Nanti abis dari rumah sakit kita langsung pulang ke apartemen." usul Hana.
"Boleh, Tapi gimana nanti kalo kamu kecapean?" tanya Haikhal dengan wajah yang ingin menolak usulan istrinya.
"Enggak, Gak bakal kecapean kok." jawab Hana dengan senyumnya.
Ting....
Ponsel Haikhal berbunyi membuatnya mengambil ponselnya dan terlihat itu adalah pesan dari ibunya.
"Nanti kalo udah sampe langsung pulang aja, Gak usah ke rumah sakit dulu, Kalian istirahat dulu abis itu baru boleh lanjut aktivitas." isi pesan dari mama Herlin kepada Haikhal.
"Pesan dari siapa?." tanya Hana saat suaminya tengah fokus menatap ponsel.
"Nih." Haikhal memberikan ponselnya kepada istrinya dan Hana langsung membaca pesan tersebut.
"Mama gak boleh kita ke sana." ucap Haikhal saat istrinya hanya diam.
"Gapapa gak usah bilang sama dia kalo kita mau kesana dulu." balas Hana dengan meletakkan ponsel suaminya disampingnya.
"Tapi mama udah ngelarang loh sayang, Gimana kalo abis istirahat aja kita kerumah sakit nya?." Haikhal mencoba membujuk wanita itu.
__ADS_1
"Jangan." balas Hana dengan wajah malasnya sebab suaminya tidak ingin kerumah sakit.
"Sayang, Mama juga gapapa kalo kita istirahat dulu baru ke sana." ucap Haikhal. Dengan wajah malasnya Hana langsung mengangkat koper yang ia tata dan langsung keluar dari kamar.
"Sayang tunggu." teriak Haikhal dan langsung menyusul wanita itu dengan ponselnya yang sudah dibawa oleh istrinya terlebih dahulu.
Haikhal ikut keluar dan pelayan langsung mengambil barang barang mereka. "Gak usah marah gitu, Ini pasti juga kemauan mama kamu, Mereka tau kalo kita abis liburan pasti capek makanya bilang kayak gitu." ucap Haikhal.
Hana tidak menjawabnya dan langsung masuk kedalam mobil dan langsung di susul oleh Haikhal. "Sayang." Haikhal meraih tangan istrinya tersebut.
"Yaudah deh, Pulang ke apartemen aja." balas Hana dengan wajah kesalnya saat suaminya terus membujuknya agar memilih istirahat terlebih dahulu..
Haikhal langsung tersenyum lebar mendengar jawaban istrinya itu. "Yaudah kita pulang ke apartemen ya." Haikhal meraih tubuh istrinya dan menyandarkan kepala istrinya di dadanya.
Hana tidak menjawabnya dan menatap ke depan. Mobil mulai melaju dengan kecepatan sedang. "Kenapa sih Hana sampe gak inget apapun." guman Haikhal yang pikirannya kembali kepada istrinya yang melupakan hal lalu.
"Seinget aku dia orang nya gak pelupa, Dia selalu inget hal hal kecil, Masak iya kejadian lalu dia bener bener gak inget sama sekali, Kan mustahil." guman Haikhal yang semakin bingung.
"Mikirin apa?." tanya Hana dengan wajah bingungnya.
"Em." Haikhal menatap kepadanya.
"Apa mungkin dia menghilang dulu karna kecelakaan dan lupa ingetan? Makanya dia lupa semuanya." guman Haikhal kembali.
"Tapi gak mungkin, Hana orang nya bener bener hati hati, Gak mungkin dia sampe kecelakaan."
"Em, Atau dia pernah kejedot ya kepalanya atau kelempar sesuatu ke kepalanya sampe dia hilang ingatan?."
"Ah gak mungkin kejedot nya sampe separah itu." Pikiran Haikhal bergulat sendiri di atas, Memikirkan apa sebab istrinya melupakan seluruh hal lalu.
"Haaaaah, Capek bangettt liburannyaa." Ara merenggangkan otot otot tubuhnya saat sampai di apartemennya.
"Mari kita istirahat." Ara melemparkan tubuhnya keatas ranjang dan menikmati ranjang empuknya tersebut.
"Eh iya, Gue mau ke tempat kejadian." ucap Ara yang ingat akan hal itu.
__ADS_1
"Tapi nanti aja deh, Tunggu istirahat bentar baru kesana." Ara memejamkan perlahan mata lelahnya tersebut hingga akhirnya dia langsung berdiri dan mencari laptopnya.
"Gak bisa." Ara yang memiliki urusan dan terus memikirkannya mengurungkan niat untuk istirahat dan membuka laptopnya. Dia mencoba mencari mobil yang menabrak Hana di masalalu di internet.
"Aiiissss gue beneran lupa platnya." Ara mencoba mengingat berapa plat mobil yang menabrak Hana.
"Ah iya xx, Cuma itu ujungnya aja angkanya gue gak inget anjing." ketusnya yang sedikit prustasi namun dia terus mencoba mencari kecelakaan enam tahun lalu, Mungkin ada di internet atau semacamnya.
Sudah setengah perjalanan yang mereka tempuhi dan hal tersebut membuat Hana yang bersandar di tempat ternyaman merasakan kantuk. "Sayang aku laper." ucap Hana spontan dengan mata mengantuknya. Meskipun mengantuk dia masih ingat jika perutnya kelaparan.
"Hem?." Haikhal cukup kaget mendengarkan panggilan sayang dari istrinya.
"Aku laper." rengek Hana dengan wajah mengantuknya.
"Ah, Pak cari tempat makan dulu pak, Istri saya kelaparan." perintah Haikhal yang langsung sadar dari panggilan menggemaskan itu.
"Aku maunya makanan dibungkus, Gak mau makan di tempat, Nanti makin lama sampe nya." ucap Hana saat melihat restoran di depan.
"Drive true aja pak." pinta Haikhal kembali.
"Baik tuan." jawab sopir dan mengikuti ucapan Hana.
"Mau makan apa sayang?." tanya Haikhal.
"Pesen aja sama kayak kamu." jawab Hana yang tambah mengeratkan pelukannya.
"Pesan semua menunya." ucap Haikhal.
"Baik, Akan segera disiapkan." jawab pelayan dengan sopannya.
Hana membuang nafas panjang mencoba untuk menghilangan ngantuknya. Haikhal sadar akan hal tersebut dan mengusap kepala wanita itu hingga hal tersebut menambah kantuknya Hana sehingga Hana perlahan memejamkan matanya.
Dan akhirnya Hana tertidur di pelukan suaminya tersebut sedangkan Haikhal dia melihat sopir yang mengurusi makanan pesanan nya tadi. "Ini tuan." ucap sopir dengan memberikan makanan kepada Haikhal.
"Sayang ini ma....." terdengar dengusan panjang dari Hana sehingga membuat Haikhal menatap wajah wanita itu dan ternyata istrinya sudah tertidur.
__ADS_1
"Letakkan di depan aja pak." ucap Haikhal saat sopir hendak mengopor makanan ke belakang semua nya.
"Ternyata udah tidur, Kirain gak bisa tidur gegara kelaperan." ucap Haikhal dengan senyum gemasnya dan memberikan kecupan di kepala istrinya.