Hijrah di Jalan Allah

Hijrah di Jalan Allah
Pulang dari panti


__ADS_3

"Bu Ridho pamit pulang dulu. Kapan-kapan Ridho akan ke sini lagi," pamit Ridho yang langsung mencium punggung tangan bu Minah.


"Ya sudah hati-hati," sahut bu Minah.


Lalu Rahma juga ikut pamit dan mencium punggung wanita paruh baya itu.


Wanita paruh baya pengurus panti asuhan itu sudah Ridho anggap seperti orang tua sendiri. Wanita itu sangat menyayangi Ridho. Dari kecil Ridho sering ke sana bersama Rina mamanya.


"Abang mau pulang?" tanya Jio dengan raut wajah lesu.


"Iya abang mau pulang. Nanti abang ke sini lagi," jawab Ridho sambil mengusap kepala balita itu.


"Beneran ya, Bang. Abang ke sini lagi."


"Iya Jio. Abang pulang dulu ya, Jio jangan nakal," ujar Ridho menatap balita itu.


"Nggak kok, Bang. Jio nggak pernah nakal," sahutnya.


"Abang Haris yang nakal," sambung balita itu.


"Apaan sih Jio ngataian abang nakal." Haris memarahi balita itu hingga balita itu menangis.


"Udah jangan nangis," ucap Rahma menenangkan balita itu. Ia mencubit pelan pipi balita yang bernama Jio itu. Menghapus air matanya dan tersenyum padanya.


Seketika balita itu berhenti menangis, menatap Rahma dan berkata, " Jio nggak nangis kok, Kak. Jio bukan anak cengeng," ucapnya meyakinkan.


"Yaudah Kak Rahma pulang dulu ya."


Balita itu menganggukan kepalanya. Ridho dan Rahma pergi keluar menuju mobil di halaman panti. Mereka masuk ke dalam mobil itu dan bersiap untuk pulang.


Jam 19.00 Ridho memberhentikankan mobilnya disebuah rumah kecil yang sederhana. Rumah kecil itu adalah kediaman Rahma dan keluarganya.


Rahma turun dari mobil itu lalu masuk ke dalam rumahnya. Dan mobil mewah milik Ridho juga melaju meninggalkan kediaman gadis itu. Ia juga pulang ke rumahnya.


"Assalamu'alaikum," ucapan salam terdengar keluar dari mulut Ridho saat masuk ke dalam rumah.


Tak ada yang menyaut mungkin tak ada yang mendengar. Pemuda yang masih memakai seragam sekolah itu melangkahkan kakinya menuju tangga dan masuk ke dalam kamarnya. Meletakan tas sekolahnya di atas meja belajar lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Lalu setelah itu melaksanakan sholat isya.


Setelah sholat pemuda yang memakai baju kaos putih dan celana pendek selutut itu meraih ponselnya yang tergeletak di nakas. Ia duduk di tepi tempat tidur. Membuka layar ponselnya itu, terlihat ada notifikasi pesan di sana disebuah grup Geng Rasta.


Dino Ketua lo kenapa nggak ke basecame tadi? #Ridho


Indra Ridho tadi emak gue nanyain lo. Kapan lo ke sini lagi katanya? #Ridho


Ridho Gue tadi ke panti asuhan dengan Rahma. #Dino


Ridho Tumben emak lo nanyain gue. #Indra


Dino Ngapain lo ke panti asuhan, mau adopsi anak? #Ridho

__ADS_1


Indra Nggak tau juga tiba-tiba aja emak gue nanyain lo. Biasanya denger nama lo aja dia males. #Ridho


Ridho Gila lo Din ngapain juga gue mengadopsi anak. Repot kali ngurusnya. #Dino


Ridho Hahaha berarti emak lo udah mulai sayang sama gue Ndra. Siap-siap aja lo gue diangkat jadi anak emak lo. Terus lo di tendang dari rumah. #Indra


Dino Ya kali aja begitu. Gue kan cuma nebak. #Ridho


Indra Sialan lo. Udah mikir nyingkirin gue lo dari rumah gue sendiri. #Ridho


Fiko Hei udah rame aja nih anak ayam berceloteh.


Ridho Gue ke panti cuma kenalin Rahma doang dengan anak-anak panti di sana. #Dino


Ridho Siapa juga yang nyikirin lo. Gue cuma ngingatin doang, gue kan lebih ganteng dari lo. Siapa sih yang nggak mau punya anak kayak gue. #Indra


Dino Eh setan ngapain lo tiba-tiba muncul. Ngatain orang anak ayam lagi, ini sudah penghinaan namanya. #Fiko


Indra Eh Fik lo ngatain orang anak ayam. Lo sendiri induknya, bertelur lo sana. #Fiko


Ridho Udah punya nyali lo ya ngatain orang. Awas lo besok gue cincang tuh pala lo. #Fiko


Fiko Penghinaan dari mana? Kebiasaan lo lebay lo tiba-tiba muncul. #Dino


Fiko Gue bukan induk ayam kali, gue manusia paling narsis di dunia ini. #Indra


Tito Widih ... ada perang dunia ke delapan nih.


Dino Nih orang ngapain juga muncul. #Tito


Indra Bukan perang dunia ke delapan tapi perang dunia ke seratus. #Tito


Fiko Masih hidup lo To. Gue fikir lo udah mati. #Tito


Ridho Akhirnya teman kesayangan gue datang juga. Salam hangat dari ketua yang paling ganteng buat lo. #Tito


Tito Terserah lo deh. #Indra


Tito Lo nyumpahin gue mati. Teganya ... #Fiko


Tito Hahaha gue terima salam dari lo. #Ridho


Fiko Nggak kok Bro. Mana mungkin gue nyumpahin lo. Gue cuma berdoa aja. #Tito


Dino Tito sialan. Chatan gue lo anggurin nggak lo balas. #Tito


Tito Lo doain gue mati. Liat aja lo kalo gue mati lo orang pertama yang gue hantui. #Fiko


Tito Eh maap beb nggak liat tadi. #Dino

__ADS_1


Fiko Emangnya gue anak kecil yang bisa lo takut-takutin. Gue nggak takut kali sama hantu. #Tito


Indra Cie ... Dino dan Tito udah jadian nih yah.


Dino Apaan sih lo Ndra. Gue masih normal kali mana mungkin gue jadian sama Tito. Gue kan cowok. #Indra


Fiko Gue rasa lo bukan cowok deh Din. Lo itu cewek jadi-jadian. Hahaha. #Dino


Indra Hahaha gue setuju sama omongan lo Fik. #Fiko


Tito Gue juga ikutan ketawa lah. Hahahahahahahahahahaha.


Dino Dasar temen laknat lo ya ngatain gue cewek jadi-jadian. Gue kutuk lo jadi kuntilanak. #Fiko


Dino Jangan ketawa aja lo. Ini semua gara-gara lo tau nggak. Pergi lo dari hadapan gue. #Tito


Indra Kuntilanak kebagusan gimana kalo genderuwo aja. #Dino


Fiko Lo kok malah ikut-ikutan si Dino sih. #Indra


Ridho Berisik lo pada. Gue nggak bisa tidur hp gue bunyi-bunyi mulu dari tadi.


Tito Yah ... ketua marah.


Ridho Diam nggak lo. #Tito


Tito Iya iya gue diam. #Ridho


Ridho Diam! #Tito


Tito Udah diam gue. #Ridho


Ridho Yaudah lo tidur sekarang jangan lupa baca doa. #Tito


Pagi hari yang cerah Ridho berangkat ke sekolah menggunakan mobil kesayangannya. Hari ini ia berangkat bareng dengan gadis alim bernama Rahma. Mobil pemuda itu melaju di jalanan kota.


"Gimana kemaren lo suka nggak gue ajak ke panti?" tanya Ridho pada Rahma saat sedang di perjalanan menuju sekolah.


"Alhamdulillah suka. Kamu sering ke panti itu ya?"


"Dulu sih sering saat mama gue masih hidup. Tapi semenjak mama gue meninggal agak jarang juga sih."


Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di sekolah. Ridho memarkirkan mobilnya di parkiran lalu keluar dari mobil itu berserta Rahma.


Saat mereka keluar dari mobil ada sosok sepasang mata yang melihat mereka berjalan berdua. Sosok itu memotret gambar mereka dari kejauhan.


* * *


Jangan lupa like, komen, vote, and rate ya guys ...

__ADS_1


__ADS_2