
"Enak banget ya?" Ridho menatap istrinya saat memakan ketoprak yang baru saja ia beli. Takjub melihat kecepatan dan porsi makan wanita itu. Bagaimana tidak? Ini sudah piring ke empat ia tandaskan.
Apakah semua wanita hamil seperti ini?
Rahma memberi anggukan pelan. Satu sendok lagi dan habis. Wanita itu meraih gelas berisi air putih lalu meneguknya.
Ridho menghapus keringat di dahi istrinya dengan tisu. "Mau tambah lagi?"
"Enggak! Udah kenyang kok!"
"Besok-besok aku belajar bikin ketoprak deh! Kayanya kamu doyan banget sama ketoprak!"
"Sekalian aja Abang jualan ketoprak!" balas Rahma sambil mengusap perut yang kekenyangan. Seharusnya tadi ia tidak makan sebanyak itu.
"Saingan dong sama Mang Asep?" Ridho terkekeh. Lalu seakan ingat sesuatu ia menambahi. "Oh iya sekarang aku pengangguran! Kenapa gak jualan ketoprak aja ya?"
***
"Ada masalah?" Indra bertanya setelah duduk di sisi Ridho. Seperti biasa mereka sekarang berada di sebuah kafe yang lumayan terkenal.
"Gue perlu bantuan lo sekarang, Ndra!" Ridho menatap pria manis itu tak enak, lalu dengan ragu-ragu ia melanjutkan. "Gue baru aja risegn dari kerjaan-
"Oke! Gimana lo kerja di kantor gue aja?" Dengan bersemangat Indra memotong ucapannya. Pria muda itu tersenyum sembringah membayangkan mereka bersama lagi seperti dulu.
__ADS_1
"Gue mau pinjam uang buat modal usaha! Bukan minta tolong cari kerjaan! Itu kalo lo gak keberatan!"
***
Senja sudah hilang di sapu malam. Magrib sudah berlalu. Jalan ibukota tetap padat seperti biasanya. Ridho menyalakan motor matic-nya setelah keluar dari Masjid. Bersiap menuju pulang.
Uang sudah ia dapatkan. Indra sama sekali tidak keberatan meminjamkannya uang yang tidak sedikit. Langkah selanjutnya ia akan mencari ruko yang dijual atau disewa.
***
"Kenapa?" Ridho bertanya dengan alis tertaut saat melihat raut tak biasa dari istrinya.
"Laperr," keluh wanita yang duduk di sofa itu.
"Aku mau makan lontong sayur," rengek wanita itu.
Ridho menggaruk pelipisnya mendengar permitaan istrinya itu. Emang ada yang jualan lontong sayur malam-malam?
"Kalo gak ada yang lain aja ya Sayang." Setelah memberi kecupan singkat di kepala istrinya. Ia menyambar jaket yang tergelak di sofa lalu pergi setelah mengucap salam.
***
Pertama-pertama Ridho menuju gang dekat rumah Dino. Seingatnya ada ibu-ibu yang jualan lontong sayur di sana. Dari sini ke sana memakan waktu 45 menit berkendara. Pria itu berdoa semoga apa dicarinya ada di sana.
__ADS_1
"Maaf, Mas. Saya jualan lontongnya pagi sampe siang doang," ujar seorang wanita setengah baya pada pria muda di sisinya.
Ridho menghela napas mendengarnya. "Gak apa, Bu. Saya cari di tempat lain aja! Maaf ya Bu mengganggu waktunya!"
Pencarian pertama gagal. Kali ini berlanjut ke pencarian kedua, di dekat Sekolah Dasar tak jauh dari sini. Ia kembali menyalakan motornya lagi.
"Kalo malem gak ada yang jualan, Kang!" Seorang Satpam memberi tahu. Ridho mengangguk sopan setelah mengucap terimakasih. Dan pencarian kedua juga gagal. Itu artinya ia harus melanjutkan pencarian ketiga. Di ...
Motor berhenti di sebuah rumah sederhana. Ridho turun setelah melepas helm. Kaki panjangnya melangkah menuju pintu.
"Assalamu'alaikum," ucapnya sambil mengetok pintu.
"Wa'alaikumussalam!" Terdengar sahutan dari dalam sebelum beberapa saat pintu terbuka. Wanita berumur setengah abad itu memicingkan mata melihat pria di depannya. "Kamu? Mau apa kamu ke sini?" tanyanya ketus. Anak tidak sopan ini tidak perlu bersikap ramah terhadapnya.
"Saya mau beli lontong sayur! Masih ada gak, Bu?"
"Gak ada! Kalo pun ada gak bakal saya jual buat anak kurang ajar seperti kamu!" Ia masih ingat jelas anak muda ini menabraknya beberapa tahun lalu tanpa bertanggung jawab. Membiarkan begitu saja ia terkapar di jalanan.
"Soal waktu itu saya minta maaf, Bu!" Ridho tampak menyesal. Kelakuannya sebelum berhijrah memang sangat parah.
"Gak semudah itu saya beri maaf!" Pintu tertutup rapat di depan hidung Ridho. Hampir saja hidung mancungnya tertabrak pintu.
Wanita setengah abad itu sepertinya benar-benar marah padanya. Ridho tak menyalahkannya. Memang seharusnya seperti itu.
__ADS_1