
Tibalah hari penerimaan raport & Allah mengabulkan do'a kami, yaitu Adam menjadi peringkat 1. Berhasil, hanya dalam waktu sebulan. Aku tulus mencintainya & tetap mendo'akannya. Walaupun ia tak membalas. Aku peringkat 2, Meli peringkat 3. Ketika kelas sepi & semua pulang, aku beranjak keluar kelas.. Meninggalkan Adam sendirian.
Tiba-tiba.....
.
"Maukah kaaau tuk menjadi pilihaaanku. Menjadi yang teraakhir dalam hidupku. Maukah kaau tuk menjadi yang peertaama di saat pagi haari kumembuka mata."
Adam baru saja bernyanyi & membuat langkahku terhenti. Suaranya merdu menghangatkan telinga. Adam, seorang pria dengan seribu kelebihan.
.
Tapi, kufikir dia hanya bernyanyi. Aku tak boleh GR, kulanjutkan langkahku. Sampai di pintu kelas, aku dikejutkan oleh semua siswa satu sekolah, kelas XI & XII, seluruh jurusan, yang menghalangiku di depan kelas. Mereka kompak menyanyikan lagu yang dinyanyikan Adam tadi.
.
"Maukah kaaau tuk menjadi pilihaaanku. Menjadi yang teraakhir dalam hidupku. Maukah kaau tuk menjadi yang peertaama di saat pagi haari kumembuka mata."
.
Ada apa dengan mereka? Apakah ini semua rencana Adam?
.
"Annisa..." panggil Adam yang kini telah berdiri di sampingku. Aku menghadapkan badanku ke samping, menghadap Adam. Adam memegang kedua tanganku & menatap mataku dalam-dalam. Aku gugup. Mataku menatapnya.
.
"Aku mencintaimu. Aku sangat menyayangimu. Maafkan aku yang sengaja menyuekimu selama ini untuk mengejutkanmu. Kuharap, ini bisa menjadi romantic surprise untukmu. Kau tahu? Aku menyukaimu sejak kelas 1 SMA. Tapi, baru kali ini aku bisa mengungkapkannya. Dua tahun aku mengumpulkan keberanian. Kau tahu? Saat aku bisa melawan Toni, yg baru saja dikeluarkan dari sekolah itu? Itu karena dukunganmu yg menembus relung jiwaku & menguatkan ragaku. Kekuatan yang belum pernah aku dapatkan sebelumnya. Kau wanita istimewa. Terimakasih telah membangkitkan kehidupanku & merubah seluruhku. Maukah kau menjadi kekasihku?" jelas Adam yg membuatku berbunga-bunga.
Aku sangat bahagia. Kebahagiaan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.
"Aku mau menjadi kekasihmu. Aku juga sangat mencintaimu, tulus dari dalam hatiku," jawabku singkat & berusaha menampakkan senyum terindahku.
Suasana hening & semua diam. Aku & Adam saling memandang dalam diam.
.
"Andai kisah kita seromantis itu, Kak" ucap Mel pada Fadil memecah suasana.
"Emangnya aku gak romantis?" tanya Fadil yang sontak membuat anak-anak menyorakinya.
__ADS_1
Haha! Huuuuu...
.
"Selamat bro! Kamu berhasil!"
"Ini berkat aku mempraktekkan buku "Cara Menyatakan Perasaan pada Pujaan Hati" pada Adam."
"Akulah!"
"Aku!"
"Aku juga ikut andil, mempraktekkan buku "Cara Berjalan Seperti Pangeran."
"Bukuku dong yang ampuh! "Cara Menjadi Cowok Keren."
"Huh! Bim sih nyia-nyiain gadis sebaik Annisa. Aku aja mau deketin dari dulu ga berani. Untung aja dia dapetin Adam. Mereka sangat serasi."
Semua berebut saling bersahutan. Tentang andil mereka pada keberhasilan Adam. Cewek-cewek pun tak mau kalah. Ada yang membuat vlog video di depan kami berdua.
"Hai! Ini Adam & Annisa baru aja jadian. Mereka sangat cocok sekali."
.
"So sweet. Pangeran berhati malaikat bersama Bidadari berhati berlian."
"Aku harus posting ini di WA story."
"Udah ku video, siap posting di ig & fb."
"Si Paman Bim pasti panas liat ini. Otw posting."
"Kalo perlu, kirim ke WA si Bim juga! Haha. Becanda."
"Akhirnyaaa, Annisa mendapat balasan dari setiap perjuangannya pada Adam. Selamat Nis, semoga langgeng sampai nikah."
"Do'a orang baik itu pasti terkabul. Do'akan aku juga dong dapet cowok seperti Adam, Nis."
"Aku ngefans buaanget sama Adam. Tapi, yang pantas dapetin Adam cuma Annisa! Mereka berhati berlian."
"Siap posting di snapgram! Kasih caption, "Kaa-lau ka-li-an nii-kah, a-ku dii-un-dang yaa! Aa-ku sa-ngat se-tu-ju ka-li-an ni-kah."
__ADS_1
.
Sementara itu, mataku masih menatap Adam dalam diam. Begitupun Adam.
Aku berdo'a pelan, "Semoga kita berjodoh. Dan do'a kita diaminkan semesta."
"Aamiin," jawab Adam mengaminkan. Ia tersenyum yang membuatku meleleh.
.
***
Aku berjalan mengekor Adam menuju tempat parkir motornya. Sekolah sudah benar-benar sepi.
"Mengapa kamu tidak mengatakan kalau kamu suka aku dari dulu, Dam?" tanyaku sesampainya di parkiran.
Adam tak jadi menaiki motornya.
"Karena sudah keduluan sama Kak Bim, sayang," jawabnya.
Tiba-tiba, ia membungkuk memegangi pinggang kirinya & meringis kesakitan.
"Ka-kamu kenapa, Dam?" tanyaku panik.
"Akuu gakpapa." Adam kembli berdiri tegak.
"Tunggu-tunggu-tunggu. Sepertinya aku sedah melihatnya berulang kali. Ya! Aku ingat. Setiap Kak Bim ke kelas menjmputku ke kantin, kama juga seperti kesakitan. Jujurlah, sayang," ucapku menatapnya khawatir.
Adam memelukku. Pelukan terhangat yang pertama kali kurasakan. Yang blm pernah kudapat dari Kak Bim. Lalu ia melepas pelukannya & menunjukkan raut kesakitan.
"Aa.. a-ku.."
Adam menghela nafas panjang.
"Aku punya kanker ginjal, sayang," jawabnya membuaku terperanjat.
"Apaa?"
***
Bersambung.
__ADS_1