Hijrahku Dari Pacaran

Hijrahku Dari Pacaran
part 13


__ADS_3

Hari berganti hari, minggu brganti minggu, bulan berganti bulan. Tak terasa, hubungan kami telah berjalan selama 6 bulan lamanya. Aku bersyukur, sebab tak ada halangan yang berarti. Selain perdebatan antara aku & Adam, yang selalu jadi damai lagi. Dan aku dilepas jabatan dari Ketua Osis, karena berganti dengan periode yang dipegang oleh adik kelas. Membuatku lebih banyak waktu bersama Adam. Saling setia & menyayangi.


.


***


Kubuka mataku lalu menggeliat perlahan. Huah, rupanya aku ketiduran di tempat sholat rumah Bibiku. Masih memakai mukena. Kulirik jam dinding, aku kaget. Hah? Jam setengah tujuh??? Aku langsung terburu-buru menyerbu kamar mandi. Selesai mandi, aku sarapan. Paman & Bibi juga tak ada. Mungkin mereka sudah berangkat ke sekolah. Di meja makan, kutemukan surat yang ditulis oleh Bibi.


.


"Sayang, segera mandi & makan. Jangan lupa bawa bekal yang sudah Bibi siapkan di meja. Tadi, Bibi buru-buru tak sempat bangunin kamu. Bibi sudah pesan ojek online & membayarnya untuk mengantarmu ke sekolah. Adam sudah duluan, takut terlambat. Love you."


.


Aku segera menuju ke depan rumah. Sudah ada ojek online yang menungguku. Aku memakai helm penumpang ojol dan jantungku deg-deg an takut telat. Dalam sejarah, baru kali ini aku bangun kesiangan.


.


Aku langsung berlari ke gerbang begitu sampai di sekolah.


"Maaf mbak, helm nyaaa!" teriak ojek itu.


"E eh. Iya maaf lupa," ucapku malu sambil melepas helm & menyerahkannya.


.


Tapi, ternyata sekolah masih sepi. Aku menengok ke jam dinding dalam kantor satpam. Menunjukkan pukul 06.00 WIB pagi. Aku bingung. Anak-anak juga masih berlalu-lalang, belum pada masuk ke kelas. Kupastikan lagi dengan jam dinding di dalam kelas. Juga pukul 06.00 lebih beberapa menit. Berarti, jam nya Bibi yang salah.


"Hai Sinta!" sapaku pada temanku bernama Sinta.

__ADS_1


"Apa lo? Nyebelin!" teriaknya membuatku heran.


Aneh.


"Hai semua!" sapaku pada teman-teman lain.


"Annisa nyebelin!" teriak mereka kompak, sambil menunjukkan muka marah padaku.


Kenapa teman-temanku jadi aneh, ya?


"Hai, Bram!" sapaku pada Bram.


"Apa lo centil! Nyebelin!" teriak Bram, makin buatku heran.


"Pagi, Bro!" sapaku pada temen-temen cowok yang sedang bergerombol.


"Dasar! Cewek nyebelin!"


"Annisa nyebelin!"


Aku duduk di samping Meli, masih dengan perasaan terheran-heran.


"Mereka semua kenapa, Mel? Ada yang salah denganku?" tanyaku pada Meli.


"Kamu tuh tahu gak sih! Kamu tuh nyebelin tahu! Ya jelas lah kamu salah," jawab Meli.


Kenapa Meli ikut-ikutan gini.


"Dimana salahku? Aku baru aja dateng," jawabku.

__ADS_1


"Pokoknya salah!" teriak Meli.


"Adam mana?" tanyaku.


"Di halaman sekolah! Deket podium," jawab Meli dengan muka merah padam.


Aku meletakkan tas & keluar mencari Adam.


Namun, di pintu aku berhenti. Kulihat Adam sedang bercerita sama cewek-cewek adik kelas. Sangat mesra, tak seperti biasanya. Merangkul dua cewek di sampingnya. Aku berlari menuju bangkuku, lalu menangis sesenggukan. Selama jam pelajaran, aku sengaja mendiamkan Adam. Tapi, dia tidak bertanya sedikitpun denganku. Ada apa dengan dia? Apa dia mulai tega mengkhianatiku setelah perjuangan 6 bulan mempertahankan cinta ini. Aku tak fokus dengan pelajaran. Aku bingung. Kenapa semua teman sekelas membenciku? Kenapa Adam juga ikut menyakiti hatiku?


Saat istirahat, aku sengaja tidak memakan bekal & sholat Dhuha di masjid. Entah, Adam kemana aku sudah tak peduli.


Selama perjalanan menuju masjid, kucoba menyapa para siswa. Tujuanku, bisa menambah teman & ingin curhat. Tapi, mereka selalu seperti teman-teman sekelas tadi. Memanggilku "nyebelin!". Setiap kutanya alasannya, mereka jawab "pokoknya nyebelin!"


Aku jadi heran dengan sikap mereka semua. Anehnya, Adam juga tak ada di masjid.


.


Selesai sholat, aku keluar dari masjid dan berjalan menuju kelas. Tiba-tiba, mataku tertuju pada Adam yang sedang memegang tangan adik kelas yang sekarang menjadi Ketua Osis, dengan mesranya. Namanya Rani. Di samping mereka, terlihat beberapa anak cewek bercanda dengan Adam.


*Deg.


Aku terhenyak. Ada apa dengan Adam? Ada apa dengan teman satu sekolah? Membuat hatiku sakit tak terperi. Tiba-tiba, perutku bagian kiri sakiit sekali. Ulu hatiku sesak. Aku lupa, aku punya maag & tidak boleh telat makan.


Aku memakan bekalku dengan air mata yang mengalir tak berhenti. Kutumpahkan amarahku hari ini pada makananku. Kuhancur-hancurkan nasiku dengan sendok. Aku tidak rela hubunganku dengan Adam kandas begitu saja. Seperti hubunganku dengan Kak Bim. Setelah apa yang kukorbankan selama ini pada Adam. Aku curiga, apakah ini semua ulah Rani si Ketua Osis itu? Apa dia yang menjelek-jelekkanku di depan Adam dan semua teman-temanku? Dia tahu apa tentangku? Aku tak habis fikir dengan apa yang dilakukan Adam. Tidak membalas semua chatku. LINE, WA, dm, inbox, SMS, telfon. Semua tidak aktif. Diam seribu bahasa saat pelajaran, membuatku begitu sakiiit karenanya. Seburuk inikah hariku? Bagaimana hari-hari berikutnya di sekolah?


.


***

__ADS_1


Brsambung.


__ADS_2