
"Happy birthday to youu! Happy birthday to youu! Happy birthday, happy birthday, happy birthday to youuu.. Selamat ulang tahun, Annisa :-). Maaf yaa kejutannya menyakitkan. Akulah dalang yang ada di balik semua ini."
Meli datang menghampiriku yang sedang sesenggukan di kelas. Dia menyanyikan lagu "Happy birthday to you" dan menjelaskan semuanya.
Kuusap air mataku, tersenyum. Lalu, memeluknya.
"Aku baru ingat hari ini ulang tahunku. Kamu jahaat! Tapi terimakasih. Kamu sahabat terbaikku," ucapku padanya.
"Iyaa. Maafkan aku yaa, yang sengaja WA bibimu untuk menyetel jam dinding jadi jam setengah tujuh. Maafkan aku juga yang sudah mengompakkan satu sekolah pura-pura benci kamu. Maafkan aku juga yang menyuruh Adam pura-pura deket sama Rani dan adik-adik kelas lainnya. Sebenarnya, Adam & Rani sangat canggung tadi pas akting panas-panasin kamu," jelas Meli yang membuatku lega.
"Iya gakpapa. Yuk, kita pulang," ajakku mengingat sekolah sudah lengang & sepi.
"Eeeh jangan pulang dulu. Adam & mereka semua sedang menunggumu di aula," kata Meli sembari tersenyum.
"Mereka semua belum pulang?" tanyaku.
"Belum. Ayo," ajak Meli
.
Sesampainya di aula, semua anak duduk di kursi aula. Adam duduk di panggung membawa sebuah gitar, juga ada microphone yang disediakan. Aku diantar Meli sampai kursi paling depan. Aku duduk dengan mata tetap menatap Adam. Samping kanan kiriku dikosongkan. Anak-anak duduk di belakangku. Di depan bangkuku, ada sebuah kue ultah yang besar dan tinggi. Di atasnya ada lilin berbentuk angka 18.
.
__ADS_1
Semua anak antusias menunggu apa yang akan dilakukan oleh Adam.
.
"Lagu ini berjudul SURAT CINTA UNTUK STARLA dari Virgoun. Dinyanyikan oleh Adam Setyawan. Untuk wanita yang paling kusayangi, Annisa Khairunnisa".
.
Riuh tepuk tangan terdengar di aula ini. Suaranya bertambah riuh saat Adam mulai memainkan gitarnya dan menyanyikan lagu itu dari awal.
.
"...
Tentang apa yg membuatku mudah berikan hatiku padamu
Takkan habis sejuta lagu untuk menceritakan cantikmu
Kan teramat panjang puisi tuk menyuratkan cinta ini
.
Telah habis sudah cinta ini tak lagi tersisa untuk dunia, karna tlah kuhabiskan sisa cintaku hanya untukmu
__ADS_1
.
Aku pernah berfikir tentang hdupku tanpa ada dirimu, dapatkah lebih indah dari yang kujalani sampai kini
aku pernah bermimpi tentang indah hari tua bersamamu, tetap cantik rambut panjangmu meskipun nanti tak hitam lagi
.
Bila habis sudah waktu ini tak lagi berpijak pada dunia, telah aku habiskan sisa cintaku hanya untukmu
Dan tlah habis sudah cinta ini tak lagi tersisa untuk dunia, karna tlah kuhabiskan sisa cintaku hanya untukmu...
..."
.
Adam menyanyikan lagu itu sampai akhir, membuatku senyum-senyum sendiri. Adam turun dari panggung diiringi suara riuh tepuk tangan. Dia mengucapkan selamat ulang tahun untukku. Beberapa menit, kami berdua saling diam untuk memanjatkan do'a masing-masing di hari istimewaku ini. Aku meniup lilin dan memotong dua potong kue untuk Adam dan Meli, sebagai simbolis. Lalu, kami semua makan bersama. Hari ini adalah hari peringkat kedua yang tak 'kan pernah aku lupakan, setelah peringkat pertama yakni ketika Adam menembakku.
Adam juga mengajakku kencan nanti malam memakai mobil Om Dewa. Selesai makan-makan, aku mengangkat kado-kado yang buaaanyakk sekali dari teman-temanku ke mobil Om Dewa. Mereka juga mengucapkan selamat ultah, mengucapkan do'a-do'a terbaik untukku dan juga meminta maaf atas sikapnya tadi pagi yang membuatku bingung. Terimakasih Tuhan, aku mempunyai orang-orang yang sangat menyayangiku dan aku tak akan pernah melupakan semua kebaikan mereka. Adam pulang sendiri dengan motornya, katanya mau menyelesaikan kejutan untukku nanti malam. Hm, kejutan apalagi ya? Tentu saja aku tidak boleh ikut karena nanti kalau ketahuan, hihi. Sedangkan khusus untuk Meli, aku memaksanya ikut mobil Om Dewa untuk kuajak jalan-jalan dan belanja gratis, sebagai rasa terimakasihku padanya. Dan ini, membuat Fadil cemberut. Huhu. Aku juga berniat membeli baju tercantik untuk nanti malam. Tentu saja, dengan meminta pertimbangan Meli. Sahabat terbaik yang sudah kuanggap saudara sendiri ini. Alhasil, kami muter-muter di mall dari habis sholat 'Ashar sampai Maghrib tiba, belum dapetin juga. Akupun memutuskan baju, rok dan jilbab yang menurutku cantik. Soalnya, tidak akan ada ketemunya debat aku dan Meli. Haha.
.
***
__ADS_1
Bersambung.