Hijrahku Dari Pacaran

Hijrahku Dari Pacaran
part 54


__ADS_3

Fikiranku masih berputar-putar sampai kepalaku pening, memikirkan novel karangan Kak Sam yang hampir selesai kubaca. Air mataku mengalir deras seiring guyuran air shower di kepalaku. Kunikmati kesedihanku di kamar mandi, di dalam kamarku. Seminggu lebih 3 hari, aku menyelesaikan membaca novel Kak Sam di waktu-waktu senggang. Petuah & ceramah sang tokoh dalam novel, selalu terngiang di telingaku. Aku semakin mantap untuk berhijrah dari pacaran. Walau isi ceramah sang tokoh seringkali menohok hatiku. Tapi, aku sangat bersyukur masih diberi kesempatan bertaubat oleh-Nya. Salah satu ceramah yang selalu kuingat adalah :


.


"Apakah benar antum pacarannya tidak ngapa-ngapain? Taruhlah menurut antum, hanya saling pandang, hanya berpelukan & hanya bergandengan tangan. Semua yang antum anggap itu "hanya", "hanya" dan "hanya". Padahal itu semua berarti, antum melanggar aturan Allah.


Pertama, aturan menundukkan pandangan kepada lawan jenis yang bukan mahram. Allah berfirman dalam surat An-Nuur ayat 30-31 :


"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman,"Hendaklah mereka menahan pandangannya & memelihara ***********; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara ***********, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak darinya..."


Potongan ayat tersebut. menjelaskan tentang perintah menundukkan pandangan kepada kita, umat Islam semuanya. Itu berarti kita dilarang memandang lawan jenis yang bukan mahram. Nah, memandang saja sudah dilarang. Apalagi menyentuh, bercanda, berduaan, disebut..


Kedua, aturan tentang menyentuh lawan jenis yang bukan mahram, Nabi SAW. bersabda, "Ditikam seorang diantara kalian di kepalanya dengan jarum dari besi adalah lebih baik daripada ia menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya". [HR. THABARANI DALAM AL-KABIR JUZ 20, HAL. 212, NO. 486]


Hadits tersebut. menggambarkan betapa beratnya siksa di akhirat nanti, jika sampai menyentuh tangan/kulit lawan jenis yang bukan mahram, yakni lebih pedih daripada jarum dari besi ditusukkan di kepala! Lebih pedih dari itu! Naa'udzubillaahi min dzaalik.


Rasulullah SAW. bersabda,"Ingatlah, tidaklah seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita melainkan yg ketiganya adlh syaithan". [HR. TIRMIDZI JUZ 3, HAL. 15, NO. 2254, IA BERKATA : INI HADITS HASAN SHAHIH GHARIB. DARI 'UMAR BIN KHATHTHAB].


Jama'ah rahiimakumullaah, tahukah antum bahwa jika antum memilih pacaran, sejatinya antum hanyalah mengikuti ajakan syaithan. Ia akan terus menggoda sampai manusia masuk neraka. Dari yang sekedar memandang, chattingan, lalu ingin ketemuan. Setelah ketemuan, sering berduaan. Setelah berduaan, akhirnya gelap-gelapan. Terus seperti itu sampai antum mengikutinya, yaitu melakukan zina, sehingga membuat antum masuk neraka".


.

__ADS_1


.


Aku menangis tersedu-sedu di kamar mandi, mengingat semua ceramah sang tokoh itu. Tiba-tiba, dering handphone-ku yang kuletakkan di meja belajar terdengar keras sekali. Menyadarkanku untuk segera mandi. Aku segera mengusap air mataku & menyelesaikan mandi pagiku. Tak lama kemudian, aku sudah memakai pakaian santaiku. Aku melangkah menuju meja belajarku sambil mengeringkan rambutku dengan handuk. Aku segera mengangkat telepon yang sedari tadi berbunyi tak henti-henti. Ternyata dari Vina.


.


"Assalaamu'alaikum, Vin?" salamku.


"Wa'alaikumussalaam, Nis. To the point aja, apa benar kamu udah putusin Roy?" kata Vera di seberang kota Jogja.


"Iya, memangnya kenapa? Darimana kamu tahu?" tanyaku.


"Vin, Roy itu bukan cowok yang baik! Mulai sekarang kamu jauhin Roy! Jangan chat an lagi sama dia! Dan bilang sama Roy, aku udah gak mau pacaran lagi! Aku mau hijrah, Vin!" ketusku.


"Lhoh, koq tiba-tiba kamu nyuruh aku jauhin Roy, sih? Memangnya Roy salah apa sama kamu sampai kamu begitu membencinya? Apa? Kama mau hijrah? Aduuh jangan mimpi deh, Nis! Paling juga ntar kalo ada cowok yang deketin, kamu terima!" ketus Vina.


"Aku benci Roy bukan tanpa alasan, Vin! Karena Roy udah..." kataku terhenti.


Aku ragu, malu untuk mengatakan yang sbenarnya.


"Udah apa? Heh?" tanya Vina, terdengar marah.

__ADS_1


"Pokoknya Roy bukan cowok yang baik! Suatu saat, kamu tahu sendri & akan membencinya! O ya, tentang hijrah, insyaaAllaah aku udah mantap koq. Kamu itu sahabat aku! Harusnya kamu dukung dong niat baik aku!" kataku sambil terisak.


"Oke, soal Roy aku akan cari tahu sendiri. Tapi soal hijrah, udah lah kamu sendiri aja sana! Kamu ga usah munafik deh, Nis! Emang kamu gak inget masa lalu kami? Aku tahu semua lhoh tentang kamu!" kata Vina ketus.


"Vin, pacaran itu cuma buat kita rugi. Dengerin aku, please!" pintaku dengan suara parau.


"Ah! Udah lah! Gak usah ceramahin aku! Sadar gak kamu itu siapa? Kamu bukan anak pesantren! Ga usah sok alim!" kata Vina geram.


*Tut.


Vina menutup telepon.


"Halo, Vin! Vin? Dengerin aku dulu! Halo?" seruku.


Aku mengunci layar ponsel. Air mataku masih setia menetes. Allaah, tabahkanlah hatiku menghdapi penolakan sahabatku.


.


***


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2