
Aku membuka pintu kamarku. Pengap sekali. Ah, 4 bulan. Tentu saja sangat kotor. Aku meletakkan koperku di samping ranjang, lalu kududuk di pinggir ranjang. Tak lama kemudian, Papa masuk ke kamarku lalu duduk di sampingku.
.
"Nak, ini ada HP untuk kamu," kata Papa sambil menyerahkan sepaket kotak HP android baru.
Aku menganga lebar, sangat kaget.
"Serius, Pa?" tanyaku.
"Ya. Papa percaya, kamu sudah di atas umur. Sudah saatnya mempunyai telepon genggam sendiri. Gunakan sebaik mungkin untuk menunjang pendidikanmu. Tapi, bersihkan dulu kamarmu sebelum membuka HP barumu," jelas Papa.
Aku menerima HP itu, lalu mencium tangan Papa.
"Alhamdulillaah, terimakasih Pa. InsyaaAllaah amanat Papa akan Annisa laksanakan."
Tak terasa, air mataku membasahi punggung tangan Papa. Aku segera mengusap air mataku & mengusap punggung tangan Papa.
.
__ADS_1
***
Hanya membutuhkan waktu 30 menit. Aku telah selesai membersihkan debu dengan kemoceng, menyapu & merapikan kamar, serta mengepel lantai. Aku memang sangat menyukai kebersihan.
Lalu, kuambil HP baruku. Ternyata, telah berisi kuota internet & kartu memori. Sudah banyak juga aplikasi penting yang telah terinstal. Siap pakai.
Pertama, kubuka FB ku. Satu persatu kuhapus kenangan Adam sembari menitikkan air mata. Begitu juga dengan instagram & LINE. Kuhapus semuanya. Hingga tak terasa, adzan Dzuhur berkumandang. Kuhapus air mataku dan segera mengambil air wudlu. Lalu sholat berjama'ah bersama Mama di rumah. Sebab, Papa sholat di masjid. Selesai sholat, kami makan siang bersama. Lalu aku kembali ke kamar, berniat buka HP lagi. Namun perutku terasa sakit sekali. Dengan segera kuminum obat, kemudian tidur untuk istirahat.
.
***
Adzan 'Asar berkumandang, membangunkan tidurku. Aku segera bangun untuk mandi sebab aku merasa gerah sekali. Lalu menunaikan ibadah sholat 'Asar di kamar, sebab Mama sudah mendahului sholat. Selesai sholat, kubuka HP lagi. Kututup semua akun sosmed Adam, karena dia sudah tak ada di dunia ini. Tentu saja dengan air mata yang sengaja kubiarkan membasahi jilbabku. Selesai menutup akun Adam, kubuka Messenger. Banyak sekali pesan dari teman-temanku. Kubalas satu per satu. Ada yang menanyakan kabarku yang tiba-tiba menghilang dari sosmed, ada yang menanyakan kuliah dimana, ada juga yg mendo'akanku, berusaha memberiku dukungan, dan lain sebagainya. Begitu pula di dm instagram & chat LINE. Lalu, aku mendaftarkan nomor WA baru & mensharenya di FB. Pertama yang respon chat aku di WA adalah Meli. MaasyaaAllaah, mengapa aku bisa lupa dengan sahabatku yang satu ini?
.
"Assalaamu'alaikum Annisa? Apa kabar?" sapa Meli via chat WA.
"Wa'alaikumussalaam. Alhamdulillaah baik. Aku sudah pulang dari rumah sakit :-). Kamu sendiri gimana kabarnya? Sekarang ada di rumah gak?" tanyaku.
__ADS_1
"Alhamdulillaah baik juga. Syukurlah jika kamu sudah sembuh & pulang. Maaf, aku sedang tidak di rumah. Aku sekarang di Bandung. Alhamdulillaah, diterima di UIN. Aku sudah kuliah selama 4 bulan ini. Kamu cepet sembuh yaa :-*. Kangeen banget sama kamu," jelas Meli.
"Wah alhamdulillaah udah diterima di UIN. Kamu kost disana? Aku udah sembuh koq. Gak usah khawatir. Aku juga kangeeen buangeett sama kamu, Mel," balasku.
"Iya aku kost. Alhamdulillaah kalau memang sudah baikan. O ya, maaf banget ya selama kamu koma, aku gak pernah punya kesempatan buat jenguk kamu ;-(. Aku sibuk banget. Maaf, aku cuma bisa nganter kamu pas pertama kali ke RS, sepulang dari pemakaman Adam. Tapi, aku selalu do'ain dari sini koq. Aku selalu nanyain kabar kamu selama 4 bulan koma, lewat Mama kamu ataupun Bibi kamu," balas Meli.
"Iya gakpapa koq :-). Do'a yang terpenting. Semoga kamu sukses. Jaga diri baik-baik disana. Semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu. Miss you," balasku.
"Aamiin aamiin. Kamu juga ya :-). Udah dulu ya, mau ngerjain tugas kuliah nih. Miss you to. Assalaamu'alaikum," balasnya.
"Wa'alaikumussalaam," balasku.
.
Lalu, Meli memasukkanku ke grup WA Kelas XII IPS. Aku tersenyum senang. Aku saling berkabar-kabaran dengan teman-temanku. Mereka semua memberiku dukungan. Aku kembali mendapatkan semangatku. Teman-teman yang telah kuanggap keluarga. I miss you, all.
.
***
__ADS_1
Bersambung.